stop

BAKAT ajang talenta di gelar tingkat SD. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Ratusan peserta mengikuti Ajang Talenta jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2026 yang digelar pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus wadah pengembangan bakat serta potensi siswa sejak dini.

Ajang Talenta tersebut juga merupakan rangkaian peringatan Hari Kartini, yang dimaknai sebagai momentum untuk mendorong kreativitas dan prestasi generasi muda.

Panitia pelaksana, Muhammad Ridho Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 578 peserta yang berasal dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon.

“Total ada 578 peserta yang berasal dari 40 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan terbaiknya melalui proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat sekolah hingga kecamatan. Meskipun tidak semua kecamatan mengikuti seluruh cabang lomba, antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi dan menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, Ajang Talenta tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi siswa.

“Ajang Talenta ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik, seni, dan budaya. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tampil, berproses, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Ajang Talenta ini mencakup tiga kategori utama, yaitu literasi numerasi, Pasanggiri Bahasa Cirebon, serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

MURID SD kelas 3 dan 4 dalam acara FLS2N. Foto Ramadhan

Kategori literasi numerasi diperuntukkan bagi siswa kelas 3 dan 4 SD. Sementara Pasanggiri Bahasa Cirebon meliputi berbagai lomba berbasis bahasa dan budaya lokal, seperti wawara (membaca berita dalam bahasa Cirebon), aksara Cirebon, sarakan, hingga mendongeng dalam bahasa Cirebon.

Adapun pada kategori FLS2N, terdapat berbagai cabang lomba seni, di antaranya tari kreasi, kriya, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, hingga cerita bergambar.

Ridho menambahkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu indikator capaian prestasi belajar siswa. Proses seleksi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga kabupaten.

“Melalui kategori literasi numerasi, kami mendorong kemampuan dasar akademik siswa. Sementara melalui FLS2N, kami memberi ruang bagi kreativitas seni. Adapun Pasanggiri Bahasa Cirebon menjadi upaya konkret dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon semakin meningkat, sekaligus mampu menggali dan mengembangkan potensi siswa sesuai dengan bakat masing-masing.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu melahirkan perwakilan yang dapat berprestasi hingga tingkat provinsi bahkan nasional. Lebih dari itu, kami ingin membentuk karakter siswa yang percaya diri, kreatif, dan berdaya saing. Talenta siswa di Kabupaten Cirebon sangat luar biasa, dan melalui ajang ini kami dorong mereka berkembang di berbagai bidang,” pungkasnya.


Pewarta : Ramadhan
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments: