stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KONSOLIDASI Deprindo adakan acara penguatan organisasi. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Asosiasi Developer Properti Indonesia (DEPRINDO) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Cirebon Raya resmi dikukuhkan melalui peresmian kantor yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal, Rabu (6/5/2026), di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini menjadi momentum awal kepengurusan baru sekaligus memperkuat konsolidasi para pengembang di wilayah Cirebon Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, hingga Subang.

Ketua Panitia, Ahmad Fabikraan Ardani, menegaskan bahwa kehadiran DEPRINDO diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi yang solid antar developer.

“Kami ingin DEPRINDO menjadi rumah bersama bagi para pengembang, sekaligus ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pembangunan di Cirebon Raya,” ujarnya.

Perwakilan DPW dan DPP DEPRINDO juga menekankan pentingnya peran asosiasi dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.

Wakil Bupati Cirebon yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Komisi IV, Muchyidin Brudiana, S.E., M.H. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap peran DEPRINDO di daerah.

“Kami berharap DEPRINDO dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya.

KOMUNIKASI saling berkomunikasi satu sama lain dalam acara tersebut. Foto Ramadhan
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto, S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, S.T., yang menunjukkan dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan sektor properti.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars DEPRINDO, sambutan dari berbagai pihak, penyerahan bendera organisasi, hingga seremoni pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian kantor.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi antar stakeholder guna membahas berbagai persoalan strategis di sektor properti, termasuk ketersediaan lahan, perizinan, serta tantangan pembangunan di wilayah Cirebon Raya.

Saat ini, anggota DEPRINDO DPD Cirebon Raya telah mencapai puluhan developer dan diproyeksikan terus bertambah. Ke depan, organisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan akses perumahan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara pengembang, pemerintah, dan stakeholder lainnya menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Cirebon Raya.

Pewarta : Ramadhan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KUNJUNGAN Tim dari Dinas Pertanian Kab Cirebon saat mengunjungi Tanterika. Foto Ramadhan

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Kunjungan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon ke sentra peternakan ayam kampung Kelompok Tani TANTERIKA (Pertanian, Peternakan, dan Perikanan) pada Rabu 6/5/2026 menjadi momentum strategis untuk melihat langsung perkembangan kelompok tani yang kini menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi jumlah mitra maupun sistem produksi yang semakin terstruktur.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Bidang Peternakan Denny Nugraha, Mardi dari UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Batembat, serta pengurus Makom Albab bidang Sosial Ekonomi, KH. Syafi’i Muin. Hadir pula perwakilan Kelompok Tani Sorgum Silihwangi Desa Beber, yakni Kuwu Momon dan Ir. Khairudin, serta sejumlah mitra peternak yang menjadi bagian dari ekosistem Kelompok Tani TANTERIKA.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada strategi pengembangan usaha peternakan ayam kampung, termasuk penguatan pola kemitraan yang dinilai menjadi kunci keberlanjutan usaha.

Kepala Dinas Pertanian, Dr. H. Deni Nurcahya, ST., M.Si menegaskan bahwa potensi peternakan ayam kampung di Kabupaten Cirebon sangat besar jika dikelola secara kolaboratif dan terintegrasi. Ia mengapresiasi langkah Kelompok Tani TANTERIKA yang telah membangun sistem berbasis kemitraan, mulai dari tim penetas, petelur, hingga pembesaran.
“Model seperti ini harus terus diperkuat. Kolaborasi antar-mitra akan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan peternak,” ujarnya.

KERJASAMA pendekatan berbasis kemitraan antara dinas dan petani. Foto Ramadhan

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Denny Nugraha, turut menambahkan bahwa pendekatan berbasis kemitraan yang dijalankan Kelompok tani TANTERIKA merupakan model yang tepat dalam menjawab tantangan sektor peternakan saat ini.
Menurutnya, pembagian peran yang jelas antar mitra mulai dari penetasan, pembibitan, hingga pembesaran mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.
“Kami melihat pola yang dibangun TANTERIKA ini sudah mengarah pada sistem peternakan modern berbasis kolaborasi. Tinggal diperkuat dari sisi manajemen, standar teknis, dan kesinambungan produksi, sehingga ke depan bisa menjadi role model bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Cirebon,” jelas Denny.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan ternak, manajemen pakan, serta akses pasar agar usaha peternakan rakyat dapat naik kelas dan lebih kompetitif.

Sementara itu, Mardi dari UPT RPH Batembat turut memberikan gambaran singkat terkait pentingnya vaksinasi dalam dunia peternakan. Ia menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan ternak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.

“Vaksinasi itu bagian dari upaya pencegahan. Dengan pola yang tepat, ternak bisa lebih terlindungi dari serangan penyakit, sehingga risiko kerugian bisa ditekan,” jelasnya.

Di sisi lain, drh. Gharsina memberikan pandangan menarik terkait kondisi ayam kampung di sentra Kelompok Tani TANTERIKA. Ia menyoroti bahwa meskipun sebagian ternak belum menggunakan vaksin, kondisi kesehatan ayam secara umum tetap terjaga dengan baik.
“Ini menjadi catatan positif. Artinya, manajemen pemeliharaan dan kualitas pakan yang diberikan sudah cukup baik. Terbukti selama perjalanan usaha ini tidak ditemukan kasus kematian massal akibat penyakit tertentu,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas pakan dan pola pemeliharaan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh ternak, terutama pada sistem peternakan berbasis kemitraan seperti yang diterapkan Kelompok Tani TANTERIKA.

Sementara itu, Ketua Bidang Sosial Ekonomi Makom Albab, KH. Syafi’i Muin, menegaskan bahwa Kelompok Tani TANTERIKA merupakan bagian dari program pembinaan yang dilakukan oleh Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis sektor riil.
“Kelompok Tani TANTERIKA ini juga merupakan binaan dari Makom Albab. Kami mendorong agar masyarakat tidak hanya bergerak di sektor keagamaan, tetapi juga memiliki kekuatan ekonomi yang nyata. Peternakan ayam kampung ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun kemandirian tersebut,” ungkapnya.
Ia juga berharap, ke depan sinergi antara komunitas, kelompok tani, dan pemerintah dapat terus diperkuat agar dampaknya semakin luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kuwu Desa Beber, Momon, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Kelompok Tani TANTERIKA yang dinilai mampu menjadi contoh nyata penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Ia juga melihat adanya peluang kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kelompok Tani Sorgum Silihwangi yang dipimpinnya.
“Kami sangat mengapresiasi perkembangan Kelompok tani TANTERIKA yang luar biasa ini. Semangat kebersamaan dan kemitraan yang dibangun menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya, termasuk kami di sektor pertanian sorgum. Ke depan, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ungkap Kuwu Momon.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani TANTERIKA, Suhendana, yang akrab disapa Restu, menyampaikan bahwa perjalanan kelompoknya tidak instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari semangat kebersamaan dan komitmen para anggota.
“Kami berangkat dari skala kecil sejak dua tahun silam, tapi dengan semangat dan kekompakan, alhamdulillah sekarang mitra terus bertambah. Harapannya, ke depan Kelompok Tani TANTERIKA bisa semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Restu juga menegaskan bahwa pola kemitraan yang dibangun saat ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam usaha peternakan ayam kampung tegasnya.

Di sisi lain, para mitra yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk pendampingan teknis, bantuan sarana prasarana, hingga akses pasar yang lebih luas.
Mereka juga berharap adanya keberlanjutan program kemitraan yang lebih terarah, sehingga para peternak tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara mandiri dan berdaya saing.

Kunjungan tersebut ditutup dengan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Seluruh yang hadir dan mitra menikmati hidangan khas berupa ayam kampung goreng serundeng serta telur goreng ayam kampung.

Momen makan bersama ini menjadi simbol keakraban sekaligus wujud nyata hasil dari usaha peternakan yang tengah dikembangkan, memperkuat semangat gotong royong dan optimisme untuk terus memajukan Kelompok Tani TANTERIKA ke depan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha peternakan rakyat dapat semakin solid, sehingga Kelompok Tani TANTERIKA mampu menjadi salah satu percontohan sentra ayam kampung berbasis kemitraan di Kabupaten Cirebon.

Pewarta : Ramadhan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TES semua anggota Polri di tes urine secara mendadak. Foto Humas

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Komitmen kuat dalam menjaga disiplin dan profesionalisme anggota Polri terus ditunjukkan oleh Polresta Cirebon melalui pelaksanaan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang digelar bersama Bidpropam Polda Jawa Barat bagi seluruh personel Polresta Cirebon, Selasa (05/05/2026) di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubbid Provos Polda Jabar, AKBP Yanna Nurhandiana, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) sebagai bentuk pengawasan dan penguatan disiplin internal di lingkungan Polresta Cirebon.

Setelah pelaksanaan apel pagi, seluruh personel Polresta Cirebon menjalani pemeriksaan menyeluruh yang meliputi sikap tampang, kerapihan rambut, kesesuaian penggunaan gampol, serta kelengkapan administrasi perorangan seperti KTP, KTA, SIM, dan STNK. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan handphone guna memastikan tidak adanya keterlibatan personel dalam praktik judi online maupun penggunaan aplikasi terlarang lainnya.

AWASI Kapolresta Cirebon awasi langsung pemeriksaan urine. Foto Humas

Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa pelaksanaan Gaktibplin ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon dalam menjaga ketertiban dan kedisiplinan internal. 

“Ini adalah wujud upaya preventif untuk mewujudkan institusi yang bersih dan melayani. Kami memastikan seluruh personel Polresta Cirebon selalu siap, tertib, dan profesional dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pengawasan internal, turut dilaksanakan tes urine secara acak terhadap 40 personel Polresta Cirebon dan Polsek jajaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh personel dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

"Hasil ini menjadi bukti nyata personel Polresta Cirebon tetap menjaga integritas dan menjauhi penyalahgunaan zat terlarang dalam menjalankan tugas. Melalui kegiatan ini, kami berharap kedisiplinan personel Polresta Cirebon terus terjaga demi meningkatkan kepercayaan masyarakat," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, kedisiplinan, serta kesiapan personel guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara optimal di tengah masyarakat.

Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Humas Polresta Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PISAH SAMBUT pelepasan Kajari kota Cirebon untuk pindah tugas. Foto Dariman
Suara Semesta, Kota Cirebon
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon yang berlangsung di Hotel Grage Mall, Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan modern tidak lagi berjalan secara linear, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Ia menekankan bahwa hubungan antara Pemerintah Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan kemitraan yang saling menguatkan.

"Pemerintah Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri adalah dua pilar yang saling mengunci dalam kerangka pemerintahan kolaboratif. Kejaksaan hadir sebagai mitra strategis yang memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor hukum dan prinsip good governance," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri sebelumnya, Alamsyah, atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas di Kota Cirebon.

"Kami merasakan betul bagaimana cairnya komunikasi dan ruang diskusi yang terbangun selama ini. Bapak Alamsyah telah menunjukkan bahwa penegakan hukum dapat berjalan berdampingan dengan percepatan pembangunan melalui pendekatan yang dialogis dan solutif. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, serta persahabatan yang telah diberikan," tuturnya.

LEPAS Walikota Cirebon melepas dan menerima Kajari Kota Cirebon. Foto Dariman

Kepada Kepala Kejaksaan Negeri yang baru, Deddy Sutendy, Wali Kota menyampaikan harapan agar sinergi yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan diperkuat.

"Kota Cirebon memiliki dinamika sosial dan politik yang khas, sehingga membutuhkan pola kolaborasi yang adaptif. Kami menyambut kehadiran Bapak Deddy sebagai energi baru. Pemerintah Kota Cirebon selalu membuka ruang dialog untuk setiap inisiatif yang bertujuan bagi kepentingan masyarakat," ucapnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh perangkat daerah dan jajaran Forkopimda untuk terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam membangun daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh satu lembaga saja, melainkan oleh kebulatan tekad kita untuk bergerak bersama dalam harmoni. Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan senantiasa mendapat ridho dari Allah SWT," harapnya.

Sementara itu, Alamsyah menyampaikan kesan mendalam selama menjalankan tugasnya di Kota Cirebon, meskipun dalam waktu yang relatif singkat.

"Walaupun hanya enam bulan, Kota Cirebon punya cerita tersendiri bagi saya dan keluarga. Insya Allah pertemuan kita ini membawa berkah. Kita saling mendoakan agar semua dalam keadaan sehat, dan mudah-mudahan suatu saat kita dapat dipertemukan kembali dalam suasana yang lebih baik," ungkapnya.

Deddy Sutendy pun menyampaikan komitmennya untuk membangun komunikasi terbuka dan memperkuat kerja sama lintas sektor selama masa tugasnya di Kota Cirebon. 

"Saya berharap dapat diterima dan bisa bekerja sama dengan seluruh pihak di Kota Cirebon. Kami siap membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Jika ada hal yang perlu disampaikan atau dikomunikasikan, kami sangat terbuka. Mohon dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar ke depan kita bisa bersinergi dalam membangun Kota Cirebon," tuturnya.

Pewarta : Dariman, A.Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

PERIKSA Tim dari dinas pertanian satat periksa kesehatn hewan. Foto Diskominfo

Suara Semesta, 
Kabupaten Cirebon 

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pertanian melakukan peninjauan hewan kurban di peternakan wilayah Kaliwadas, Kecamatan Sumber.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menjelang Hari Raya Iduladha untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

Peninjauan dilakukan dengan melibatkan tim bidang peternakan dan kesehatan hewan guna memastikan setiap hewan yang akan disembelih memenuhi standar kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan edukasi kepada petugas terkait pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah pemotongan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Denny Nugraha saat berada di salah satu peternakan. Foto Diskominfo

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sosialisasi pemeriksaan hewan kurban secara menyeluruh.

“Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon sudah menyiapkan sosialisasi antemortem dan postmortem,” ujar Denny.

“Di sini juga ada yang sasarannya adalah para petugas, sehingga mereka memahami bahwa sapi-sapi yang akan dipakai untuk kurban dipotong itu benar-benar sapi yang sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kelayakan.

“Sapi-sapi yang sehat ini biasanya oleh kami di Dinas Pertanian ini diberikan seperti sertifikat kelayakan, ya, Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK),” tambahnya.

Hingga saat ini, ratusan hewan kurban telah diperiksa oleh tim kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut akan terus ditingkatkan hingga mendekati hari pelaksanaan Iduladha.

“Sampai sekarang ini sudah sekitar 500 ekor hewan kurban yang sudah diperiksa. Target kami ini sampai hari H biasanya kalau target 5.000, tapi kenyataannya tahun kemarin sampai 16.000 ekor,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi.
Langkah ini jmuga enjadi upaya menjaga kesehatan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. 
Editor : Koharrudin
Sumber : Diskominfo