stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BATU prosesi peletakan batu pertama oleh Camat. Foto Mustamid
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Sebagai langkah awal  dalam rangka mewujudkan sarana peribadatan yang sangat di harapkan oleh warga Blok H.I.J. Perumahan Trusmiland 5 Desa Battembat Kecamatan Tengah tani Kabupaten Cirebon Provinsi  Jawa  Barat.  Peletakan  batu  pertama  sedianya   akan  dihadiri   Wakil  Bupati  Cirebon  H. Agus  Kurniawan Budiman, S.E.

Namun secara mendadak tiba-tiba ajudan Wabup  mengirim  pesan pada pukul 12.56  yang isinya membatalkan untuk hadir pada peletakan batu pertama  Musholah Al-Barokah  dengan  alasan  dipanggil  ketua  Partai di DPR RI Jakarta.  

Padahal  dari kemarin pihak panitia bertemu dengan ajudan tidak ada pembatalan untuk hadir, dan mengenai Hari, tanggal dan waktu sudah terkonfirmasi langsung  dengan  Wabup  tidak  ada  perubahan. 

Dengan  ketidak  hadiran  Wakil  Bupati  Cirebon, maka peletakan batu pertama dilakukan   Camat Tengah Tani Hj. Susi Setiawati, S.E., M.Si., dilanjut  Kapolsek  Kedawung  Kompol  H. Ahmad Nasori, S.H., Danramil Tengah Tani diwakili    oleh  Babinsa  Joko,   Tokoh  Masyarakat  Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md. dan Ketua  Panitia Pembangunan Dede Verianto.

HADIR PSIB Kabupaten Cirebon sesaat sebelum acara. Foto Mustamid 
Peletakan   batu   pertama   dimaksudkan  adalah  sebagai  tanda  dimulainya  Pembangunan  Musholah Al-Barokah , tampak  hadir  pula  jajaran Dewan  Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon  dipimpin  oleh  Marwah,  S.ST., M.M. pada  Selasa  (15/09/26).

Dalam sambutanya,   Camat,  berharap  agar pembangunan Musholah Al-Barokah  ini  dapat  berjalan  lancar  dan mendapat perhatian dari semua  pihak  khususnya  umat  Islam dimanapun  berada,  sehingga  dapat  segera  digunakan  sebagai  sarana Ibadah dalam  meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan  kepada  Allah SWT  sang  pencipta  alam  semesta.

Kita harus yakin bersodaqoh  pasti   Allah  akan  mengganti  dua  kali  lipat  seperti   pengalaman saya  sendiri  pada   saat  memberikan  sodaqoh  asal  ucap  tapi  dilalanya  siang  langsung  Allah  ganti,   tuturnya.


Sementara   Kapolsek  Kedawung,  dalam  sambutanya, berpesan kepada warga  Blok H.I.J.  Desa Battembat Kecamatan Tengah tani dengan adanya Musholah  Al-Barokah   diharapkan   dijadikan  ajang   silaturrahmi   dan  sebagai  tempat sarana ibadah untuk meingkatkan keiman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, pintanya.

Ketua Panita Musholah Al-Barokah di  dampingi seksi  pembangunan Juana Setiadi dan Sutana, pihaknya  merasa  optimis  pembangunan  Musholah Al-Barokah  ini  dapat berjalan lancar sesuai rencana, kami minta doa restu  dan dukungan dari umat Islam dimanapun berada  Khususnya di wilayah Kecamatan Tengah tani dan sekitarnya demi terwujudnya  pembangunan  ini. 

Sebelumnya   kami  melakukan pembangunan berkordinasi  terlebih  dahulu  dengan  pengembang (developer)  pihak  Trusmiland  dengan   disertai   Proposal  namun sampai saat ini dari pihak Trusmiland  belum memberikan apapun padahal fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos)  merupakan kewajiban bagi setiap pengembang. Namun kami panitia tetap berjalan dan merasa optimis dapat berdiri Musholah tersebut, mangga kepada siapapun untuk berpartisipasi seikhlasnya untuk tabungan akhirat.

Tokoh  masyarakat  Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md. yang berlatar belakang pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Masyarikul Anwar di bawah asuhan K.H. Machtum Hanan. Pihaknya berharap setelah Musholah Al-Barokah ini  selesai  dibangun bukan hanya sebagai sarana ibadah sholat lima waktu, sholat  taraweh  dan  Sholat Idul fitri / Idul Adha dan sebagainya.

Akan  tetapi  juga  mampu  menjadi  pusat  pengembangan  Akhlak, kegiatan pendidikan keagamaan, dan pembinaan generasi muda yang Islami  dan  berakhlakul  karimah.  

Saya  mengajak  semua  pihak  marilah kita niatkan  setiap  langkah  dan upaya dalam pembangunan Musholah Al-Barokah ini sebagai  amal  jariyah   yang  pahalanya  akan  terus  mengalir  hingga   yaumil  akhir,  sebagaimana  sabda  Nabi Muhammad SAW yaitu “ Barangsiapa  yang membangun Masjid / Musholah  karena  Allah,  maka Allah  akan  bangunkan   untuknya  rumah di surga,“  tandasnya.

Masih  dikatakan  Mustamid,  Sejak  dua  tahun  yang  lalu  pihaknya ingin sekali di Blok H.I.J. mempunyai musholah sendiri,  karena setiap kali melaksanakan Sholat Taraweh, Sholat Idul Fitri / Idul Adha dilaksanakan dengan menggelar tikar di jalan,  apabila hujan  jamaah pada berlarian mencari  tempat  berteduh.   

Sementara  kalau  sholat  Idul  Fitri  dan  Idul  Adha matahari terbit  sehingga  merasakan panas karena tidak ada tenda, belum kalau  sholat  Jumat  harus  menempuh 2 km perjalanan.  Berangkat dari  situ  pihaknya    sebagai   Tokoh  Masyarakat sekaligus sebagai Iman dan Khotib  merasakan  keprihatinan  dan  sangat miris  tidak  mempunyai  sarana ibadah.  

Oleh karenanya,  tepatnya  Hari Rabu  tanggal 19 Agustus 2026 pada saat 7 bulan bapaknya Pak Andi, mengajak kembali  warga  kompak  saling bahu-membahu bergotong royong untuk membangun Musholah, Alhamdulillah mendapat dukungan dari warga Blok H.I.J. sehingga  pada hari ini Selasa tanggal 15 September 2026 dapat  melaksanakan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Cirebon  sebagai  bentuk  dimulainya pembangunan  Musholah. Tuturnya.

Lanjut dikatakan Mustamid, dalam  kepanitian  pembangunan Musholah Al-Barokah telah mendapatkan SK Panitia dari Kuwu Battembat H. Muhamad Khoid, S.H., M.H. Nomor: 400.22/09/SK/DS/VIII/2026 Tanggal 26 Agustus 2026 dan Rekomendasi dari Kuwu Battembat Nomor: 140/23/SK/DS/VIII/2026 Tanggal 26 Agustus 2026, serta  Rekomendasi Camat Tengah tani  Tanggal 28 Agustus 2026 Nomor: 400.9.7/241/Ekbangsos di tanda tangani Hj. Susi Setiawati, S.E., M.Si. selaku Camat. Menyinggung nama Al-Barokah pada Musholah tersebut,  memang  saya yang memberi nama itu, dengan  harapan  terwujudnya Musholah  Al-Barokah menjadi keberkahan, kebaikan, kemanfaatan  buat  warga  blok  H.I.J. sebagaimana  Al-Barokah artinya keberkahan (ziadatul khair; tambahnya kebaikan) untuk lingkungan atau  berlimpahnya  kenikmatan  dari  Allah  SWT.  Pungkasnya.


Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HADIR Bupati Cirebon (tengah berpeci) saat menghadiri acara HLM TPID. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon Imron menekankan pentingnya menjaga stabilitas pangan melalui kerja sama antardaerah saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Ciayumajakuning Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Cirebon tersebut berlangsung di Hotel Luxton Cirebon, Selasa (15/9/2026), dengan tema memperkuat resiliensi melalui pengendalian inflasi dan akselerasi transformasi digital untuk ekonomi Ciayumajakuning yang inklusif dan berkualitas.

Imron mengatakan, karakteristik Kabupaten Cirebon membuat aktivitas ekonomi masyarakat tidak hanya berlangsung di wilayah administrasi kabupaten, tetapi berkaitan erat dengan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengendalian inflasi perlu melihat keterkaitan ekonomi antarwilayah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu daerah, karena pasokan dan distribusi pangan saling berkaitan di wilayah Ciayumajakuning,” kata Imron.

Ia menyebut Kabupaten Cirebon masih bergantung pada sejumlah daerah sekitar untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan, terutama pasokan dari Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

Karena itu, Pemkab Cirebon terus menerapkan strategi 4K dalam menjaga stabilitas harga, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

“Kerja sama antardaerah perlu diperkuat agar langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Imron juga mengharapkan forum koordinasi yang difasilitasi BI dapat berlangsung secara rutin dan menghasilkan kesepakatan serta rencana aksi yang dapat ditindaklanjuti setiap pemerintah daerah.

Ia menilai koordinasi tersebut penting untuk mengantisipasi berbagai potensi tekanan terhadap perekonomian daerah, termasuk dampak kondisi ekonomi global terhadap harga dan distribusi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan, hasil pemetaan neraca pangan menunjukkan adanya komoditas yang mengalami surplus maupun defisit di sejumlah wilayah Ciayumajakuning.

Untuk komoditas beras, kata dia, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon tercatat mengalami defisit, sedangkan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka memiliki kapasitas produksi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan wilayah lain.

“Indramayu, Kuningan, dan Majalengka merupakan sentra produksi yang dapat dikerjasamakan agar kebutuhan pangan di Ciayumajakuning tercukupi,” kata Wihujeng.

Selain beras, menurut dia, cabai menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena beberapa wilayah mengalami defisit, sementara Majalengka memiliki potensi pasokan untuk mendukung daerah lainnya.

BI Cirebon juga mengusulkan sejumlah langkah, antara lain pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) pangan atau penugasan BUMD yang sudah ada, integrasi sistem informasi, kemitraan dengan offtaker, serta penyusunan aspek hukum kerja sama antardaerah.



(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SAMBUTAN Sekda Kabupaten Cirebon saat memberikan sambutan. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pemilih dalam setiap gelaran pemilu, tetapi ikut mengambil peran sebagai subjek sekaligus agen demokrasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (15/9/2026).

Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala dalam sambutannya, demokrasi tidak berhenti pada pelaksanaan pemilu.

Demokrasi juga membutuhkan masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya, mampu menyampaikan aspirasi secara santun, menghargai perbedaan, serta ikut menjaga kehidupan sosial dan politik yang sehat.

Menurutnya, tantangan demokrasi semakin kompleks di era digital. Masyarakat harus mampu menghadapi derasnya arus informasi, termasuk hoaks, disinformasi, dan berbagai bentuk manipulasi politik.

“Karena itu, kemampuan untuk memahami, menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang demokratis,” kata Hendra saat membacakan sambutan Bupati Cirebon Imron.

Hendra memastikan Pemkab Cirebon mendukung upaya penguatan pendidikan demokrasi dan partisipasi masyarakat.

Melalui Sekolah Demokrasi, peserta diharapkan mampu menjadi agen yang menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang cerdas, santun, inklusif, dan berintegritas, sehingga demokrasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dorong Pemilih Rasional

Sementara itu, Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, menilai Sekolah Demokrasi Caruban Nagari menjadi ruang penting untuk membentuk pemilih yang lebih rasional.

Ia mengutip klasifikasi pemilih dalam teori Agens Demokrasi, yakni Hobbit, Hooligan, dan Vulkan. Pemilih Hobbit digambarkan sebagai pemilih yang apatis dan menentukan pilihan karena faktor nonpolitik. Sementara Hooligan, cenderung fanatik terhadap pilihan politik tertentu.

Adapun pemilih Vulkan merupakan pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional dalam menentukan pilihan.

“Jadi, dari teori tadi, kita bertujuan Cirebon Nagari ini adalah mengajak rekan-rekan semua untuk masuk pada kategori Vulkan. Pemilih Vulkan,” kata Sapi’i.

Menurut Sapi’i, pemilih rasional tidak sekadar menentukan pilihan karena kedekatan atau fanatisme. Mereka mempertimbangkan program, rekam jejak, dan kapasitas calon sebelum menentukan pilihan politik.

Namun, ia menekankan bahwa proses pendidikan demokrasi tidak boleh berhenti pada kemampuan memilih secara rasional. Generasi muda juga perlu mengambil posisi sebagai subjek kepemiluan.

“Bekal ilmu itu, kalau sudah masuk kategori Vulkan, maka harus diimplementasikan pada kategori berikutnya, yaitu sebagai subjek kepemiluan,” ujar Sapi’i.

KPU Jawa Barat juga mendorong peserta Sekolah Demokrasi Caruban Nagari untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.

Sapi’i mengatakan, generasi muda memiliki peluang untuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu, mulai dari PPK, PPS, KPPS hingga Pantarlih sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut berdasarkan pembaruan Data Pemilih Berkelanjutan semester I, sekitar 59 persen pemilih di Jawa Barat berasal dari generasi Y dan Z.

“Artinya generasi adik-adik semua nanti yang akan terbesar menjadi pemilih ke depan,” kata Sapi’i.

Sapi’i juga meminta peserta memanfaatkan jejaring dan media sosial untuk membantu KPU menyebarluaskan pendidikan pemilih kepada lingkungan masing-masing.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen sosialisasi, karena lebih dekat dengan komunitas dan lingkungan digital mereka.

Senada disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati. Esya mengatakan, Sekolah Demokrasi Caruban Nagari dirancang untuk mempertemukan berbagai generasi sekaligus membentuk ekosistem demokrasi di Kabupaten Cirebon.

“Generasi Z, generasi Alfa, bertemu menjadi satu, berakulturasi menjadi satu, sehingga membentuk sebuah ekosistem demokrasi di Kabupaten Cirebon,” kata Esya.

Ia menjelaskan, KPU Kabupaten Cirebon telah melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan keterwakilan peserta dari kawasan timur, barat, selatan, utara, dan tengah.

Kegiatan kali ini melibatkan peserta dengan rentang usia hingga 30 tahun. Sementara peserta yang lebih muda, termasuk siswa SMP berusia sekitar 14 tahun, akan mendapatkan ruang pendidikan demokrasi melalui tahapan atau program berikutnya.

“Tujuannya sudah jelas. Kami ingin mencetak agen-agen demokrasi di setiap wilayah,” ujarnya.

Sekolah Demokrasi Caruban Nagari berlangsung secara hybrid, dengan hari pertama dilaksanakan secara daring dan hari kedua secara luring.

Kegiatan luring tersebut bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September.


(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
AUDENSI Ketua DPRD saat menerima audensi. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, CIREBON

Tak lama setelah menyelesaikan agenda formal Rapat Paripurna terkait kesepakatan KUA-PPAS Perubahan 2026, DPRD Kabupaten Cirebon langsung beralih ke fungsi pengawasan. Pada Senin (14/9/2026), Ketua DPRD Dr. Sophi Zulfia, SH, MH, memimpin audiensi khusus bersama tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk membedah sejumlah penyimpangan dan kelemahan statistik di lingkungan Pemkab Cirebon.

Audiensi yang berlangsung di ruang Badan Anggaran (Banggar) ini mengemuka tiga isu krusial: perizinan usaha ilegal, penerapan sistem merit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta transparansi seleksi Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM).

Sophi mengungkapkan adanya temuan LSM terkait perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi tanpa izin resmi. Hal ini mencerminkan lemahnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pengawasan lapangan.

WAWANCARA Ketua DPRD saat diwawancara. Foto Ramadhan 
“Ya, tadi kan terkait ada tiga hal. Yang pertama adalah persoalan perizinan, terus kemudian pemberlakuan Perda,” ujar Sophi.

Ia juga mengkritik kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilai belum maksimal dalam menindak pelanggaran tersebut. “Dengan adanya keluhan atau aduan yang seharusnya cepat tanggap, ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai ada perusahaan ilegal yang justru dilindungi oleh birokrasi kelambanan,” tegasnya.

Isu kedua yang tak kalah panas adalah rotasi dan mutasi jabatan ASN. LSM berpikir apakah Pemkab Cirebon benar-benar telah menerapkan sistem merit atau manajemen talenta sesuai amanat undang-undang.

“Yang kedua masalah rotasi mutasi jabatan, bagaimana sistem merit atau manajemen talenta itu memang sudah atau belum diterapkan di Kabupaten Cirebon?” tanya Sofi. Ia mendesak agar promosi jabatan didasarkan pada kompetensi, bukan faktor non-teknis, untuk menciptakan kompetensi yang profesional.

Poin paling sensitif dalam audiensi ini adalah proses seleksi Direktur Utama PDAM. DPRD menyoroti hilangnya dokumen penting berupa rekomendasi rekam jejak (track record) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Berkaitan proses seleksinya, disampaikan oleh bagian perekonomian bahwa harus adanya track record dari BKN. Itu saya tanyakan juga apa hasil rekomendasinya, tapi belum keluar,” ungkap Sophi dengan nada keras.

Sophi menekankan bahwa integritas calon pemimpin BUMD adalah harga mati. Tanpa rekomendasi BKN yang jelas, dewan khawatir proses seleksi rawan terhadap konflik kepentingan.

Menangapi semua aduan tersebut, Sophi meminta seluruh SKPD yang hadir untuk berhenti saling melempar tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa persoalan lintas sektor harus diselesaikan melalui koordinasi yang solid.

“Kami mengapresiasi perhatian tiga LSM terhadap berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan. Masukan ini perlu ditindaklanjuti dengan data yang lengkap agar setiap persoalan dapat dikaji secara objektif,” tutupnya.

DPRD Kabupaten Cirebon memberikan batas waktu bagi eksekutif untuk memberikan klarifikasi tertulis dan bukti tindak lanjut atas ketiga isu tersebut usai audensi.

( Ramadhan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HARLAH Brother meriahkan acara ulang tahun. Foto Iman
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Komunitas Saudara sukses menggelar peringatan HUT ke-4 pada Sabtu (12/9) mulai pukul 20.00 WIB, di Sampiran, Kecamatan Talun. Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan nuansa kekeluargaan.

Perayaan ini dipimpin langsung

oleh Ketua Angemon dan dihadiri oleh Pembina Komunitas Om Nelcko. Kehadiran pembina dan ketua menjadi simbol kuatnya sinergi kepemimpinan dalam menjaga arah dan soliditas Saudara selama 4 tahun.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya *puluhan anggota komunitas pemilik mobil*. Deretan anggota mobil yang terparkir rapi di area Sampiran menjadi ciri khas Brothers sebagai komunitas otomotif yang kompak.

Angemon dalam Perayaannya menyampaikan rasa terima kasih atas perjalanan 4 tahun Brothers. “Terima kasih untuk semua member yang tetap solid. Kita bukan hanya komunitas, tapi keluarga besar yang saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Komunitas Om Nelcko mengapresiasi kekompakan anggota. “Jaga terus nilai persaudaraan. Jadikan Saudara sebagai contoh komunitas yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Talun,” pesannya.

Rangkaian acara Aniversarry ke-4 diisi dengan tasyakuran, doa bersama, ramah tamah, sesi foto bersama mobil, serta pemaparan program kerja ke depan. Lokasi *Sampiran, Kecamatan Talun* dipilih karena strategis dan dekat dengan basis anggota.

POTONG KUE Ketua dan Pembina saat potong kue. Foto Iman 

Memasuki tahun ke-5, Saudara menargetkan kegiatan yang lebih terstruktur. Rencananya akan ada kegiatan sosial, touring, dan kolaborasi dengan komunitas lain agar berdampak positif. Saudara semakin dirasakan masyarakat luas.

Dengan semangat “Solid Satu Tujuan”, Aniversarry ke-4 ini menjadi kenangan akan pentingnya kebersamaan. “Semoga Brothers terus tumbuh, tetap rendah hati, dan selalu memberi manfaat,” tutup Nelcko.

Brothers adalah komunitas otomotif yang beranggotakan para pemilik mobil di wilayah Talun dan sekitarnya, dengan fokus pada persaudaraan, kekompakan, dan kegiatan sosial.

Iman Sugiman