stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Irwan, ST, S.Kom, MM. Foto Infokom

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka
Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.

Kebijakan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau yang dikenal dengan PP Tunas, yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Irwan, ST, S.Kom, MM menyambut baik kebijakan yang diterbitkan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai aturan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan teknologi digital.

Aturan tersebut merupakan upaya penting dalam menjaga generasi muda dari dampak negatif penggunaan teknologi digital yang semakin luas.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Diskominfo tentu mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko di ruang digital,” tutur Kadiskominfo, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, ruang digital saat ini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas. Namun, tanpa pengawasan yang memadai, ruang digital juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko seperti paparan konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan penggunaan gawai.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui berbagai program edukasi dan literasi digital kepada masyarakat.

“Langkah yang dilakukan pemerintah pusat ini merupakan suatu bentuk apresiasi yang tentu harus kita tindaklanjuti dan kita sosialisasikan hingga ke tingkat bawah, mulai dari kecamatan, desa dan sekolah,” ujarnya.

Menurut Irwan kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital menuju visi Indonesia Emas.

Selain itu, ia menegaskan bahwa peran keluarga dan lingkungan pendidikan sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital.

“Pengawasan dari orang tua serta pendampingan dari sekolah menjadi kunci agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri,” pungkasnya.

Editor : Koharrudin
Sumber DinasInfokom Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

PERBAIKAN infrastruktur jalan menjelang Lebaran 1447 H. Foto Infokom

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menjelang Lebaran 1447 H. Sebanyak 30 titik jalan yang tersebar di sejumlah wilayah mulai dikerjakan guna memastikan arus mudik dan aktivitas masyarakat berjalan lancar dan aman.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan bahwa total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 117 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp 143 miliar. Proses pengadaan dilakukan secara langsung agar pengerjaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kita kejar sebelum Lebaran. Harapannya masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih baik saat mudik dan silaturahmi. Kalau pun ada yang belum selesai, sisanya kita lanjutkan setelah Lebaran,” ujar Eman, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, percepatan proyek tidak hanya berorientasi pada waktu, tetapi juga pada kualitas pekerjaan. Ia mengingatkan para pengusaha dan kontraktor agar menjaga integritas serta tidak bermain-main dalam pelaksanaan proyek.

“Pengusaha harus menjaga kepercayaan publik. Kualitasnya harus bagus. Tidak boleh ada praktik diperjualbelikan atau main tangan. Ini uang rakyat,” tegasnya.

TERLIHAT beberapa pekerja sedang memperbaiki jalan. Foto Infokom

Saat ini, perbaikan sudah mulai berjalan di sejumlah titik. Alat berat dan para pekerja terlihat melakukan tambal sulam hingga peningkatan struktur jalan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan cukup parah.

Bupati memastikan pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan melibatkan dinas teknis untuk turun langsung memantau progres serta mutu pekerjaan di lapangan.

“Kita tidak ingin asal cepat tapi mutunya jelek. Lebih baik terukur, tapi hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pemkab Majalengka berharap, perbaikan ini tidak hanya mendukung kelancaran arus kendaraan saat Lebaran, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sejumlah warga menyambut baik percepatan perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab Majalengka. Mereka berharap pengerjaan benar-benar tuntas sebelum arus mudik Lebaran mulai meningkat.

Asep (45), warga Ciomas Maja, mengaku kondisi jalan yang rusak selama ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengendara roda dua.

“ Alhamdulilah menjelang Lebaran jalur Maja - Sukahaji sudah diperbaiki yang lubang - lubangnya. Mudah-mudahan kualitasnya tahan lama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti (38), warga Kecamatan Ligung. Ia menilai perbaikan jalan akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pedagang dan pelaku usaha kecil pasti terbantu kalau akses jalannya lancar. Alhamdulilah jalan Bantarwaru - Bongas sudah diperbaiki dengan hotmix yang mulus," tuturnya .

Warga berharap pemerintah terus melakukan pengawasan ketat agar proyek berjalan sesuai standar dan tidak cepat rusak setelah selesai dikerjakan.

Editor : Koharrudin
Sumber : Infokom Kabupaten Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BERSAMA para mahasiswa dalam acara pertemuan. Foto Prokopim

Suara Semesta, Kota Cirebon
Suasana hangat namun sarat akan diskusi kritis mewarnai ruang pertemuan di Balai Kota Cirebon pada Rabu (4/3/2026). Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah, Sumanto, beserta seluruh jajaran perangkat daerah, menerima audiensi dan dialog terbuka dari Aliansi BEM Cirebon Raya. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi satu tahun masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Cirebon tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Baginya, kehadiran mahasiswa yang menyoroti kinerja pemerintah adalah bukti bahwa dinamika pembangunan di Kota Cirebon berjalan dengan aktif. Ia memandang masukan dari kaum intelektual muda sebagai bahan bakar untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan ke depan.

"Kami dari jajaran pemerintahan tidak antikritik. Saya justru senang dengan kehadiran teman-teman semua di sini. Menyoroti kinerja kepala daerah selama satu tahun ini berarti saya sudah melakukan sesuatu. Kalau saya tidak disoroti, justru saya khawatir jangan-jangan saya tidak melakukan apa-apa," ujarnya.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa jabatan yang diemban saat ini bentuk tanggung jawab moral. Ia memiliki visi besar agar Kota Cirebon mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat, meski ia mengakui bahwa mewujudkan visi-misi lima tahun dalam waktu satu tahun bukanlah perkara instan.

"Saya ingin mengubah kota kelahiran saya ini menjadi lebih baik. Wong kita asli wong Cirebon ya, jadi saya ingin kota saya setara dengan kota-kota lainnya di Jawa Barat. Memang baru berjalan satu tahun, sedangkan visi-misi kita untuk lima tahun ke depan. Namun, apa yang bisa kita optimalkan hari ini, besok, dan lusa, akan terus kita upayakan dengan maksimal," tegasnya.

Di kesempatan tersebut, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Alief Bintang Angkasa, hadir membawa sejumlah poin tuntutan krusial. Aliansi mahasiswa mendesak pemerintah untuk memberikan langkah konkret dan terukur dalam merealisasikan visi SETARA (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, dan Aman). Alief menyoroti berbagai sektor mulai dari kesejahteraan guru honorer hingga masalah infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

PEMAPARAN seorang mahasiswa dalam acara dengan Walikota. Foto Prokopim

“Kami membawa aspirasi terkait pemerataan sarana prasarana pendidikan dan gaji honorer. Selain itu, tata ruang kota seperti drainase untuk mengatasi banjir, kepadatan penduduk, hingga masalah transportasi umum dan penerangan jalan umum (PJU) harus menjadi prioritas. Kami juga menuntut transparansi data dan penjaminan status BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu agar tepat sasaran,” tutur Alief Bintang Angkasa dalam pemaparannya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wali Kota Cirebon menyambut baik poin-poin yang disampaikan. Ia mengajak para mahasiswa untuk memahami dinamika birokrasi, seraya berharap di masa depan akan muncul pemimpin-pemimpin baru dari kalangan mahasiswa yang saat ini sedang berjuang memberikan kritik membangun. Menurutnya, estafet kepemimpinan harus terus berlanjut dengan prinsip mempertahankan program yang baik dan memperbaiki yang masih kurang.

“Dulu saya juga pernah muda, pernah jadi mahasiswa seperti teman-teman. Insyaallah, mudah-mudahan ada generasi penerus dari sini yang nanti duduk jadi Wali Kota atau Bupati. Tugas saya sekarang adalah meneruskan perjuangan masa lalu, yang tidak baik saya buang, yang baik saya teruskan dan kita sempurnakan bersama,” tambah Wali Kota.

Wali Kota berharap dialog ini menjadi titik temu untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. "Semua tujuannya sama, demi mewujudkan Kota Cirebon yang lebih sejahtera dan tertata," harapnya.


Editor : Koharrudin
Dokumentasi :  Dede Sofyan Hadi
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
WAKIL Walikota Cirebon saat hadiri malam Cap Go Meh. Foto Prokopim

Suara Semesta, Kota Cirebon
Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus merawat ruang keberagaman melalui penguatan identitas budaya. Hal ini diwujudkan dalam perayaan Malam Kesenian Cap Go Meh 2577 yang digelar meriah di Vihara Dewi Welas Asih, Selasa (3/3/2026) malam. Acara ini dipandang sebagai refleksi nyata dari Kota Cirebon yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perayaan Malam Kesenian Cap Go Meh bukan sekadar rutinitas kalender tahunan atau tontonan seni belaka. Ia menekankan pentingnya memaknai perayaan ini sebagai upaya kolektif dalam memberikan ruang bagi setiap entitas budaya untuk mengekspresikan diri secara setara tanpa ada sekat perbedaan.

"Pemerintah Kota Cirebon memandang momentum ini sebagai manifestasi identitas kita sebagai kota yang inklusif. Acara ini perlu kita maknai sebagai upaya bersama dalam memfasilitasi setiap entitas budaya untuk mengekspresikan diri secara setara," ujar Wakil Wali Kota di hadapan para tokoh lintas agama dan budayawan.

Lebih lanjut, Ia menyoroti keberadaan Vihara Dewi Welas Asih yang telah lama menjadi simbol kedewasaan masyarakat Kota Cirebon dalam mengelola perbedaan. Sejarah panjang kota ini mengajarkan bahwa kerukunan bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari komunikasi sosial yang terus-menerus dijaga di berbagai ruang publik.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari bahwa modal sosial berupa toleransi adalah fondasi utama bagi stabilitas pembangunan. Tanpa adanya harmoni di tengah masyarakat, kebijakan pembangunan sesempurna apa pun akan sulit diimplementasikan. Oleh karena itu, menjaga iklim yang kondusif menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.

Ke depan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat narasi pembangunan yang partisipatif. Tujuannya agar setiap sudut kota, termasuk kawasan cagar budaya, dapat menjadi ruang dialog yang aktif di mana pemerintah dan warga bisa saling bersinergi demi kemajuan daerah.

DITENGAH TENGAH warga Kota Cirebon. Foto Prokopim

Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah menjaga kebersihan dan kerukunan. "Kami ingin Kota Cirebon tetap menjadi destinasi yang aman bagi wisatawan sekaligus rumah yang nyaman bagi seluruh warganya, terlepas dari latar belakang suku maupun agama," ujarnya.

Apresiasi tinggi turut diberikan kepada seluruh panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah bekerja keras memastikan acara berjalan tertib. Kerja sama yang apik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat di Kota Cirebon.

Menutup rangkaian acara, Wakil Wali Kota berharap semangat kebersamaan yang terpancar pada malam Cap Go Meh ini dapat membawa kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat. Persatuan yang kokoh diharapkan menjadi modal kuat bagi kemajuan Kota Cirebon di masa depan.

"Semoga semangat kebersamaan ini membawa kemajuan bagi kita semua, serta memperkokoh persatuan di Kota Cirebon," pungkasnya.

Editor : Koharrudin
Dokumentasi :  Beni Agus Pratama
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BERSAMA Kapolres Cirebon Kota saat meninjau GPM. Foto Prokopim

Suara Semesta, Kota Cirebon
Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen dalam mengawal ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa. Dukungan ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan jajaran kepolisian dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebuah inisiatif yang dirancang untuk memastikan warga tetap bisa menjangkau kebutuhan dapur di tengah fluktuasi harga pasar yang kerap terjadi di bulan suci.

Langkah nyata ini terlihat saat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir langsung dalam kegiatan GPM yang diinisiasi oleh Polres Cirebon Kota di Lapangan Voli Kebon Pelok, Selasa sore (03/03/2026). Wali Kota menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kepolisian yang bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat. 

"Alhamdulillah, warga Kota Cirebon bisa merasakan langsung manfaat dari pasar murah yang diselenggarakan oleh Pak Kapolres dan jajaran Kepolisian ini. Kami sangat mengapresiasi dan berharap gerakan semacam ini bisa terus berlanjut, tidak hanya dari kepolisian, tapi juga dari instansi-instansi lainnya," ujarnya di sela-sela peninjauan stan pangan.

Terkait perbandingan harga, ia menjamin bahwa seluruh komoditas yang dijual dalam GPM ini berada di bawah harga eceran pasar pada umumnya. 

"Harga di sini dipastikan lebih murah daripada harga di pasar. Insyaallah, nanti saya bersama BI, dinas ketahanan pangan, Forkopimda, dan rekan-rekan DPRD juga akan turun langsung melakukan sidak ke pasar-pasar di Kota Cirebon untuk memantau perkembangan harga secara riil," tambahnya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar. Kehadiran Irwasda Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Benny Subandi, semakin mempertegas sinergitas antara Pemerintah Daerah, Polda Jabar, dan unsur Forkopimda dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Irwasda Polda Jabar, Kombes Pol. Benny Subandi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program terukur yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah hukum Polda Jawa Barat. Fokus utamanya adalah menekan lonjakan harga pada komoditas yang paling krusial bagi rumah tangga.

"Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap dua minggu sekali secara bergilir. Harapannya, ini bisa menekan harga pasar sehingga masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok, terutama beras dan minyak yang sangat penting," jelas Kombes Pol. Benny Subandi.

GERAKAN pangan murah yang digelar Pores Cirebon Kota. Foto Prokopim 

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengawasan distribusi. Menurutnya, pemantauan rutin bersama Dinas Perdagangan, Bulog, hingga Bank Indonesia sangat vital agar harga tidak melambung. 

"Kita harus pastikan harga tidak melambung tinggi karena ini menyangkut kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat," tegasnya.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menambahkan bahwa GPM bukan sekadar seremoni musiman, melainkan bentuk kehadiran Polri sebagai solusi atas keresahan ekonomi masyarakat. Lonjakan kebutuhan selama Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka dan sahur, sering kali memicu fluktuasi harga yang memberatkan warga berpenghasilan rendah.

"Gerakan Pangan Murah adalah wujud komitmen kami untuk hadir memberi solusi nyata atas persoalan sosial ekonomi yang dirasakan warga. Kami sadar momentum Ramadan identik dengan peningkatan kebutuhan, maka kami hadir untuk menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga," ungkap AKBP Eko Iskandar.

Pihak Polres Cirebon Kota pun menyediakan stok yang cukup beragam, mulai dari beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000, telur ayam Rp28.500 per kilogram, hingga daging sapi di angka Rp120.000 per kilogram. Harga-harga tersebut terbukti mampu menarik minat ratusan warga yang telah mengantre dengan tertib.

Menariknya, acara ini tidak hanya soal urusan perut. Panitia juga menyisipkan layanan bakti kesehatan gratis. Warga yang datang bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat secara cuma-cuma. Layanan ini sangat membantu para lansia dan kelompok rentan untuk tetap memantau kondisi fisik mereka selama menjalankan ibadah puasa.

Editor : Koharrudin
Dokumentasi :  Devi Triya Andriyani
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati