stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TURNAMEN Ketua Panitia DR. Sanusi, M.Pd saat di lokasi. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon 
Dalam rangka menjalin silaturahmi dan menggali potensi atlet sepak bola lokal Ciayumajakuning, Karang Taruna dan Pemuda Desa Keduanan menggelar ajang bergengsi *Open Turnamen Sepak Bola Keduanan Cup 1 Tahun 2026.*

Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Keduanan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon ini diikuti oleh 32 tim terbaik dari wilayah Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kuningan (Ciayu Maja Kuning)

Saat ditemui pada Senin, (29/9), Ketua Panitia Keduanan Cup 1, DR. Sanusi M.,PD menyampaikan,bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah sportivitas dan kebersamaan pemuda.

"Kami mengusung tema Menjunjung Sportivitas, Mempererat Persaudaraan. Kami berharap Keduanan Cup 1 menjadi tontonan menarik sekaligus memajukan sepak bola tarkam di Cirebon," ujarnya.

PERTANDINGAN Gelaran sepakbola saat bertanding. Foto Ramadhan 
Dalam gelaran Turnamen Sepak Bola Keduanan Cup 1,ini memperebutkan juara total 50 juta rupiah dan untuk penonton di sediakan Dorprize hadia yaitu kipas Angin,Sepeda,TV, Bola,Baju yang akan di undi di hari Final nanti,'ujar Kuwu Sanusi kepada wartawan Senin 28/9/2026.

Turnamen ini didukung penuh oleh PT Hamas,serta Pemdes setempat di Kabupaten Cirebon.

Panitia mengajak seluruh masyarakat Cirebon untuk hadir langsung memberikan dukungan dengan tetap menjaga ketertiban.

Kuwu Sanusi berharap di selenggarakanya open turnamen ini,untuk menarik minat generasi muda Kabupaten Cirebon,khususnya Desa Keduanan dan sekitarnya supaya lebih mencintai lagi tentang olahraga ,prestasi bukan secara akademik saja ,olahraga pun juga ada prestasi.

Kami juga berencana akan membangun Sekolah Sepak bola, dan bekerja sama dengan PSSI Kabupaten Cirebon biar bakat anak anak tersalurkan dengan baik,"Pungkasnya.


(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
MUSEUM Kadisbudpar usai membuka acara. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten 
Cirebon
Museum Pangeran Cakrabuana di Kabupaten Cirebon Kembali menjadi ruang perjumpaan masyarakat dengan berbagai warisan seni dan budaya daerah. Pameran koleksi museum yang digelar 28 September hingga 1 Oktober 2026 tidak hanya menampilkan benda-benda bersejarah, tetapi juga berisi hiburan seni dan kompetisi bagi pelajar.

Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon tersebut berlangsung di Museum Pangeran Cakrabuana, Jalan Sunan Drajat Nomor 9, Sumber.

Pembukaan pameran dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno. Setelah seremoni pembukaan, pengunjung disuguhi pertunjukan Sintren, Berokan, Tarling Klasik, Tari Reog, Tari Ronggeng Bugis, Rudat Cirebon

Sejumlah kegiatan lain diadakan secara bergantian selama pameran berlangsung. Diantaranya Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Cirebon tingkat SMP, Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon tingkat SMA, serta Lomba Melukis Motif Batik Cirebon tingkat SMP.

Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

SINTREN Salah satu budaya Cirebon tarian sintren. Foto Ramadhan 
Keberadaan museum selama ini masih diketahui sebatas tempat menyimpan benda-benda kuno.

Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum, museum memiliki fungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, sekaligus mengomunikasikannya kepada masyarakat.

Oleh karena itu, benda yang berada di museum bukan sekedar objek pajangan.

Setiap koleksi memiliki konteks sejarah, pengetahuan, nilai pendidikan, serta nilai budaya yang dapat dipelajari masyarakat.

Idealnya pengunjung tidak hanya melihat bentuk sebuah benda, namun juga memahami tentang apa benda tersebut dibuat, siapa pembuatnya, bagaimana proses pembuatannya, bagaimana benda itu digunakan, dan nilai budaya apa yang terkandung di dalamnya.

Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan Museum Pangeran Cakrabuana kepada masyarakat.

Museum Pangeran Cakrabuana merupakan museum khusus yang fokus pada koleksi seni dan budaya, khususnya yang berkaitan dengan Kebudayaan Cirebon.

Museum tersebut dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon.

Gagasan untuk menghadirkan museum di Kabupaten Cirebon telah muncul sejak sekitar tahun 2006-2007. Salah satu tokoh yang ikut menggagasnya adalah Dr. Casta.

Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan menghadirkan ruang untuk menyimpan, merawat, mengkaji, dan memperkenalkan benda-benda seni serta budaya Cirebon kepada masyarakat.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Dalam perkembangannya, pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap pembangunan dan pengembangan museum.

Museum Pangeran Cakrabuana kemudian diresmikan pada 2 April 2014 oleh Bupati Cirebon.

Nama Pangeran Cakrabuana yang digunakan sebagai nama museum juga memiliki alasan historis.

Pangeran Cakrabuana dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Cirebon. Dalam sejumlah sumber tradisional Cirebon, tokoh tersebut disebut sebagai salah satu pendiri Cirebon.

Referensi mengenai Pangeran Cakrabuana antara lain terdapat dalam Babad Cirebon koleksi Brandes yang diterbitkan Rinkes pada tahun 1911.

Nama Pangeran Cakrabuana juga berhubungan dengan Carita Purwaka Caruban Nagari, yang menurut Atja ditulis Pangeran Arya Carbon pada 1720 dengan Referensi pada Nagarakretabhumi.

Penggunaan nama tersebut menjadi bagian dari museum identitas sekaligus pengingat bahwa perkembangan Kebudayaan Cirebon tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarahnya.

Museum Koleksi Pangeran Cakrabuana tersebar di dua lantai.

Di lantai pertama terdapat koleksi batik, termasuk Batik Trusmi dan Batik Ciwaringin. Pengunjung juga dapat menemukan busana pengantin, busana tari, keris, Berokan, Topeng, serta Kedok Wayang Wong.

Sementara lantai kedua menyimpan koleksi Wayang Kulit Cirebon, Wayang Golek Sunda, Wayang Golek Cepak, gamelan Cirebon, lukisan kaca, dan gerabah.

Keragaman koleksi tersebut menggambarkan luasnya perkembangan seni dan budaya yang hidup di Cirebon.

Salah satu koleksi yang memiliki cerita menarik adalah Wayang Kulit Cirebon. Dalam tradisi tertentu, wayang tersebut diyakini dibuat oleh Sunan Kalijaga.

Namun terdapat pula pandangan lain yang menyebut pembuatnya adalah Ki Kaca, yang disebut sebagai keturunan Sunan Kalijaga.

Perbedaan versi mengenai asal-usul tersebut menjadi bagian dari pengetahuan yang masih dapat dikaji lebih jauh.

Koleksi lain yang menarik adalah lukisan kaca yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-19, sekitar tahun 1890-an. Koleksi tersebut menjadi salah satu penanda perkembangan awal tradisi lukisan kaca di Cirebon.

Museum juga memiliki sejumlah koleksi keris yang dinilai memiliki nilai tinggi oleh kalangan pegiat dan pemerhati keris.

Meski demikian, museum belum menetapkan koleksi tertentu sebagai mahakarya dalam pengertian koleksi unggulan utama yang mendapat perlakuan khusus dalam tata pamer dan pengamanan.

Pameran tahun ini juga menjadikan pelajar sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan.

Lomba Mendongeng Cerita Rakyat Cirebon tingkat SMP diadakan pada tanggal 29 September 2026 dengan juri Roji Hidayat, Rucita, dan Uuk Sukarna.

Selanjutnya, Lomba Baca Puisi Bahasa Cirebon tingkat SMA diadakan 30 September 2026 dengan juri Edeng Syamsul Maarif, Fathan Mubarak, dan Imam Emje.

Pada tanggal 1 Oktober 2026, digelar Lomba Melukis Batik Motif Cirebon tingkat SMP dengan juri Dr. Casta, Lilis Katura, dan Bahendi.

Rangkaian tersebut menampilkan pendekatan yang berbeda dalam memperkenalkan museum kepada generasi muda. Koleksinya tidak hanya dilihat sebagai benda masa lalu, tetapi diterjemahkan melalui cerita, bahasa, seni hiburan, dan kreativitas visual.

Dengan cara itu, museum diharapkan tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan sejarah dengan kreativitas generasi sekarang.

Sebab, menjaga warisan budaya bukan hanya soal mempertahankan bendanya, tetapi juga memastikan cerita, pengetahuan, dan nilai yang ada di baliknya tetap dipahami oleh generasi berikutnya.


( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BAHAS Desa Citail saat melaksanakan Musrenbang. Foto Riyati 
Suara Semesta, Kabupaten Tegal 
Pemerintah Desa Citail, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 serta menguraikan usulan pembangunan desa sebagai bahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2028.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan anggota BPD Desa Citail, para Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat Desa Citail. Turut hadir Camat Jatinegara, Haji Sugeng, S.Pd., beserta jajaran terkait.

Dalam pernyataannya, Kepala Desa Citail, Muksimin menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Musrenbang.

“Terima kasih kepada seluruh Ketua RT/RW, Ketua BPD beserta jajaran, dan seluruh masyarakat yang telah hadir serta ikut memberikan masukan dalam perencanaan pembangunan Desa Citail,” ujar Muksimin.

Sementara itu, Camat Jatinegara, Haji Sugeng, S.Pd., menyampaikan pentingnya perencanaan pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

PESERTA masyarakat yang hadir saat musyawarah. Foto Riyati 
Menurutnya, setiap usulan pembangunan perlu disusun berdasarkan skala prioritas agar program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Citail.

Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah desa bersama BPD, lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat membahas berbagai usulan pembangunan yang akan menjadi bahan penyusunan RKPDes Tahun 2027.

Selain itu, usulan yang membutuhkan dukungan atau penanganan pada tingkat pemerintah daerah juga dapat menjadi bahan penyampaian aspirasi dalam proses perencanaan RKPD Tahun 2028.

Dengan demikian, RKPDes 2027 menjadi dokumen perencanaan tahunan Desa Citail yang memuat prioritas pembangunan desa, sedangkan usulan pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dapat disampaikan melalui tahapan perencanaan daerah untuk menjadi bahan RKPD 2028.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan Desa Citail dapat dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan serta aspirasi masyarakat, sekaligus memiliki keterkaitan yang jelas antara perencanaan pembangunan desa dan perencanaan pembangunan daerah.

Riyati/Kaperwil Jawa Tengah 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KONPERS Polres Kuningan saat konferensi. Foto Humas 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
 
Kepolisian Resor (Polres) Kuningan berhasil membongkar belasan kasus tindak pidana narkotika serta kasus pencurian dengan pemberatan (curat) kendaraan roda dua di wilayah hukum Kabupaten Kuningan selama periode Juli hingga September 2026.

Dari pengungkapan kasus tindak pidana narkoba dan obat keras terbatas, Satresnarkoba Polres Kuningan mengamankan 22 orang tersangka dari 12 kasus berbeda. Dalam penanganan kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 28 paket sabu seberat 18,12 gram, 34 butir psikotropika, serta 7.273 butir obat keras/bebas terbatas. 

Sementara itu, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim bersama Polsek jajaran juga sukses membekuk para pelaku kejahatan curat (curanmor) beserta barang bukti beberapa unit sepeda motor.
Hal tersebut diungkap Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama didampingi Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah dan para kasat saat menggelar konperensi pers di Mapolres Kuningan, Rabu (23/9/2026)

Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, menyatakan penindakan tegas ini merupakan komitmen jajaran Polres Kuningan dalam menjaga kondusivitas, melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan, serta menekan peredaran gelap narkoba.

 "Selama periode Juli hingga September 2026, Satresnarkoba dan Satreskrim Polres Kuningan berhasil melakukan pengungkapan berbagai tindak pidana, mulai dari pengungkapan 12 kasus tindak pidana narkotika dan obat keras terbatas dengan 22 tersangka, hingga kasus pencurian dengan pemberatan sepeda motor. Kami berhasil menyita barang bukti puluhan gram sabu, ribuan butir obat keras, serta kendaraan hasil curian. Kami pastikan tidak ada ruang bagi para pelaku kejahatan maupun peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Kuningan," kata Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memastikan keamanan kendaraan pribadi saat diparkir, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Apabila masyarakat melihat atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat agar dapat langsung ditindaklanjuti.

Para tersangka tindak pidana narkotika dan obat keras dikenakan pasal-pasal dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup. Sedangkan para pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan Pasal 477 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Selain itu, Kapolres juga mengungkapkan keberhasilan Satlantas Polres Kuningan menggagalkan balap liar dan mengamankan 22 remaja yang diduga terlibat serta 15 kendaraan roda 2 turut diamankan. Untuk knalpot brong Satlantas Polres Kuningan telah melakukan razia di beberapa tempat. Berdasarkan data Satlantas Polres Kuningan, petugas menerbitkan 191 lembar surat tilang sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut terdiri dari 173 penindakan knalpot brong dan 18 pelanggaran TNKB.


Ramadhan/Herry A.J
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KOLABORASI Pengurus PAUD saat kegiatan di Markas Arhanudse. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DPD Kabupaten Cirebon sukses menggelar kegiatan Jelajah Rukun Islam sebuah program edukasi religi inovatif yang mengajak anak-anak belajar agama melalui pengalaman langsung yang di selenggarakan hari Rabu 23 sampai Kamis 24 September 2026. Di Lapangan Cang hegar Batalyon Arhanuds' 14

Kegiatan yang dirancang interaktif ini mendapatkan respon yang sangat positif dan apresiasi tinggi dari para orang tua murid yang di temui media ini di lapangan Arhanud 14, Jl. Pilang Raya, Sukapura, KejaksanCirebon.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa perwakilan wali murid, yaitu Mamah Paud dan mamah Yuren dari paud sangrasajati , Desa Karangasem, Kecamatan Plumbon kegiatan ini dinilai menjadi sarana yang sangat efektif dan menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai dasar Islam sejak dini kepada anak-anak.

Belajar Agama Jadi Lebih Menyenangkan para orang tua sepakat bahwa metode pembelajaran di luar ruangan (outing class) seperti ini jauh lebih membekas bagi anak-anak.

Melalui Jelajah Rukun Islam, anak-anak tidak hanya menghafal, tetapi juga menyebarkan materi keagamaan dengan cara yang seru.

“Kegiatan ini sangat baik, menyenangkan, dan membantu anak mengenal Rukun Islam. Anak-anak bisa belajar agama melalui pengalaman langsung dengan cara yang menarik,” ujar salah satu orang tua murid saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Antusiasme yang tinggi juga terlihat jelas dari wajah anak-anak sepanjang acara berlangsung. Mereka tampak ceria, aktif, dan penuh semangat mengikuti setiap pos tantangan rukun Islam yang telah disiapkan oleh panitia.

Kesan yang luar biasa, aman, dan menyenangkan membuat orang tua merasa nyaman selama mendampingi buah hati mereka.Sistem Tabungan Ringankan Biaya Kegiatan di tengah kekhawatiran mengenai biaya kegiatan lapangan, pihak sekolah justru mendapatkan pujian karena menerapkan sistem pembayaran yang solutif.

Orang tua mengaku sama sekali tidak merasa terbebani dengan aspek finansial program ini.”Tidak terasa memberatkan sama sekali.

Kami sebagai wali murid sudah melakukan pembayaran secara bertahap atau mengangsur jauh-jauh hari.

Biayanya juga masih terjangkau dan tidak terlalu mahal,” ungkap wali murid lainnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Keberhasilan program acara ini memicu harapan besar dari pihak orang tua agar program serupa bisa menjadi agenda rutin sekolah di masa mendatang.

Melihat dampak positif yang nyata bagi perkembangan mental dan spiritual anak, para wali murid berharap agar kegiatan seperti ini terus diadakan secara berkala dengan inovasi yang semakin baik lagi ke depannya.

Melihat dampak positif yang nyata bagi perkembangan mental dan spiritual anak, para wali murid berharap agar kegiatan seperti ini terus diadakan secara berkala dengan inovasi yang semakin baik lagi di masa depan.


(Ramadhan)