Suara Semesta
Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
![]() |
| POSE Kuwu beserta perangkatnya saat foto bersama. Foto Dariman |
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Kasugengan Kidul atau lebih dikenal dengan sebutan desa Kasdul ini mengusung tema Tatag Teteg Tutug untuk memperingati hari jadi Desa Kasugengan Kidul yang ke 45 tahun.
Tatag sendiri yang berarti Dasar, Teteg yang berarti kokoh/kuwat dan Tutug berarti selesai. Kuwu Kasdul, Giantoro bersama masyarakat dan jajaran aparatur desa beserta tokoh masyarakat, turut hadir pula Babinsa Koramil Depok dan Babinkamtibmas Polsek Depok melaksanakan kegiatan do'a bersama di kantor Desa Kasugengan Kidul. Jum'at, (03/04).
Tatag, teteg, dan tutug adalah filosofi hidup dalam adat jawa untuk membentuk karakter tangguh. Tatag berarti berani dan percaya diri (tidak takut), teteg artinya teguh hati dan pantang menyerah, serta Tutug berarti tuntas atau berhasil mencapai tujuan. Tema ini bermakna dengan keberanian dan keteguhan, tujuan akan tercapai.
Berdasarkan kearifan lokal Tatag Memiliki mental yang kuat, tidak mudah panik, dan tidak mempunyai rasa khawatir (percaya diri). Teteg Kukuh, pendirian teguh, dan tetap bertahan menghadapi badai atau hambatan (tahan banting).
Sedangkan Tutug sendiri mengartikan bahwa, Selesai, sampai pada tujuan, tuntas, atau mencapai hasil akhir yang diharapkan dengan maksimal (marem).
Terangnya Hari ini jum'at diawali dengan kegiatan mengarak tenong yang berisi nasi tumpeng, di bawa ke pendopo Nyi Mas Gandasari dan melakukan do'a bersama dengan masyarakat, sesepuh dan tokoh masyarakat.
“Kasdul ini sendiri adalah Waringin Pitu (7) Nama Waringin Pitu yang memiliki filosofi blok di antaranya, blok cikondar, blok petapean, blok pecung balong, blok watu kruyu, blok pecung kulon, blok mlayon, blok sidapurna,” ujar Giantoro, Kuwu Kasugengan Kidul.
Secara keseluruhan, filosofi ini mengajarkan bahwa untuk mencapai kesuksesan yang tuntas (tutug), seseorang harus memulai dengan mental yang berani (tatag) dan menjalaninya dengan komitmen yang teguh (teteg).
![]() |
| PAGELARAN Wayang kulit saat acara di Kasdul. Foto Dariman |
Desa Kasdul dengan tujuh (7) blok yang memiliki seni budayanya masing - masing, dengan Tatag Teteg Tutug diharapkan seni budaya yang selama ini terpendam, bisa di timbulkan ke permukaan lagi.
“Harapannya kedepan seni budaya waringin pitu bisa membawa keharmonisan masyarakat. Serta bisa membuka perekonomian yang baik dengan harga jual yang mahal, di kalangan wisatawan asing dan lokal,” Harap Giantoro.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan pementasan kesenian pagelaran wayang kulit "Sekar Budhi Putra" dengan Ki Dalang Anom Adi Kasdina dan Pesinden Tia Permatasari.
Dalam pagelaran wayang kulit ini ditampilkan dari pihak Keraton Kaceribonan, Sultan Abdul Gani Natadiningrat.
Pewarta : Dariman. A. Md
















