stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TEMU MAYAT personel saat mendatangi lokasi kejadian. Foto Humas
Suara Semesta, Kota Cirebon 
Laporan masyarakat melalui Layanan Polisi 110 segera ditindaklanjuti personel Polsek Cirebon Selatan Timur terkait ditemukannya seorang laki-laki meninggal dunia di Kp. Katiasa Baru, Jalan Angkasa Raya RT 06 RW 01, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (09/09/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Cirebon Selatan Timur bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal, dengan melibatkan Panit I Reskrim IPTU F. Heru Purwandhali, S.H., piket Reskrim, piket QR, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalijaga, serta berkoordinasi dengan Inafis Polres Cirebon Kota dan PSC 119 Kota Cirebon.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., menyampaikan bahwa respons cepat terhadap informasi masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan setiap kejadian, termasuk ketika masyarakat menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri atau diduga meninggal dunia, sehingga petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan langkah penanganan sesuai prosedur.

Korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 45 tahun yang pada saat ditemukan mengenakan baju berwarna biru dan celana bahan panjang berwarna hitam, dengan posisi berada di sekitar trotoar samping warung dekat Indomaret Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Saksi pertama, Jon Walker Marbunlumbangaol, menerangkan bahwa sebelumnya korban datang ke warung miliknya dan sempat berbincang dengannya sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian korban berpindah dan duduk di trotoar sekitar warung tersebut; dalam percakapan tersebut korban sempat menyampaikan keinginannya untuk pulang ke rumahnya yang berada di Kota Depok.

Saksi kedua, Amanudin, menerangkan bahwa dirinya melihat korban sedang duduk di trotoar sekitar warung milik Jon Walker Marbunlumbangaol, namun kondisi korban terlihat tidak baik-baik saja, sehingga saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Polsek Cirebon Selatan Timur; setelah petugas kepolisian bersama PSC 119 Kota Cirebon tiba di lokasi dan melakukan pengecekan, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas kemudian melakukan pengecekan lokasi, menghubungi Inafis Polres Cirebon Kota untuk mendukung pemeriksaan di tempat kejadian, mendata keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan PSC 119 Kota Cirebon, hingga selanjutnya jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian apabila menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri atau tergeletak di tempat umum, tidak mengerumuni maupun memindahkan tubuh korban tanpa kepentingan penanganan darurat, serta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian agar petugas dapat datang ke lokasi, melakukan pengecekan, mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak medis maupun fungsi terkait.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H., menegaskan bahwa kecepatan informasi dari masyarakat sangat membantu proses penanganan kejadian di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadarkan diri, tergeletak atau diduga meninggal dunia di tempat umum agar segera menghubungi Layanan Polisi 110, sehingga petugas dapat segera datang, melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan sesuai prosedur,” ujarnya.

Editor : Koharrudin
Sumber : Humas Polres Cirebon Kota
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HADIRI Camat Weru saat menghadiri acara peringatan Maulid. Foto Suna'a/Diding
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Cahaya keimanan dan rasa cinta yang mendalam kepada Baginda Rasulullah SAW kembali menyinari hati warga Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru. Pada hari Rabu, 9 September 2026, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026/1448 Hijriah, Mushollah Al Kautsar yang terletak di Blok Bandung, RT. 11, RW. 04, menjadi pusat berkumpulnya warga yang ingin merayakan kelahiran junjungan mereka dengan penuh syukur dan kekhidmatan.
 
Suasana di sekitar Mushollah Al Kautsar sejak pagi hari sudah tampak begitu hidup dan hangat. Warga bergotong royong menyiapkan tempat, menghias lingkungan dengan sederhana namun penuh makna, dan mempersiapkan segala kebutuhan acara dengan semangat kebersamaan yang kental. Ketika waktu acara tiba, jamaah mulai berdatangan satu per satu, mengenakan pakaian terbaik mereka dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Acara yang digelar dengan nuansa kekeluargaan yang kental ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan khidmat dari awal hingga akhir, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap orang yang hadir.
 
Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Pemerintah, Bentuk Dukungan Nyata
 
Kegiatan peringatan Maulid Nabi di Mushollah Al Kautsar tahun ini terasa semakin istimewa karena mendapatkan kehormatan dihadirinya tokoh-tokoh penting dari pemerintah daerah dan masyarakat. Di antaranya adalah Bapak Camat Weru Abdul Roup, S.H., M.H., yang kehadirannya di tengah-tengah warga menunjukkan dukungan nyata pemerintah kecamatan terhadap kegiatan keagamaan yang mampu mempererat tali silaturahmi dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
 
Turut hadir mendampingi adalah Kuwu Setu Wetan Nur Wahyudi Sy., pemimpin tertinggi di tingkat desa yang selalu dekat dengan warganya. Kehadiran beliau dalam acara ini menjadi bukti bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya urusan kelompok pengajian atau warga per blok saja, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa yang harus didukung dan dilestarikan bersama.
 
POLAIR hadroh yang turut memperingati saat acara dari anggota Polair. Foto Suna'a/Diding
Hadroh Bahrunnajah Ditpolairud: Menggema Sholawat, Membangkitkan Cinta Rasul
 
Rangkaian peringatan Maulid Nabi dibuka dengan sangat meriah dan menggugah jiwa melalui penampilan grup Hadroh Bahrunnajah Ditpolairud Polda Jawa Barat. Kehadiran grup hadroh yang beranggotakan personel kepolisian ini memberikan nuansa yang unik dan membanggakan, menunjukkan bahwa semangat mencintai Nabi Muhammad SAW juga tumbuh subur di jajaran aparat penegak hukum.
 
Di bawah pimpinan Aipda Opang Sopari, grup hadroh ini memukau seluruh jamaah dengan lantunan sholawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang mengalun begitu merdu, syahdu, dan penuh penghayatan. Setiap dentang rebana dan setiap lirik sholawat yang terucap seolah-olah menjadi jembatan yang menghubungkan hati para jamaah dengan kecintaan yang mendalam kepada Baginda Rasulullah.
 
Tidak hanya menjadi hiburan semata, irama hadroh yang bersemangat dan penuh syahdu tersebut juga mengiringi marhaban warga Blok Bandung yang berjalan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak yang lucu-lucu hingga orang tua yang sudah beruban, bersama-sama menyanyikan sholawat dengan penuh semangat. Suasana ini benar-benar menggambarkan betapa eratnya persaudaraan dan betapa dalamnya kecintaan warga Blok Bandung kepada Nabi Muhammad SAW.
 
Sebagai pembawa acara yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat lancar, komunikatif, dan penuh kehangatan adalah Ustadz Yadi. Beliau dengan cekatan dan bijaksana menyusun serta mengatur jalannya acara demi acara, sehingga seluruh rangkaian peringatan dapat berjalan sesuai rencana, tidak terasa kaku, dan tetap menjaga kekhidmatan suasana perayaan.
 
Sambutan Camat Weru: Jadikan Akhlak Nabi sebagai Teladan Kehidupan
 
Setelah rangkaian marhaban dan penampilan hadroh yang membangkitkan semangat selesai, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan yang penuh makna. Sambutan pertama diisi oleh Bapak Camat Weru Abdul Roup, S.H., M.H. yang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan warga yang telah bekerja keras dengan semangat gotong royong sehingga peringatan Maulid Nabi tahun ini dapat terselenggara dengan baik, aman, dan penuh kekeluargaan.
 
Dalam sambutannya, Camat Abdul Roup juga menyampaikan pesan yang sangat mendalam. Beliau berpesan kepada seluruh warga agar semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang meluap-luap dalam peringatan ini tidak boleh hanya berhenti pada peringatan seremonial semata atau sekadar momen tahunan. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam perilaku dan akhlak sehari-hari yang meneladani sifat-sifat mulia Baginda Rasulullah.
 
Beliau menekankan bahwa jika setiap warga mampu meneladani kejujuran, keadilan, kesabaran, kasih sayang, dan kerendahan hati Nabi Muhammad SAW, maka kehidupan bermasyarakat di Desa Setu Wetan khususnya dan Kecamatan Weru umumnya akan menjadi semakin harmonis, aman, damai, dan sejahtera. Peringatan Maulid Nabi, menurut beliau, harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
 
Tausiah Mendalam Kiyai Alfian Syah Hutagalung: Meneladani Perjalanan Hidup Rasulullah
 
Inti dan puncak dari seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi ini kemudian diisi dengan tausiah yang sangat mendalam, inspiratif, dan menyentuh hati yang disampaikan oleh Kiyai Muhammad Alfian Syah Hutagalung. Dengan gaya bahasa yang lembut namun tegas, penuh hikmah dan contoh-contoh nyata, Kiyai Alfian membawa seluruh jamaah seolah-olah berjalan kembali menelusuri perjalanan hidup Nabi Besar Muhammad SAW.
 
Beliau memulai dengan menceritakan masa kelahiran dan masa kecil Rasulullah yang penuh dengan keistimewaan, bagaimana Beliau tumbuh menjadi sosok yang dikenal oleh masyarakat Quraisy sebagai Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya karena kejujurannya yang tak tergoyahkan. Kiyai Alfian kemudian melanjutkan cerita tentang perjuangan berat Rasulullah dalam menerima wahyu pertama di Gua Hira, hingga perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dalam menyebarkan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang saat itu masih jahiliyah.
 
Lebih dari sekadar menceritakan sejarah, Kiyai Alfian menekankan makna dan pelajaran berharga yang dapat diambil dari setiap fase kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan bagaimana kesabaran Rasulullah dalam menghadapi berbagai cobaan dan hinaan harus menjadi teladan bagi kita semua ketika menghadapi kesulitan hidup. Bagaimana kasih sayang dan keadilan Beliau kepada semua makhluk, bahkan kepada musuh sekalipun, harus menjadi inspirasi dalam berinteraksi dengan sesama manusia.
 
Tausiah yang disampaikan dengan penuh penghayatan ini membuat seluruh jamaah yang hadir menjadi termenung, semakin merindukan sosok Baginda Rasulullah, dan termotivasi untuk meneladani sifat-sifat mulia Beliau dalam kehidupan sehari-hari. Banyak jamaah yang tampak haru mendengarkan setiap kalimat hikmah yang keluar dari mulut Kiyai Alfian, seolah-olah mereka ingin menyerap setiap butir nasihat yang diberikan untuk bekal kehidupan mereka.
 
KEBERSAMAAN warga Mushollah Al Kautsar saat usai acara. Foto Suna'a/Diding 
Suksesnya Acara Berkat Gotong Royong dan Dukungan Donatur
 
Ketika dikonfirmasi oleh awak media seusai acara berlangsung, Rian Hadiansah, yang juga merupakan anggota Ditpolairud Polda Jabar sekaligus menantu dari Bapak H. Ateng selaku donatur utama acara ini, menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan kebanggaan yang tak terhingga melihat kelancaran, kemeriahan, dan kekhidmatan peringatan Maulid Nabi tahun ini.
 
Beliau menegaskan dengan tulus bahwa suksesnya acara yang berjalan begitu lancar dan penuh kehangatan ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan buah dari kerja sama yang solid dan semangat gotong royong yang luar biasa dari seluruh warga Blok Bandung. Mulai dari persiapan jauh-jauh hari, membersihkan tempat, memasak hidangan, hingga menjadi panitia di hari-H, semua dilakukan dengan suka rela dan penuh keikhlasan.
 
Rian juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pak RT. 11 Ade Rasidi yang dinilainya telah memberikan kepemimpinan yang baik, bekerja keras tanpa mengenal lelah, dan mampu menggerakkan seluruh warga untuk bekerja sama demi kesuksesan acara ini. Dukungan moril maupun materiil dari donatur utama, Bapak H. Ateng, juga diakui sebagai bagian penting yang membuat acara ini dapat terselenggara dengan layak, meriah, dan dapat dinikmati oleh seluruh warga tanpa kekurangan.
 
Harapan untuk Masa Depan: Lebih Meriah, Lebih Bermakna
 
Di akhir perbincangan, Rian Hadiansah juga menyampaikan harapannya yang besar dan tulus untuk masa depan peringatan Maulid Nabi di Mushollah Al Kautsar. Beliau berharap agar pada tahun-tahun mendatang, acara ini dapat diselenggarakan dengan lebih meriah, lebih besar, lebih ramai, dan tentu saja lebih sukses lagi dibandingkan dengan tahun ini.
 
Namun, lebih dari sekadar kemeriahan acara, Rian juga berharap bahwa semangat dan nilai-nilai luhur yang dihidupkan dalam peringatan Maulid Nabi ini dapat terus membekas di hati setiap warga. Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang terbangun begitu kuat dalam acara ini dapat terus dijaga, dipupuk, dan ditingkatkan oleh seluruh warga Blok Bandung, sehingga kehidupan bertetangga menjadi semakin rukun, damai, dan penuh berkah.
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Mushollah Al Kautsar ini telah berlalu, namun jejak kebaikannya dan semangat kecintaannya kepada Rasulullah diyakini akan terus hidup dan menginspirasi setiap warga untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.
 
  
Suna'a / Diding
 
 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HAORNAS Upacara dilaksanakan Polresta Cirebon di Mapolres. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Polresta Cirebon menegaskan pentingnya menjaga kebugaran jasmani sebagai bagian dari kesiapan personel dalam menjalankan tugas kepolisian. Hal tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon, Rabu (9/9/2026).

Upacara yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” tersebut dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili Kabag Ops Polresta Cirebon Kompol Sutarja, S.H., M.H.

Kegiatan diikuti para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, serta personel dari berbagai satuan fungsi dan ASN Polresta Cirebon.

Dalam amanatnya, Kapolresta Cirebon menekankan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

“Kebugaran jasmani merupakan salah satu modal penting bagi anggota Polri dalam melaksanakan tugas. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, personel akan lebih siap memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.

PESERTA para personel beserta PNS saat menjadi peserta upacara. Foto Humas
Ia juga mengajak seluruh personel untuk membudayakan olahraga secara rutin dan menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, semangat Haornas tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan hidup aktif dan sehat. Hal tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat.

“Mari kita jadikan olahraga sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Dengan masyarakat yang aktif dan bugar, kita turut membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki semangat sportivitas,” ungkapnya.

Selain mengampanyekan pentingnya kebugaran, momentum Haornas ke-43 juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para atlet dan tokoh olahraga yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi di berbagai ajang.

Polresta Cirebon berkomitmen mendukung terciptanya budaya hidup sehat, baik di lingkungan internal Polri maupun di tengah masyarakat. Semangat tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan tugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upacara Peringatan Haornas ke-43 Tahun 2026 di Mapolresta Cirebon berlangsung tertib dan lancar. Selama kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Cirebon terpantau aman dan kondusif.


Editor : Koharrudin
Sumber : Humas Polresta Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TILANG petugas sedang melakukan penilangan terhadap knalpot tidak standar. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan kembali melakukan penertiban terhadap kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Penertiban tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni kawasan Cirendang dan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini menyasar pengendara sepeda motor yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat serta ketertiban lalu lintas pada Rabu, (9/9).

Di kawasan Cirendang, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan dokumen surat-surat kendaraan. Hasilnya, petugas mengamankan  6  STNK dan 16 kendaraan roda dua yang menjadi sasaran penindakan.

Sementara di wilayah Ciawigebang, petugas mencatat 3  STNK dan 20 kendaraan roda dua berknalpot brong dalam kegiatan penertiban tersebut.

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon melalui KBO Satlantas Polres Kuningan IPTU Deni Supriyana mengatakan, razia dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan kendaraan sesuai ketentuan.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk menciptakan Kamseltibcarlantas dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Kami mengimbau kepada para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” ujar IPTU Deni Heriyana.

KNALPOT salah satu knalpot yang tidak berstandar saat ditilang. Foto Ramadhan
Menurutnya, penggunaan knalpot brong tidak hanya berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat memicu keresahan dan mengganggu ketertiban di jalan raya.
IPTU Deni menegaskan, Satlantas Polres Kuningan akan terus melakukan kegiatan penertiban secara berkala, terutama terhadap kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

“Kami mengedepankan langkah persuasif dan edukatif, namun terhadap pelanggaran yang ditemukan tetap dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk tertib berlalu lintas,” katanya.

Satlantas Polres Kuningan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana lalu 
lintas yang aman dan nyaman dengan menggunakan kendaraan sesuai standar serta melengkapi surat-surat kendaraan.

Dengan penertiban yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan penggunaan knalpot brong di wilayah Kabupaten Kuningan dapat ditekan dan ketertiban serta kenyamanan masyarakat di jalan raya semakin terjaga.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SAMBANGI petugas saat sambangi titik titik kerumunan. Foto Dariman
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, khususnya di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon, jajaran Polsek Sumber Polresta Cirebon terus mengintensifkan kegiatan patroli dialogis dan pengawasan objek vital. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata komitmen kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), tamu, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkantoran pemerintahan.
 
Salah satu personel yang berada di garis terdepan dalam menjalankan tugas ini adalah Bripka Adi Supriadi (Ady.S), anggota Polsek Sumber yang bertugas sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Pada Rabu, 9 September 2026, beliau terlihat aktif menyambangi titik-titik strategis, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, dan berinteraksi hangat dengan masyarakat yang ditemuinya.
 
Bhabinkamtibmas Sampaikan Imbauan Kewaspadaan kepada Mahasiswi UNIKU
 
Dalam salah satu sesi patroli dialogisnya, Bripka Ady berkesempatan bertemu dan menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada Nayla, seorang mahasiswi Universitas Kuningan (UNIKU) Jawa Barat. Nayla beserta timnya saat ini sedang menjalankan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Nura Citra Utama Cirebon, yang bertempat di Jalan Tangkil Gede, Watu Belah, Kabupaten Cirebon, tidak jauh dari kawasan perkantoran pemerintah.
 
Dengan bahasa yang santun dan ramah khas pendekatan Bhabinkamtibmas, Bripka Ady memberikan pengarahan dan pesan kamtibmas kepada Nayla dan timnya. Beliau mengimbau para mahasiswi yang sedang menjalankan PKL tersebut untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, menjaga barang-barang berharga, dan mematuhi peraturan lalu lintas saat berangkat maupun pulang kerja. Interaksi yang hangat ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pembina yang peduli terhadap keselamatan masyarakat, termasuk generasi muda yang sedang menuntut ilmu dan berlatih bekerja.
 
Patroli Rutin Kontrol Objek Vital dan Perkantoran Pemda
 
Kegiatan menyampaikan pesan kamtibmas kepada mahasiswi PKL tersebut hanyalah salah satu bagian dari tugas rutin yang dijalankan oleh Bripka Ady. Setiap hari, beliau bersama rekan-rekan seprofesi melaksanakan patroli kewilayahan secara rutin yang difokuskan pada pengawasan dan kontrol terhadap berbagai objek vital.
 
Area-area yang menjadi prioritas pengawasan antara lain:
 
- Kawasan Perbankan: Tempat yang rawan terhadap tindak kejahatan dan mobilitas uang yang tinggi.
- Minimarket: Pusat keramaian masyarakat yang membutuhkan pengawasan ketat untuk mencegah gangguan ketertiban.
- Wilayah Perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon: Objek paling strategis yang menjadi pusat pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga keamanannya harus benar-benar terjaga maksimal.
 
Melalui patroli yang rutin dan dialogis, kepolisian berharap dapat menciptakan efek pencegahan (preemtif) terhadap potensi tindak kejahatan, sekaligus membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
 
Arahan Kapolresta Cirebon: Perkuat Standar Pengamanan Perkantoran Pemda
 
Komitmen kuat untuk menjaga keamanan wilayah perkantoran pemerintah daerah juga ditegaskan langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Beliau memerintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan di lingkungan perkantoran pemerintah daerah melalui serangkaian langkah strategis. Penguatan ini dilakukan tidak hanya melalui penambahan personel kepolisian, tetapi juga melalui penguatan standar pengamanan serta pembinaan personel Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertugas di setiap gedung perkantoran.
 
Ada tiga langkah utama pengamanan yang ditekankan oleh Kapolresta Cirebon:
 
1. Peningkatan Patroli Kepolisian
 
Petugas kepolisian diperintahkan untuk rutin menyambangi dan memantau kawasan perkantoran Pemerintah Daerah. Kehadiran polisi yang nyata di lapangan bertujuan untuk memantau mobilitas tamu yang datang, mengawasi aktivitas masyarakat di sekitar gedung, dan memastikan tidak ada gerakan-gerakan mencurigakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Kehadiran polisi yang rutin juga diharapkan memberikan rasa tenang bagi para ASN yang bekerja.
 
2. Pembinaan Rutin kepada Satpam
 
Aparat kepolisian juga secara aktif memberikan arahan dan pembinaan kepada petugas Satpam internal yang bertugas di setiap gedung. Para Satpam diimbau dan dilatih untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan, seperti pintu masuk, area parkir, dan ruang-ruang penting lainnya. Mereka juga diajarkan prosedur standar keamanan yang harus diambil jika menghadapi situasi darurat atau orang asing yang mencurigakan. Sinergi antara polisi dan Satpam adalah kunci keamanan yang kokoh.
 
3. Kesiapan Koordinasi Darurat
 
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pengelola gedung perkantoran secara khusus diimbau untuk memasang nomor-nomor penting layanan darurat, terutama nomor Call Center Kepolisian 110, di pos penjagaan atau tempat-tempat yang mudah terlihat. Ketersediaan nomor ini diharapkan dapat mempercepat respons kepolisian jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Koordinasi yang cepat dan tepat antara pengelola gedung dengan kepolisian sangat krusial dalam menjaga keamanan.
 
Sinergi untuk Keamanan Bersama
 
Melalui kombinasi antara patroli dialogis yang humanis dari Bhabinkamtibmas di lapangan, serta penguatan standar keamanan dan sinergi dengan Satpam sesuai arahan Kapolresta Cirebon, diharapkan keamanan di wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat senantiasa terjaga dengan sangat baik.
 
Kepolisian mengajak seluruh pihak, baik ASN, tamu, pengelola gedung, maupun Satpam, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan kerja sama yang solid antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, lingkungan perkantoran pemerintah akan tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif untuk melayani masyarakat.
 
 
Dariman. A. Md