| MENTERI Kebudayaan Fadli Zon saat mengukuhkan pengurus KPSTI. Foto. H. Asep |
Suara Semesta, Jakarta
Ketua Pelaksana Yusron selaku dari mengatakan dalam
sambutannya bahwa dalam waktu 6 tahun setelah pencak silatdiakui UNESCO tapi
masih harus jelas untuk mengembangkan pencak silat tradisi tersebut untuk
berkembang. “Setelah diakui dunia kita sebagai pengurus perguruan yang
tergabung pada Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI_red) harus berfikir
agar mau dibawa kemana organisasi ini dengan tetap menghargai Bapak Edi
Nalapraya sebagai salah satu pendiri pencak silat di Indonesia,” ungkapnya.
Dalam acara tersebut, dihadiri beberapa pejabat ditingkat
nasional diantaranya Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Dirjen Kebudayaan, Restu
Gunawan menyempatkan diri sebagai salah satu bentuk perhatian dari Pemerintah
secara nasional. Sehingga kedepan diharapkan para peguron dapat lebih
mengembangkan seni pencak silat tradisi tersebut sebagai salah satu warisan
budaya untuk generasi penerus di masa mendatang.
Beberapa rangkaian acara yang di gelar tersebut diantaranya
pengukuhan kepengurusan yang langsung dikukuhkan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Dalam prosesi acara tersebut, menteri mengatakan bahwa kepengurusan yang baru
meski Pergantian Antar Waktu (PAW_red) tapi harus tetap bisa menjalankan dengan
baik,”Mengangkat Saudara H. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos sebagai Ketua Umum
Pengganti Antar Waktu Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) dan
kepedanya diberikan amanah untuk menjalankan tugas dengan sebaik baiknya,”tutur
Fadli Zon.
Peguron Panglipur dari Propinsi Jawa Barat turut menghadiri
acara tasyakur ini terlihat pengurus dengan rombongannya mengikuti acara ini
dengan khidmat. Dengan dikukuhkannya pengurus yang baru mulai dari Ketua Umum
Pengganti Antar Waktu sampai ke pengurus lainnya dapat menjadikan penjaga
budaya pencak silat tradisi di Indonesia.
| ACARA Tasyakur dan Tafakur di TMII. Foto H. Asep |
“Dengan dikukuhkannya Pengurus KPSTI diharapkan dapat menjadi rumah perguruan silat sebagai salah satu pemelihara tradisi budaya indonesia. Kepada para pengurus setelah berita acara ditandatangani maka dapat langsung melaksanakan kegiatan yang telah diprogramkan pengurus KPSTI sehingga menjadi pelestari budaya bangsa yang memiliki nilai luhur kepribadian dan merupakan cita cita bangsa Indonesia,” tambah Fadli Zon.
“Ucapan yang terhingga kepada Bapak Mayjen Edi Nalapraya
sebagai sesepuh dan orang tua kami sebagai pendiri dan pelestari pencak silat
hingga sekarang sudah ke 6 tahun diakui Unesco yang tentunya tidak terlepas
juga dari dukungan pemerintah pusat khususnya sehingga adat budaya pencak silat
ini dapat terus lestari hingga kini,” ujar Mahfudz.
H. Bahrul Hidayat, S.H.,M.H selaku Ketua Perguruan Panglipur
merasakanbahwa tradisi pencak silat ini perlu tetap dilestarikan dengan baik
sehingga kita dapat meneruskan kepada generasi penerus bangsa di masa yang akan
datang sebagai pewaris budaya yang harus tetap dipertahankan, lestari budayaku,
maju silat tradisiku,” tutur Bahrul.










Post A Comment:
0 comments: