stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TINJAU Kapolda beserta jajaran tinjau langsung arus mudik. Foto Humas

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Jajaran Polda Jawa Barat melakukan peninjauan langsung arus balik Lebaran di wilayah hukum Polresta Cirebon dengan mengunjungi Pos Pelayanan Rest Area 229B, Jumat malam (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelancaran lalu lintas serta keselamatan para pemudik yang kembali ke daerah asal maupun kota tujuan.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jabar, di antaranya Karoops Polda Jabar Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar, Dirintelkam Kombes Pol. Sukendar Eka Ristyan, Dirreskrimum Kombes Pol. Ade Saparo, Dirlantas Kombes Pol. Raydin Kokrosono, Kabiddokkes Kombes Pol. drg. Iwansyah, Kabid TIK Kombes Pol. Parojahan Simanjuntak, serta Kabid Humas Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Rombongan disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakapolresta AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., serta jajaran pejabat utama Polresta Cirebon. Turut hadir Danyon C Pelopor Brimob Polda Jabar Kompol Apt. Bagus Amrullah Nurul Imaman, S.Farm., S.I.K., personel gabungan, serta stakeholder terkait.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa pengamanan arus balik menjadi perhatian utama. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan dalam mengantisipasi kepadatan kendaraan serta potensi gangguan keamanan dan keselamatan lalu lintas.

“Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan, menjamin keselamatan pemudik, dan memastikan kehadiran anggota Polri secara langsung di tengah masyarakat. Personel harus siaga, responsif, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

SAMBUT Kapolresta Cirebon sambut kunjungan Kapolda Jabar. Foto Humas 

Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, termasuk pos pelayanan dan pengamanan, guna mendukung kelancaran arus balik di wilayah Kabupaten Cirebon.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pemudik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat demi menghindari kelelahan selama perjalanan.

Dengan kesiapan pos pelayanan di berbagai titik, termasuk di Rest Area 229B, diharapkan para pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar selama momentum arus balik Lebaran tahun ini.

Editor : Koharrudin 
Sumber : Humas Polresta Cirebon 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
POLISI tolong masyarakat yang melahirkan. Foto Herry
Suara Semesta, 
Kabupaten Kuningan
Di tengah padatnya arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Kuningan, sebuah aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Dengan sigap, petugas memberikan pengawalan prioritas bagi sebuah kendaraan pribadi milik warga Desa Baok Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan yang tengah membawa seorang ibu hamil yang akan segera melahirkan, Senin (23/3/2026).

Kejadian bermula saat petugas yang tengah berpatroli mendapati seorang pengendara mobil dalam kondisi terburu-buru dan meminta bantuan. Mengetahui adanya keadaan darurat medis, petugas langsung menyalakan sirene dan membuka jalan kepadatan arus lalu lintas untuk memastikan ibu segera mendapatkan penanganan medis.

Setibanya di depan Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit Wijaya Kusuma, petugas tidak hanya mengawal, tetapi juga membantu memapah sang ibu keluar dari mobil dan mengantarkannya hingga ke meja pendaftaran dan ruang tindakan.

Tidak hanya itu, di tempat yang berbeda petugas juga membantu seorang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas ringan. Anggota Satlantas segera memberikan bantuan pertama serta situasi pengamanan agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih panjang.

LANGSUNG diantar ke UGD. Foto Herry 
Menangapi aksi tersebut, Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, memberikan apresiasi tinggi kepada anggotanya yang bertugas di lapangan. Kasat menegaskan kehadiran polisi di jalan bukan hanya untuk penegakan hukum, melainkan juga untuk memberikan pelayanan kemanusiaan.

 Aksi pengawalan ibu hamil hingga membantu korban laka ringan ini adalah bentuk nyata dari dedikasi kami dalam memberikan pelayanan prima. Keselamatan dan ketepatan waktu dalam kondisi darurat seperti ini adalah prioritas utama kami,” ujar Kasat.

Kasat menyebut bahwa selalu mengedepankan pelayanan kemanusiaan di lapangan. Kehadiran anggota tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan keselamatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan, seperti ibu yang ingin melahirkan maupun korban laka ringan.

Kasat juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tertib lalu lintas serta memberikan prioritas kepada kendaraan darurat.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan saling menghormati di jalan. Berikan prioritas kepada kendaraan yang membawa pasien atau dalam kondisi darurat, demi keselamatan bersama,” Kasat.

Sementara itu, Warga Desa Baok yang dibantu tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak kepolisian. Ia mengaku sangat terbantu dengan respons cepat petugas di tengah situasi yang mendesak.

"Terima kasih banyak Bapak Polisi atas pengawalannya sampai ke rumah sakit. Semoga keluarga saya yang mau melahirkan diberi kelancaran. Terima kasih atas sinerginya bersama masyarakat," ungkapnya.

Kini, sang ibu telah mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis. Aksi heroik ini kembali mempertegas komitmen Polres Kuningan dalam mewujudkan sosok Polri yang penolong dan dekat dengan masyarakat.

Pewarta : Herry. J
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SIDAK Bupati Majalengka sidak di kantor pelayanan publik. Foto Diskominfo

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka
Mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur, Bupati Majalengka, Eman Suherman, didampingi Kepala BKPSDM, Ikin Asikin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor pelayanan publik, Selasa, (24/3/2026).

Sidak tersebut menyasar beberapa instansi strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, di antaranya Mal Pelayanan Publik (MPP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Setda Majalengka, serta Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.

Dalam keterangannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama setelah libur panjang.

“Pelayanan kepada masyarakat itu sangat penting. Jangan sampai setelah libur, pelayanan menjadi kendor. Kita ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan profesional,” ujarnya.

DISIPLIN peningkatan mutu pelayanan dengan kinerja yang baik. Foto Diskominfo

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga disiplin kerja, meningkatkan etos pelayanan, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke kantor pelayanan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM, Ikin Asikin, menambahkan bahwa kegiatan sidak ini juga bertujuan untuk memantau tingkat kehadiran dan kedisiplinan pegawai di hari pertama kerja.

“Kami ingin memastikan seluruh ASN kembali bekerja secara optimal, baik dari sisi kehadiran maupun kinerja dalam memberikan pelayanan publik,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap ASN guna meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Editor : Koharrudin
Sumber : Diskominfo Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
 PRAMUKA Kwarcab Majalengka dalam kegiatan Karya Bakti Lebaran. Foto Dsikominfo

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka 
Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Majalengka menerjunkan sebanyak 100 anggota dalam kegiatan Karya Bakti Lebaran (KBL) untuk membantu pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Mereka disiagakan di sejumlah pos pengamanan (pospam) yang tersebar di wilayah Kabupaten Majalengka.

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Majalengka, H. Muhammad Umar Ma’ruf, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kwartir Nasional Nomor 0083-00-F yang menginstruksikan seluruh jajaran Pramuka untuk turut serta membantu masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran, mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.

“Melalui Karya Bakti Lebaran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pramuka hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Fokus kami adalah memastikan para pemudik merasa aman dan nyaman saat melintasi wilayah Majalengka. Petugas kami juga telah dibekali pemahaman manajemen risiko agar pelayanan tetap optimal tanpa mengabaikan keselamatan diri,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

SAAT sedang mengatur lalu lintas. Foto Diskominfo

Sementara itu, Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka, Zaki Azhar Zaidan, menambahkan bahwa keterlibatan Pramuka Penegak dan Pandega dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas membantu pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda.

“Kami dari unsur DKC telah mengerahkan rekan-rekan Penegak dan Pandega untuk bersinergi dengan pihak Kepolisian di titik-titik rawan kemacetan. Selain membantu pengaturan lalu lintas, anggota juga aktif memproduksi konten digital storytelling bertema bela negara,” jelasnya.

Menurut Zaki, upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kerelawanan sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif di kalangan generasi muda melalui media sosial.

“Kami ingin semangat kepedulian ini tidak hanya dirasakan langsung di lapangan, tetapi juga menginspirasi lebih banyak pemuda melalui platform digital,” pungkasnya.

Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Diskominfo
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KAPOLRESTA Cirebon saat konpres. Foto Humas 

Suara Semesta, 
Kabupaten Cirebon
Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas pengamanan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, SH,SIK,MH, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribu. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencana Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Sebelum Yogyakarta Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Didugaproduksi Mem Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka Sedang uang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, katanya.

Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berrupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

BARANG bukti yang diamankan. Foto Humas 

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribu, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Memunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribu Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribu yang berisi Logo Bank, Alat Sensor Inframerah, Handphone, dan lainnya

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau Pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” tutupnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

“Masyarakat kami mengimbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

“Kalau kita melihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

“Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorlag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai elemen pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

“Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optis variabel tinta,” ucap Himawan.

Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet.

“Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia.

Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya.

Editor: Koharrudin 
Sumber : Humas Polresta Cirebon