stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TASYAKURAN saat acara sedang dilaksanakan. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Abu Hurairah sukses menyelenggarakan acara Tasyakur Khataman dan Imtihan yang ke-19. 

Kegiatan yang berlangsung meriah sekaligus khidmat ini digelar di Gedung PGRI Kabupaten Cirebon pada Jumat (21/08/2026).

Lembaga pendidikan agama yang berpusat di kawasan Perumahan Griya Sumber Indah (GSI), RW 06, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon ini meluluskan puluhan santri pada angkatan kali ini. 

Sebanyak 46 terdiri 24 santri laki laki dan 22 santri perempuan yang mengenakan seragam senada tampak duduk rapi di atas panggung untuk mengikuti prosesi sakral tersebut.
PESERTA para santri yang ikut acara tasyakuran. Foto Ramadhan 
Acara imtihan ini menjadi momentum penting untuk menguji dan menampilkan kemampuan para santri. 

Di hadapan para hadirin, mereka diuji langsung dalam menghafal, membaca, dan memahami Al-Qur'an. 

Dua orang ustaz pemandu acara memimpin jalannya prosesi dari atas panggung, sementara para orang tua dan tamu undangan menyaksikan dengan penuh haru dari barisan kursi penonton.

Kepala TPQ Abu Hurairah, Eli Nurlaeli menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi lembaga dalam mencetak generasi pencinta Al-Qur'an hingga mencapai angkatan ke-19.

"Pihak TPQ juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah memercayakan pendidikan agama anak-anak mereka di TPQ Abu Hurairah," ujar Eli.

Ia berharap para santri tidak bosan mengikuti tahap demi tahap dalam menimba ilmu di TPQ Abu Hurairah, serta terus berproses hingga meraih kesuksesan menghafal 30 juz. 

Selain itu, Eli Nurlaela juga berpesan kepada orang tua siswa agar senantiasa menjaga semangat dalam mengantarkan anak-anak mereka menuntut ilmu.

Acara yang dihadiri oleh para santri, wali murid, ustaz-ustazah, serta tokoh masyarakat setempat ini ditutup dengan doa bersama. 

Sesi foto dokumentasi bersama menjadi penutup sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para santri yang telah menyelesaikan target pembelajaran mereka.


Ramadhan 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PEBUSTEN para keluarga keraton sedang melaksanakan prosesi. Foto Suhadi
Pagi ini Kasultanan Kasepuhan Cirebon menggelar acara adat tradisi siraman piring panjang Jimat yang dimulai Kamis, (20/8), dari pukul 08:00 WIB, tampak hadir Patih Sepuh Pangeran Raja Gumelar Suryadiningrat dan Patih Anom Pangeran Raja Nusantara. 

PROSESI pencucian piring. Foto Suhadi
Dalam sambutannya Patih Sepuh mengungkapkan bahwa acara tradisi siraman ini sebagai rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang puncaknya pelal ageng akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2026.

Beliau juga menghimbau masyarakat yang hadir jangan berebut air bekas siraman piring panjang sampai semua piring panjang,guci,dan botol minyak mawar masuk ke Gedong Jimat Keraton Kasepuhan yang terletak di pungkuran(belakang) Bangunan Keraton.

CUCI piring panjang jimat sedang dicuci. Foto Suhadi
Prosesi ini diawali dari dikeluarkannya kembang goyang,manggaran,jantungan,piring panjang, 2 botol minyak mawar,2 Guci untuk air serbat(air perasan Tebu) dari dalam Keraton Ke pungkuran Keraton untuk dicuci. 

SIRAMAN kembang goyang,jantungan dan piring panjang keluar dari dalam Keraton. Foto Suhadi
Sebelum proses pencucian dilakukan do'a bersama yang dipimpin oleh Kaum Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Pencucian ini dilakukan dengan sangat hati hati jangan sampai pecah karena semua benda yang dicuci termasuk benda yang bersejarah.

DISIMPAN setelah di cuci kemudian piring panjang  masuk Gedong Jimat. Foto Suhadi
Setelah pengeringan dengan kain lap putih oleh para wargi/family Kasultanan dilakukan do'a penutup dan piring panjang pun dimasukkan ke gedong Jimat.


Penulis : Suhadi
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
RESES Anggota DPRD Kota Cirebon saat acara reses. Foto Ramdhan
Suara Semesta, Kota Cirebon
Anggota DPRD Kota Cirebon Imam Yahya,S, Fil, I. MSI. Melaksanakan kegiatan reses sebagai bagian dari agenda menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya. Selasa,(18/08/2026).

Reses kali ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, bapak Edi Suripno perwakilan dari Partai PDI Perjuangan serta warga dari berbagai unsur masyarakat yang ingin menyampaikan harapan dan kebutuhan mereka.

Dalam sambutanya, Bapak Imam Yahya menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kesempatan penting bagi dirinya sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan yg dihadapi warga" Aspirasi masyarakat Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon adalah dasar kami dalam menyusun kebijakan maupun memperjuangkan program di tingkat Kota. Suara masyarakat harus menjadi prioritasnya. Ujarnya.

Sejumlah aspirasi yang mengemuka pada kegiatan reses antara lain perbaikan Bapermas dan maghrib mengaji.

Kegiaan reses berlangsung dengan suasana hangat dan dialog terbuka. Warga merasa senang karena dapat menyampaikan pendapatnya langsung kepada wakil rakyat yang mereka pilih.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
APEL usai upacara bendera para pejabat berfoto bersama. Foto Humas 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon 

Kapolresta Kabupaten Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, SH, SIK, MH, bertindak sebagai Upacara Inspektur. Sementara Perwira Upacara dijabat Kasat Polair Polresta Cirebon Kompol Akmadi, SH, MM, dan Komandan Upacara dijabat Kanit Pam Obvit Sat Samapta Polresta Cirebon AKP Wahyu Kurniawan Suprapto, SH

Upacara tersebut diikuti para Pejabat Utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon dari berbagai satuan fungsi. Pasukan upacara terdiri dari peleton Pama, gabungan staf Bag, Sat dan Sie, Polwan, Sat Samapta, Sat Lantas, gabungan Sat Reskrim, Sat Resnarkoba dan Sat Tahti, Sat Intelkam, serta ASN Polresta Cirebon.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan pengabdian dalam menjalankan tugas.

ARAHAN Kapolresta Cirebon saat memberikan arahan. Foto Humas 
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Peringatan Hari Kemerdekaan menjadi momentum bagi kita untuk terus meningkatkan semangat pengabdian. Sebagai anggota Polri, kita harus mampu mengisi kemerdekaan dengan menjaga keamanan, memberikan pelayanan terbaik, serta hadir di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional dan humanis.

“Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus kita jaga bersama. Mari kita perkuat persatuan, menjaga kondusivitas wilayah, dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, dengan situasi di wilayah hukum Polresta Cirebon tetap kondusif.


Editor: Koharrudin 
Sumber : Humas Polresta Cirebon 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
UPACARA saat acara kegiatan apel kemerdekaan. Foto Riyati
Suara Semesta, Brebes
Peringatan HUT RI yang ke  81 di Dukuh Pringanamba, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berlangsung khikmat penuh dan bernuansa religius. Semua itu tidak lepas dari kharismatik seorang Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, S.H. beserta istrinya 
Ustadzah Deni yang selalu setia mendampingi sang suami, Senin (17/8).

Sudiryo beserta segenap Pemerintah Desa Sridadi melaksanakan upacara yang dihadiri juga oleh Ormas seperti Nahdatul Ulama (NU) , Muhamadiyah, Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia ( LDII ) serta Lembaga pendidikan dari mulai PAUD , TK  , SD dan segenap warga setempat serta MTS Ma'arif 03 NU Kaligiri yang melaksanakan pengibaran sang saka merah putih (Paskibraka)

Dalam melaksanakan jalannya upacara yang cukup bagus adik adik kita dari MTS NU Ma'arif 03 Kaligiri juga tidak terlepas dari kesuksesan Haryono, S.Pd sebagai Kepala Sekolah dan guru pembimbing ustadz Sehudin, S.HI.

Dalam kata sambutannya Sudiryo, S.H menjelaskan apasih " Makna Merdeka " Itu? Kemerdekaan secara bahasa adalah tidak terikat bebas beban dalam menentukan nasib sendiri. Tapi kemerdekaan tidak selamanya identik dengan kebebasan 

Tapi kebebasan justru sering menjadi bagian dari kemerdekaan. Seorang yang bebas belum tentu merdek tapi seorang yang merdeka pasti memiliki rasa kebebasan. Dalam peringatan HUT RI yang ke 81 ini dimeriahkan.

Oleh penampilan berbagai macam seni tradisional oleh anak anak paud sampai masyarakat umum. Jenis tarian modern, tradisional seni beladiri dan kuntulan. "Ini sebagai cara melestarikan warisan budaya leluhur kita dan cara membangun kecintaan terhadap Bangsa dan Negara," ungkap Sudiryo 

Beliau juga mengajak kepada Warga nya agar tetap menjaga kesatuan dan kerukunan antar warga dan antar organisasi ditengah situasi politik dan ekonomi dunia internasional yang tidak menentu.Serta himpitan ekonomi yang melilitnya terutama pada warga pedesaan.

Dalam kesempatan ini pula saya ingatkan terutama pada diri saya, seorang yang merdeka dengan kemerdekaan yang benar benar posisi apapun yang di duduknya tidak akan mempengaruhi perilaku 
kepribadianya dan juga perlakuannya terhadap orang lain.

Semua orang bawahan atau atasan, dianggap sebagai manusia , yang semuanya layak diperlakukan secara terhormat. Dia tidak merasa perlu untuk memberikan penghormatan yang berlebihan kepada atasannya dan pada saat yang sama dia pun tidak menuntut penghormatan yang berlebihan dari bawahannya.

Tapi tentu saja, mencapai  tingkat kemerdekaan diri yang genuine seperti ini sulitnya bukan main. Tapi
peluang untu meraih derajat kemerdekaan tetap saja terbuka lebar kapan pun dan bagi siapapun. Dan yang paling mengesankan peringatan  tersebut berlokasi di tengah hutan pinus yang rimbun dibalik bebukitan nan membiru.

Disekelilingnya terdapat hamparan sayur mayur bagai ditengah  taman surga Desa Sridadi menyimpan potensi wisata alam lainya seperti sumber mata air dan panorama alam yang eksotis di balik bebukitan nan membiru. 

Bagaikan hamparan permadani terkena sinar mentari saat tenggelam di peraduanya dengan pesona alam pegunungan yang udaranya sangat bersih dan sejuk bagai udara musim semi di Negara Sakura Jepang cocok untuk destinasi wisata alam dan relaksasi bagi masyarakat perkotaan.


Riyati / Kaperwil