stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KEGIATAN Bupati Kuningan buka kegiatan Invesment. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai mengakselerasi optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui penyelenggaraan Kuningan Investment Summit 2026. Kegiatan yang digagas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan ini menjadi langkah strategis untuk menarik minat investor sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kegiatan yang berlangsung di Kopi Botanika, Jalan Boenoet Lembur Kuring, Puncak Cigugur, Rabu (4/11/2026), dibuka secara resmi oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa aset milik pemerintah daerah harus mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi, bukan sekadar menjadi barang milik daerah yang membutuhkan biaya pemeliharaan.

Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal daerah, optimalisasi aset menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan PAD tanpa harus terus membebani masyarakat melalui peningkatan pajak maupun retribusi.

“Jujur saja, aset itu kalau tidak diberdayakan menjadi beban. Merawat dan menjaganya membutuhkan dana, yang akhirnya kembali menggerus APBD. Saya ingin aset-aset daerah ini bisa dimanfaatkan sehingga menghasilkan pendapatan bagi pemerintah daerah,” ungkapnya.

Bupati Dian menyebutkan, terdapat banyak titik aset daerah yang berpotensi dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Bentuk pemanfaatannya dapat melalui kerja sama, sewa, maupun skema Bangun Guna Serah (BGS) dan bentuk kerja sama pemanfaatan lainnya sesuai ketentuan.

Ia berharap forum investasi perdana tersebut mampu membuka peluang kerja sama dengan para pelaku usaha dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Bogor, Bandung, serta unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Potensi aset yang ditawarkan pun beragam, mulai dari lahan pertanian, peternakan, perkebunan, kawasan wisata, bangunan, hingga peluang usaha di sektor perhotelan dan kuliner.

“Kalau dari ratusan aset itu 30 persen saja bisa dikerjasamakan, mudah-mudahan sudah menghasilkan nilai yang cukup besar. Dampaknya bukan hanya meningkatkan PAD, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menyerap tenaga kerja lokal, dan mensejahterakan masyarakat,” harap nya.

MUSPIDA saat berfoto usai acara dengan pose melesat. Foto Humas
Bupati juga memastikan bahwa aset yang ditawarkan telah melalui proses inventarisasi, kurasi, dan verifikasi, termasuk penyesuaian dengan ketentuan tata ruang serta regulasi yang berlaku. Dengan demikian, calon investor mendapatkan kepastian mengenai peruntukan dan aspek legalitas aset.

Ia menegaskan, pemerintah daerah juga siap membantu calon investor dalam memahami ketentuan perizinan dan tata ruang sesuai peruntukan masing-masing aset.

“Yang kita tawarkan ini bukan sekadar aset, tetapi sudah kita inventarisasi potensinya, aturan, dan tata ruangnya. Jadi ketika ada investor yang tertarik, kita bisa memberikan kepastian mengenai peruntukan serta membantu proses perizinannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan, A.Ks., S.E., M.Si., CFr.A, QRMP , menjelaskan bahwa optimalisasi aset merupakan bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, peningkatan PAD tidak harus selalu bertumpu pada pajak dan retribusi, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengelolaan aset dan penguatan peran BUMD.

Ia mengungkapkan, BPKAD telah menghimpun data sekitar 1.270 aset tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Kuningan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 528 aset tidak digunakan untuk pelayanan publik. Setelah dilakukan pemetaan lebih lanjut, terdapat 295 aset yang masih kosong dan belum dimanfaatkan.

“Dari 528 aset tersebut, tersisa 295 yang masih kosong dan belum dimanfaatkan. Ini yang kemudian kita dorong agar bisa memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” terangnya.

Untuk memudahkan akses informasi bagi calon investor, BPKAD telah menyiapkan platform katalog digital melalui https://jagaaset.kuningankab.go.id.

Melalui platform tersebut, masyarakat dan calon investor dapat melihat berbagai informasi aset, mulai dari lokasi, luas tanah, nomor sertifikat, batas-batas lahan, peta digital yang terhubung dengan Google Maps, hingga prospek pemanfaatannya.

“Bapak dan Ibu bisa melihat asetnya di mana, luasnya berapa, nomor sertifikatnya, batas-batasnya, bahkan ada tampilan dari atas dan prospek ke depannya. Jadi bisa melihat katalog ini dari rumah atau kantor,” jelas Deden.

Ia menambahkan, calon investor yang berminat dapat memanfaatkan aset melalui skema sewa maupun bentuk kerja sama lainnya sesuai ketentuan. Untuk mekanisme sewa, tarif telah mengacu pada peraturan daerah sehingga tidak dapat ditentukan secara sembarangan. Adapun skema penilaian melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dapat ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku.

Deden mencontohkan keberhasilan pemanfaatan kawasan Botanika yang sebelumnya membutuhkan biaya pemeliharaan rutin, kini justru memberikan kontribusi ekonomi kepada daerah.

Dari kerja sama tersebut, pemerintah daerah memperoleh sekitar Rp1,6 miliar per tahun yang berasal dari sewa, pembagian keuntungan (sharing profit), pajak, dan komponen pendapatan lainnya. Selain memperoleh pendapatan, pemerintah daerah juga tidak lagi menanggung biaya pemeliharaan kawasan tersebut.

“Kalau dulu kita harus memelihara tanah ini, sekarang dipelihara oleh pihak yang bekerja sama dan pemerintah daerah mendapatkan pendapatan. Bahkan, ketika usaha semakin berkembang, potensi sharing profit untuk pemerintah daerah juga semakin besar,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Deden menyebutkan bahwa PAD yang tercatat dari pemanfaatan aset daerah melalui pihak ketiga saat ini mencapai sekitar Rp12 miliar per tahun.

Ke depan, BPKAD menargetkan setidaknya 50 persen dari aset yang ditawarkan dapat dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Upaya tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus mengurangi beban biaya pemeliharaan aset yang selama ini ditanggung APBD.

Deden memastikan, pemanfaatan aset tetap mengutamakan kepentingan pelayanan publik. Setelah kebutuhan pemerintah dan masyarakat terpenuhi, aset yang belum digunakan dapat dioptimalkan untuk kegiatan ekonomi sesuai peruntukannya.

Kuningan Investment Summit 2026 menjadi langkah awal membuka akses informasi dan mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor. Melalui katalog digital dan forum penjajakan investasi ini, Pemkab Kuningan berharap semakin banyak aset daerah yang produktif, mampu menghasilkan pendapatan, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, aset daerah tidak lagi sekadar menjadi kekayaan yang tersimpan, tetapi menjadi salah satu penggerak investasi dan sumber pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan. 



(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
DEKRANASDA saat acara pengukuhan. Foto Humas 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Kerajinan lokal Kabupaten Kuningan memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Untuk mewujudkan potensi tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) harus tampil sebagai motor penggerak UMKM dan industri kreatif daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Kuningan Periode 2025–2030 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, dengan Ketua Dekranasda Hj. Ela Helayati, S.Sos., M.Si, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn., Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komaranengsih, SE, MAP, kepala perangkat daerah, dan lainnya.

Bupati Dian mengatakan, Kuningan memiliki kekayaan alam, seni, budaya, dan keterampilan masyarakat yang menjadi modal besar dalam mengembangkan industri kerajinan. Berbagai produk seperti Batik Paseban, Batik Anisa, Batik Ciprat, kerajinan bambu, hingga kerajinan kayu merupakan potensi yang perlu terus diperkuat.

Menurutnya, kekayaan tersebut tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi harus dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, dan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan zaman.

Bupati bahkan mengungkapkan betapa menariknya investor untuk menghidupkan kembali industri batu onyx Kuningan yang pernah menjadi salah satu produk unggulan daerah. Hal ini akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait, terutama mengenai regulasi perizinan dan aspek lingkungan.

Selain batu onix, potensi bambu juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Bupati berharap kekayaan tersebut dapat diolah menjadi berbagai cinderamata khas Kuningan, seperti miniatur angklung dan patung kuda berbahan batu onix.

Untuk memperkuat daya saing produk lokal, Bupati menitipkan tiga agenda utama kepada kepengurusan Dekranasda, yakni inovasi desain dan produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kolaborasi dan kemitraan.

Ia meminta para perajin dan pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari bentuk, cita rasa, hingga kemasan, tanpa menghilangkan karakter dan identitas budaya lokal. 

Di tengah perkembangan teknologi, Bupati juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana memperluas pasar. 

“Peranan Dekranasda Haris berkiprah nyata sebagai jembatan dan penggerak utama UMKM, sehingga kerajinan lokal dapat menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komaranengsih mengapresiasi kinerja Dekranasda Kabupaten Kuningan yang telah menunjukkan sejumlah capaian positif, bahkan sebelum pengukuhan kepengurusan dilaksanakan.

Salah satunya melalui partisipasi dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) yang berhasil mengantarkan Dekranasda Kuningan meraih sejumlah penghargaan. Capaian tersebut dinilainya menjadi bukti adanya semangat dan komitmen dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah.

Noneng juga mengingatkan pentingnya regenerasi perajin agar kerajinan tradisional tidak kehilangan penerusnya. Menurutnya, inovasi menjadi kunci untuk menjaga warisan budaya tetap relevan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi generasi muda.

“Kita harus menyiapkan generasi penerus yang mampu melestarikan sekaligus mengembangkan produk kearifan lokal agar tetap relevan dan diminati generasi muda,” ungkapnya.

Noneng menambahkan, Dekranasda memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena industri kerajinan merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga dunia usaha.

Pengembangan sentra kerajinan sebagai destinasi wisata edukasi dan belanja serta pembentukan aggregator ekspor juga menjadi langkah penting agar produk unggulan daerah memiliki akses pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Hj. Ela Helayati, S.Sos., M.Si, menuturkan, melalui kepengurusan Dekranasda periode 2025–2030, berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dunia usaha, serta komunitas seni dan budaya.

“Tentunya dengan inovasi, penguatan kualitas, dan perluasan pemasaran, kerajinan lokal.diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan membawa produk unggulan Kuningan yang semakin dikenal di pasar global,” ungkapnya. 


( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PENGURUS para pengurus saat usai acara. Foto Subhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon secara resmi mengintensifkan konsolidasi internal guna menindaklanjuti instruksi strategis Ketua Umum H. Safrizal mengenai penguatan fungsi dan peran kelembagaan di tingkat daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan eksistensi organisasi memberikan dampak nyata, responsif terhadap dinamika sosial, serta akuntabel dalam menjalankan fungsi pemantauan.

Ketua DPK Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon, Adam Suyono, menegaskan bahwa penataan kelembagaan difokuskan pada pembentukan kader yang berdisiplin tinggi, berintegritas, serta menjunjung tinggi hukum.

"Kekuatan organisasi tidak diukur dari megahnya atribut atau besarnya jumlah pengurus semata, melainkan dari kebermanfaatan nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. DPK Elang Tiga Hambalang berkomitmen menjaga loyalitas, kepedulian sosial, serta kepatuhan pada aturan hukum yang berlaku," tegas Adam Suyono dalam keterangannya di Cirebon, Senin (2/11/2026).

Sebagai bagian dari elemen pengawasan independen masyarakat, DPK Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal serta mengawasi pelaksanaan program prioritas Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pengawasan ini ditujukan agar delapan agenda pembangunan nasional dapat terealisasi secara efisien, tepat sasaran, dan transparan di wilayah Kabupaten Cirebon.

RAPAT Pengurus saat melaksanakan rapat pembahasan. Foto U. Subhan
Selain penanganan internal dan pengawasan agenda nasional, DPK Elang Tiga Hambalang Cirebon juga memperkuat sinergi kemitraan strategis bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, jajaran TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Adam turut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga stabilitas keamanan wilayah, mengedepankan pendekatan persuasif, serta tidak mudah terprovokasi oleh penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Melalui konsolidasi internal dan kerja sama lintas sektor ini, DPK Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon optimistis dapat hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif dalam menjaga kondusivitas serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

Tentang DPK Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon:
Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang Kabupaten Cirebon adalah organisasi pemantau independen yang bergerak di bidang pengawasan kebijakan publik, pendampingan sosial, serta pengawalan agenda pembangunan nasional dan daerah untuk mewujudkan tata kelola yang bersih, aman, dan berkeadilan.



U. Subhan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KONSOLIDASI Saat musyawarah bersama para anggota dan pengurus. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon 
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon, mulai memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Menjelang Pemilu 2029, partai tersebut menargetkan pembentukan 8.904 pengurus ranting yang tersebar di 424 desa dan kelurahan.

Langkah ini dilakukan melalui rekrutmen terbuka untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar ikut terlibat dalam kepengurusan partai.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cirebon, Waswin Janata, mengungkapkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti penjaringan cukup tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar disebut melampaui perkiraan awal pengurus.

"Pendaftaran dilakukan secara digital menggunakan barcode yang terhubung dengan formulir pendaftaran. Setiap desa dan kelurahan ditargetkan memiliki 21 pengurus sehingga total kebutuhan mencapai hampir 9.000 orang," ucapnya, pada  Senin, (2/11). Waswin menjelaskan, meski terbuka bagi masyarakat, proses rekrutmen tetap menerapkan seleksi melalui asesmen dan penilaian komitmen calon pengurus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kader yang bergabung benar-benar siap menjalankan tugas organisasi.

"Pendataan calon pengurus juga terintegrasi melalui aplikasi SIAP PKB. Para pendaftar diwajibkan melengkapi dokumen administrasi, mulai dari KTP, KTA, CV, surat pernyataan hingga pakta integritas," ujarnya.

Waswin menargetkan seluruh proses pendataan dan pembentukan struktur kepengurusan, dapat diselesaikan paling lambat Desember 2026.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Jamil Abdul Latief, mengatakan penguatan organisasi dilakukan secara bertahap melalui agenda Pra Musyawarah Ranting (Pramusran).

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua wilayah, yakni timur pada 29 Oktober dan barat pada 31 Oktober 2026.

Dalam proses tersebut, calon pengurus menjalani wawancara untuk mengetahui latar belakang, visi, misi serta motivasi mereka bergabung dengan PKB.
"Penguatan struktur partai sebelumnya telah dilakukan pada tingkat PAC dengan komposisi 21 pengurus di setiap kecamatan, meningkat dari susunan sebelumnya yang berjumlah 15 orang," katanya.

Selain memperbanyak jumlah kader, PKB juga menargetkan regenerasi kepengurusan dengan memperluas keterlibatan perempuan dan generasi muda.
Keterwakilan perempuan ditargetkan lebih dari 30 persen, sedangkan posisi ketua ranting diprioritaskan bagi figur berusia maksimal 35 tahun.

"Perpaduan generasi muda dan kader senior, menjadi modal penting dalam membangun kekuatan organisasi. Generasi muda dinilai memiliki keunggulan dalam kecepatan bergerak dan penguasaan teknologi digital, sementara kader senior memiliki pengalaman serta kedekatan dengan masyarakat," tuturnya.

Melalui pembentukan 8.904 pengurus ranting tersebut, PKB Kabupaten Cirebon berharap memiliki struktur organisasi yang lebih solid, merata, dan mampu memperkuat basis dukungan hingga tingkat desa menjelang Pemilu 2029.



(Ramadhan)
.
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
GATUR Kapolresta terlihat bersama Wakil Bupati Cirebon saat pengamanan dan penjagaan acara. Foto. Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.

Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon.

BERBAUR Kapolresta berbaur dengan masyarakat saat acara pawai. Foto Humas

"Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.

Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.



Ramadhan