Suara Semesta (Kota Cirebon) - Pada hari ini kita sama-sama menyaksikan Ikrar Kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilakukan oleh 3 Narapidana Terorisme (Napiter) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Cirebon, Rabu (12/04/2023).
Menurut Kadiyono, Kepala Lapas Kelas I Cirebon, ini adalah bagian dari keberhasilan program pembinaan. Keberhasilan program pembinaan ini sangat ditentukan oleh 4 variable yaitu petugas, narapidana, pemerintah daerah setempat, aparat penegak hukum.
"Ada 4 variable yang menentukan keberhasilan program pembinaan yaitu, petugas, narapidana, pemerintah daerah setempat dan aparat penegak hukum (APH), selain itu juga ada dukungan keluarga dan masyarakat," ungkap Kadiyono kepada media.
Ikrar ini adalah permintaan dari mereka yang dalam hal ini, tambah Kadiyono, selama pindah di Lapas kelas I Cirebon, ketiga narapidana ini memang betul-betul berkelakuan baik dan yang lebih penting lagi memang mereka sudah setia dan taat kepada NKRI, ini bisa dibuktikan mereka mau bergaul, bersosialisasi, berkomunikasi dan beribadah bersama sama dengan warga narapidana lainnya.
"Mereka juga mau melaksanakan tugas dia mulai dari menjaga kebersihan lingkungan yang ditempati dan itu adalah hal yang sangat baik," kata Kadiyono.
"Ini mereka minta, karena disamping keberhasilan pembinaan juga sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti program integrasi yaitu harus ada ikrar setia kepada NKRI," sambungnya.
Harapan kami, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar dan nantinya setelah pulang mereka betul-betul setia taat dan dapat mengabdikan, mendedikasikan diri sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baik dimanapun mereka akan kembali nanti, pungkas Kadiyono.
Tiga Napiter yang ikrar kepada NKRI diantaranya, Memen alias Abu Anas, Lukman alias Abu Fauzan dan Rizal aliass Abu Sofiyah. (Ule)











Post A Comment:
0 comments: