Suara Semesta
Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
Suara Semesta (Kota Cirebon) - Perayaan puncak kelahiran Nabi Muhammad Saw di Keraton Kasepuhan Cirebon diselenggarakan hari ini (26/8) dengan lancar. Masyarakat dari wilayah 3 Cirebon menghadiri acara tersebut, bahkan ada yang datang dari Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya untuk menyaksikan tradisi pelal ageng ini. Beberapa abdi dalem menyebutkan bahwa sebagian masyarakat beranggapan pelal muludan berlangsung pada Selasa (25/8), sehingga menyebabkan lonjakan pengunjung pada hari itu.
Pasukan Kemantren Sewu, dipimpin oleh Mama Ace, mulai bersiap sejak pukul 17:00 WIB untuk pembagian tugas dalam prosesi panjang jimat yang dibantu oleh para kerabat di selatan langgar Alit Keraton.
Laskar Macan Ali hadir pukul 19:00 WIB. Pejuang Siliwangi, Babinkantibmas, Babinsa Kelurahan Kasepuhan, beserta anggota kepolisian Polres Cirebon Kota turut berpartisipasi dalam menyukseskan jalannya prosesi ini. Patih Sepuh Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat memeriksa kesiapan pasukan dan pengamanan di depan keraton dilakukan hingga dua kali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama iring-iringan piring panjang dari Bangsal Pringgondani menuju Langgar Agung.
Tahun ini, iring-iringan panjang jimat dipimpin oleh Patih Anom Pangeran Raja Muhammad Nusantara, adik Sultan Sepuh XV Pangeran Raja Adipati Luqman Zulkaedin. Rangkaian prosesi ini mengilustrasikan proses kelahiran Rasulullah Saw yang diciptakan para leluhur dan terus dilestarikan.
Sesampainya di Langgar Agung, puncak peringatan kelahiran Nabi besar Muhammad Saw adalah pembacaan kitab Maulid Al Barzanji oleh Ketua Kaum Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Tujuh piring tapsi sebagai wadah nasi panjang, 28 piring panjang pengiring, dua botol minyak mawar, dua guci wadah air serbat (air tebu), kembang goyang, manggaran, jantungan, wadah lilin, dan perangkat lainnya dibawa kembali ke dalam keraton menandai akhir dari prosesi iring-iringan panjang jimat malam ini.
(R Suhadi)








.jpeg)








