stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BACA saat pembacaan deklarasi SPMB. Foto Dariman
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang bersih, transparan, berkualitas, dan berintegritas melalui penandatanganan Pakta Integritas Penyelenggaraan SPMB Tahun 2026 di Hotel Apita Cirebon, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, kepala satuan pendidikan, pengawas sekolah, serta pemangku kepentingan bidang pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron mengatakan, penandatanganan pakta integritas itu bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi dan menjunjung prinsip keadilan.

Menurut dia, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus fondasi utama dalam membangun masa depan daerah, sehingga proses penerimaan murid baru harus dipandang sebagai pintu awal memastikan akses layanan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

HADIR terlihat Forkopimda Kab. Cirebon saat usai acara. Foto Dariman

“Pelaksanaan SPMB menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang transparan dan berintegritas. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan sering kali dimulai dari proses penerimaan murid baru,” katanya.

Ia menegaskan, proses SPMB yang berjalan objektif dan terbuka akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah maupun satuan pendidikan.

Sebaliknya, praktik penyimpangan seperti manipulasi data, titipan, dan pungutan liar dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Karena itu, Pemkab Cirebon berkomitmen mengawal seluruh tahapan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 agar berjalan tertib, transparan, objektif, serta berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.

Imron menekankan seluruh proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara objektif, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia juga meminta seluruh kepala sekolah, panitia SPMB, pengawas sekolah, dan pihak terkait menjaga integritas serta profesionalisme selama pelaksanaan penerimaan murid baru berlangsung.

“Tidak boleh ada praktik titipan, manipulasi data domisili, pungutan liar, maupun bentuk penyimpangan lainnya yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Cirebon meminta Dinas Pendidikan memastikan mekanisme pelaksanaan, petunjuk teknis, aplikasi, hingga layanan pengaduan dapat berjalan optimal dan mudah diakses masyarakat.

DISKOMINFO turut hadir Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran dinas lainnya. Foto Dariman

Imron juga menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan proses seleksi secara objektif dan transparan, melakukan verifikasi data secara teliti, serta memberikan pelayanan yang ramah dan terbuka kepada masyarakat.

Menurut dia, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SPMB, mengingat masyarakat kini semakin kritis dan memahami haknya dalam memperoleh layanan pendidikan.

Imron menambahkan, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Pendidikan maupun sekolah, melainkan membutuhkan dukungan dan pengawasan bersama dari seluruh unsur pemerintah daerah, Forkopimda, dewan pendidikan, organisasi profesi guru, hingga masyarakat.

Ia berharap penandatanganan pakta integritas tersebut dapat menjadi penguat komitmen bersama dalam menjaga marwah dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan di Kabupaten Cirebon.

“Kita bukan hanya menyelenggarakan proses administrasi penerimaan murid baru, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” pungkasnya. 


Pewarta : Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TURUT HADIR Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr.dr Prihati Pujowaskito SP.JP(K)FIHA,MMRS,FIMMA saat hadiri acara di Brebes. Foto Robby

Suara Semesta, Brebes
Pelaksanaan Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia Bertujuan menekankan angka kematian ibu dalam masa kehamilan,kegiatan ini berkolaborasi Perdana oleh Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Mutiara Bunda dengan Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes pada hari Selasa (12/05/2026).

Kegiatan berlangsung sangat meriah dan penuh makna turut dihadiri sejumlah pejabat Tinggi Daerah, program ini betapa seriusnya perhatian terhadap ibu hamil. Hadir secara Langsung: Bupati Brebes, Hj Paramitha Widya Kusuma, Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr.dr Prihati Pujowaskito SP.JP(K)FIHA,MMRS,FIMMA. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes dr Heru Padmonobo, M.Kes. Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi M.Kes. Direktur RSU Islam Mutiara Bunda. Kepala cabang BPJS kesehatan Brebes.  Camat Tanjung. Para Kepala Puskesmas serta ratusan peserta khususnya ibu hamil memadati lokasi acara.

BPJS kepersertaan perempuan dalam bpjs ibu hamil. Foto Robby

Dalam sambutan Direktur Utama BPJS Kesehatan dr Prihati Pujowaskito dengan ungkapannya kagum dan antusiasme luar biasa yang hadir. Beliau memastikan kepesertaan BPJS ibu hamil masih aktif untuk mempersiapkan proses kelahiran nanti, dan bila ada kepesertaan BPJS yang tidak aktif segera diurus dengan pihak terkait akan membantu proses tersebut.

Penyelenggaraan acara ini adalah mewujudkan kepedulian terhadap Kesehatan ibu dan Anak, yang menjadi Prioritas Utama pembangunan Kesehatan di Brebes " Ujar ibu Bupati dihadapan para Undangan.


Penulis : Robby Anggriawan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BANTUAN Bupati Tegal saat serahkan mobil ambulan. Foto Riyati 
Suara Semesta,
 Slawi
 
Pemerintah Kabupaten Tegal menyerahkan tujuh unit mobil ambulans kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal untuk memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat, Selasa (05/05/2026).

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kondisi darurat serta memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga tingkat kecamatan.

“Semoga ambulans ini dapat mempercepat akses dan penanganan di bidang kesehatan, khususnya bagi warga yang membutuhkan layanan darurat,” ujarnya saat penyerahan di Gedung PCNU Kabupaten Tegal.

Tujuh unit ambulans tersebut didistribusikan kepada enam Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), yakni Kramat, Jatinegara, Talang, Pagerbarang, Dukuhwaru, dan Jatibarang, serta Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Tegal.

Penyaluran ambulans ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan fasilitas layanan kesehatan yang ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan dalam tiga tahun ke depan.

Bupati juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan dan pemeliharaan armada agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kami menitipkan agar bantuan ini ditangani dengan baik sehingga dapat terus dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.

LAYANAN Mobil ambulan sebagai pelayanan kesehatan. Foto Riyati 

Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal Ahmad Saiful Bahri menyebut bantuan tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat kemandirian layanan kesehatan warga.

“Dengan adanya ambulans ini, layanan kesehatan bisa lebih cepat dan tidak lagi bergantung pada fasilitas dari luar,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan ini diberikan kepada MWCNU yang dinilai aktif dalam organisasi pelayanan sosial dan kemandirian.

Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tegal Nawawi Ashari mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan menjadi pendorong peningkatan pelayanan di tingkat kecamatan.

“Bantuan ini harus menjadi pemicu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Penambahan armada ambulans ini diharapkan mampu mempercepat akses layanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat, serta mendukung upaya pemerataan layanan di Kabupaten Tegal. 


Pewarta : Riyati 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
IKRAR Lapas Kuningan adakan ikrar untuk zero halinar. Foto Dariman 

Suara Semesta, Kuningan
 
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan Jawa Barat. Lapas ini fokus pada pelatihan warga binaan, penyediaan hak administrasi kependudukan, serta komitmen Zero Halinar (handphone, pungli, narkotika). Dalam kegiatan IKRAR PEMASYARAKATAN bersih dari narkoba, handphone dan praktik penipuan yang bertempat di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan. Jl. Siliwangi No.2, Purwawinangun, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Jum'at, 08 Mei 2026.

Pelaksanaan apel yang mengawali kegiatan dan pembukaan serta pembacaan Ikrar Pemasyarakatan, yang dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat Sukarno Ali, wakil bupati kuningan Hj. Tuti Andriani, SH, M.Kn. Kasat Resnarkoba Polres Kuningan AKP Jojo Sutarjo. Unsur Forkopimda dan mitra kerja, di antaranya perwakilan Kodim 0615 Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Kuningan. 

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, A.MD.IP., SH, M.Si. dalam Berbagainya dinyatakan bahwa pemberantasan ponsel ilegal, narkoba, dan praktik penipuan menjadi perhatian Kementerian serius Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Ia menyampaikan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam pelanggaran tersebut.

“Tidak ada tempat dan tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang memfasilitasi peredaran handphone ilegal maupun narkoba di dalam Lapas Kelas IIA Kuningan. Siapapun yang terbukti terlibat akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan juga membacakan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan Lapas tetap steril dari peredaran handphone ilegal, narkoba, serta berbagai praktik penipuan, sekaligus siap menerima sanksi tegas apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan ikrar oleh jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan yang disaksikan langsung oleh para tamu undangan dan unsur Forkopimda yang hadir.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, menyampaikan apresiasi atas langkah nyata yang dilakukan Lapas Kelas IIA Kuningan dalam memperkuat integritas dan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa Lembaga Pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat pembinaan dan pembentukan kembali karakter warga binaan.

WABUP bersama dengan wakil bupati saat acara berlangsung. Foto Dariman 

“Komitmen untuk membersihkan Lapas dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan merupakan langkah yang sangat tepat dan harus didukung bersama. Tiga hal tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak tujuan utama masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan mendukung penuh upaya reformasi dan pemberdayaan di lingkungan masyarakat karena perdamaian dan perdamaian di Lapas menjadi bagian penting dari keamanan daerah secara menyeluruh.

Selain itu, Wabup Tuti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba dan berbagai bentuk kejahatan lainnya demi menjaga generasi bangsa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan aman.

Di akhir acara, Wakil Bupati juga mengapresiasi berbagai program pelatihan yang dijalankan Lapas Kelas IIA Kuningan, termasuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan serta kesiapan kembali ke masyarakat tengah secara lebih produktif dan bertanggung jawab. 


Pewarta : Dariman. A. Md 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KONSOLIDASI Deprindo adakan acara penguatan organisasi. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Asosiasi Developer Properti Indonesia (DEPRINDO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cirebon Raya resmi dikukuhkan melalui peresmian kantor yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal, Rabu (6/5/2026), di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini menjadi momentum awal kepengurusan baru sekaligus memperkuat konsolidasi para pengembang di wilayah Cirebon Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, hingga Subang.

Ketua Panitia, Ahmad Fabikraan Ardani, menegaskan bahwa kehadiran DEPRINDO diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang solid antar developer.

“Kami ingin DEPRINDO menjadi rumah bersama bagi para pengembang, sekaligus ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pembangunan di Cirebon Raya,” ujarnya.

Perwakilan DPW dan DPP DEPRINDO juga menekankan pentingnya peran asosiasi dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.

Wakil Bupati Cirebon yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Komisi IV, Muchyidin Brudiana, S.E., M.H. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap peran DEPRINDO di daerah.

“Kami berharap DEPRINDO dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya.

KOMUNIKASI saling berkomunikasi satu sama lain dalam acara tersebut. Foto Ramadhan
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto, S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, S.T., yang menunjukkan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan sektor properti.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DEPRINDO, sambutan dari berbagai pihak, penyerahan bendera organisasi, hingga seremoni pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian kantor.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi antar stakeholder guna membahas berbagai persoalan strategis di sektor properti, termasuk ketersediaan lahan, perizinan, serta tantangan pembangunan di wilayah Cirebon Raya.

Saat ini, anggota DEPRINDO DPD Cirebon Raya telah mencapai puluhan developer dan diproyeksikan terus bertambah. Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan akses perumahan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara pengembang, pemerintah, dan stakeholder lainnya menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Cirebon Raya.

Pewarta : Ramadhan