Articles by "Pemkot"
stop

Tampilkan postingan dengan label Pemkot. Tampilkan semua postingan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
 
Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan perbaikan jalan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Saat ini, proses penambalan jalan tengah berlangsung di Jalan Bromo, kemudian dilanjutkan ke Terusan Ciremai Raya dan Angkasa Raya. Kepala Bidang Bina Marga Kota Cirebon, Totong Kusmawan, SKM, menyatakan bahwa pekerjaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama menjelang arus mudik.

“Kami terus berupaya melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan, terutama di ruas-ruas yang mengalami kerusakan signifikan. Dengan tetap menyesuaikan ketersediaan anggaran dan skala prioritas, kami ingin memastikan bahwa infrastruktur jalan di Kota Cirebon dalam kondisi layak dan aman bagi pengguna,” ujar Totong Kusmawan.

Ia menambahkan bahwa meskipun anggaran belum sepenuhnya cair, kecuali tetap melaksanakan perbaikan sesuai instruksi Wali Kota Cirebon, Efendi Edo. “Kami masih dalam tahap pengajuan anggaran karena proses efisiensi sedang berjalan. Namun perbaikan tetap dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas,” jelasnya.

Menurut Totong Kusmawan, penambalan jalan saat ini difokuskan pada ruas-ruas protokol yang menjadi akses utama. Dari 279 ruas jalan di Kota Cirebon, tidak semuanya dapat diperbaiki secara bersamaan mengingat keterbatasan anggaran dan sumber daya. Beberapa titik yang menjadi prioritas meliputi Perumnas Ciremai Raya, Terusan Ciremai Raya, Jalan Bromo, dan Lawu. Setelah itu, berencana melanjutkan perbaikan di Duku Semar, yang merupakan jalur utama menuju Terminal Cirebon dan sering dilalui kendaraan dari luar daerah. Selain itu, Jalan Angkasa Raya yang menjadi jalur lintas provinsi juga masuk dalam daftar perbaikan.

Totong Kusmawan juga mengakui bahwa beberapa ruas jalan yang telah mengalami pembetonan masih membutuhkan perbaikan tambahan karena kembali berlubang. Oleh karena itu, berharap adanya peningkatan alokasi anggaran agar proses perbaikan jalan dapat berjalan lebih optimal.

“Insya Allah, sebelum tanggal 10, pekerjaan ini sudah rampung. Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mendukung program ini, serta tetap berhati-hati saat melintas di lokasi perbaikan. Semoga dengan upaya ini, kualitas jalan di Kota Cirebon semakin baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” tutup Totong Kusmawan.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
KOTA TEGAL - Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah yang juga Plh. Wali Kota Tegal, menekankan pentingnya sinergitas dan bersatu dalam mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Periode tahun 2025-2029.

“Seluruh jajaran Pemerintah Kota Tegal dapat semakin bersinergi dan bersatu dalam mendukung mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode tahun 2025-2029,” kata Wakil Wali Kota Tegal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, saat memimpin rapat perdana pasca pelantikan, Pembahasan Visi Misi untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal, periode tahun 2025-2029 dan Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tegal tahun 2026 di ruang Adipura, Selasa (25/2/2025).

Rapat pembahasan tersebut di hadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Camat dan Lurah se-Kota Tegal serta Direktur BUMD Kota Tegal.


Wakil Wali Kota yakin dan optimis, visi dan misi kami dapat terwujud dalam lima tahun kedepan, apabila bersama-sama fokus, berada dalam satu frekuensi dan satu barisan, dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan di Kota Tegal.


Tazkiyyatul juga mengimbau agar pihaknya mengikuti dan melaksanakan, proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan, baik itu RPJMD, Rencana Strategis (Renstra), RKPD maupun Rencana Kerja (Renja), sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 tahun 2017 dan aturan lainnya.

“Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka jagalah keselarasan dan keterkaitan antara dokumen perencanaan kita, dengan dokumen perencanaan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional,” imbuh Wakil Wali Kota Tegal.

Selanjutnya, Ia meminta Pemkot Tegal untuk melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebagai wakil pemerintah pusat. Terus tingkatkan dan ciptakan kreativitas dan inovasi sesuai dengan kewenangan, tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam merencanakan dan melaksanakan program kegiatan, agar tujuan dan sasaran yang nanti akan ditetapkan dalam dokumen perencanaan dapat tercapαι.

Ia minta agar penyusunan perencanaan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan Kota Tegal, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan, peningkatan ekonomi, dan lain-lain, yang pada akhirnya dapat mewujudkan Kota Tegal menjadi kota yang berdikari dan sejahtera menjadi kota idaman.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono pada giat yang sama menyampaikan RPJMD Kota Tegal yang dimiliki sebelumnya adalah RPJMD 2019-2024, dan ada jeda waktu antara RPJMD yang sebelumnya dengan RPJMD yang akan datang 2025-2030 dan disaat ini dokumen perencanaan jangka menengah kita adalah dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD).

Agus Dwi Sulistyantono minta untuk segera dimulai, sesuai dengan arahan Wakil Wali Kota harus sudah memetakan delapan program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yaitu peningkatan kualitas dan kredibilitas Aparatur Sipil Negara dengan mengedepankan transparansi keuangan daerah, program pemberdayaan UMKM, program percepatan penurunan angka stunting, program infrastruktur, program menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan non formal kepada masyarakat, program digitalisasai, program kesetaraan gender, dan program keagamaan dengan tetap menjaga toleransi umat beragama di Kota Tegal.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
.

Suara Semesta |
KOTA TEGAL – Pemerintah Kota Tegal menerima kunjungan kerja dari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah terkait kebijakan program percepatan penanggulangan kemiskinan di Ruang Rapat Lantai 1 Sekretariat Daerah Kota Tegal, Senin (17/2).

Dalam kunjungan kerja tersebut menghadirkan Ketua Komisi E, Messy Widiastuti, Wakil Ketua Komisi E, Yudi Indras Wiendarto, Sekretaris  Komisi E, Zainuddin dan  Anggota Komisi E DPRD Pronvisi Jawa Tengah, serta didampingi dari Sekretariat Dewan, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial,  Disnakertrans, dan Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Messy Widiastuti mengutarkan terima kasih atas penerimaan kunjungan  kerja yang dilakukan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah.

‘’Kami dalam rangka fokus pengentasan kemiskinan, kunjungan kerja kami ini cukup istimewa karena kepala dinas ikut rawuh. Nanti sharing apa yang perlu disampaikan, apa yang bisa disinkronkan dalam bentuk kegiatan untuk pengentasan kemiskinan, walaupun Kota Tegal ini sudah cukup istimewa karena angka kemiskinannya di bawah angka kemiskinan provinsi dan di bawah pusat. Kami tetap ingin melihat bagimana sih yang istimewa di Kota Tegal sampai bisa menurunkan angka kemiskinan yang cukup baik,’’ ujar Messy.


Penjabat Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa terkait dengan garis kemiskinan Kota Tegal dari tahun ke tahun.


‘’Pada tahun 2021 itu 523 ribu, 2022 garis kemiskinan 565 ribu, 2023 itu 623, kemudian 2024 ini 664 ribu,’’ ujar Agus Dwi.

Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan bahwa situasi tahun 2025 secara perencanaan Inpres nomor 4 tahun 2022, berkaitan dengan strategi penghapusan atau percepatan daripada kemiskinan.

‘’Ada berbagai langkah yang harus dilakukan, yang pertama bagaimana melakukan pengurangan pada beban, beban pengeluaran masyarakat. Kemudian yang ke dua adalah bagaimana kita meningkatkan pendapatan masyarakat. Kemudian yang ke tiga adalah pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Nah dari ke tiga aspek ini kami semua disuport oleh beberapa OPD melalui berbagai kegiatan,’’ ujar Agus Dwi.

Penjabat Wali Kota Tegal juga menyampaikan bahwa bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat diantaranya adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada yang memang diperlukan untuk diberikan pelatihan kerja supaya bisa bergerak sektor ekonomi mandirinya.

‘’Kemudian juga bagaimana pengembangan usaha UMKM, kemudian juga termasuk bagaimana akses permodalan termasuk juga bagaimana kita mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor yang memiliki arah ke penciptaan lapangan kerja, termasuk bagaimana ketika investasi infrastruktur didorong, kemudian bagaimana perubahan industri dan tentu promosi pariwisata,’’ tambah Agus Dwi.

Pengurangan kantong-kantong kemiskinan, Agus Dwi juga menyampaian bahwa  bagaimana memberikan dukungan supporting pada wilayah yang menjadi  kantong kemiskinan.

‘’Kantong-kantong kemiskinan ini nanti akan terlihat ketika kita menggunakan juga data spasial yang diperlukan sehingga ada berbagai kegiatan termasuk bagaimana sistem penyediaan air minum pada   wilayah yang memang belum memiliki jangkauan yang layak kemudian juga menyambungkan langsung di beberapa kelurahan termasuk diantaranya adalah bagaimana kita melakukan perbaikan pada rumah yang tidak layak dengan program rumah kita layak huni,’’ tambah Agus Dwi.

Agus Dwi juga mengutarakan bahwa program percepatan penanggulangan kemiskinan Kota Tegal untuk kegiatan diampu langsung oleh kurang lebih ada 12 OPD mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPKBP2PA, Disperkim, Dinas PU, Dinas perhubungan dan Dinas Lainnya

.(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
TEGAL – Penjabat (Pj.) Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono bersama Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Sartono Eko Saputro berpamitan kepada seluruh Karyawan/Karyawati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal dari jabatannya sebagai Pj. Wali Kota dan Pj. Sekda Kota Tegal.

Hal tersebut disampaikan Pj. Wali Kota Tegal saat memimpin Apel Bersama Karyawan/Karyawati RSUD Kardinah di Halaman Gedung R. A. Kardinah Komplek RSUD Kardinah Kota Tegal, Senin (3/2/2025) pagi.

“Hari ini saya pamitan sebagai jabatan Pj. Wali Kota, Pak Sekda sebagai Pj. Sekda. Kami mohon maaf jika kami dalam menjalankan tugas masing-masing, kami sebagai Pj. Wali Kota maupun Pj. Sekda ada hal-hal yang kurang bisa kami lakukan. Saya mohon maaf tetapi kami sampaikan bahwa sebenarnya kami sudah bersungguh-sungguh di dalam melaksanakan berbagai kegiatan menjalankan amanah kami yang diberikan sebagai Pj. Wali Kota Tegal maupun Pj Sekda Kota Tegal,” ujar Agus Dwi.


Agus Dwi juga menyampaikan terima kasih atas segala kontribusi jajaran RSUD Kardinah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya masyarakat yang berkunjung ke RSUD Kardinah.


Seperti diketahui Agus Dwi Sulistyantono hampir tiga setengah bulan menjabat sebagai Pj. Wali Kota Tegal, ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal terpilih dilantik maka pihaknya akan kembali ke menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tegal. Begitupun Pj. Sekda kembali menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal.

Dalam amanatnya Pj. Wali Kota Tegal juga berpesan untuk selalu meningkatkan inovasi dan kreatifitas di dalam meghadapi tantangan yang semakin meningkat. Menurutnya tidak ada lagi zona nyaman di dalam setiap sisi unit yang ada karena persaingan antar rumah sakit yang semakin meningkat.

“Kami di Pemerintah Kota Tegal akan selalu memonitor dan mem-back up RSUD Kardinah dalam menghadapi persaingan-persaingan ini. Karena persaingan tidak hanya dari rumah sakit umum daerah saja tetapi juga rumas sakit swasta apalagi dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengadaptasi perkembangan teknologi,” ujarnya.

Dikatakan Pj. Wali Kota bahwa pihaknya selalu berpesan kepada pihak manajemen RSUD Kardinah untuk selalu berfikir tiga atau empat langkah kedepan daripada situasi yang ada pada hari ini.

“Bagaimana melihat lebih jeli dan lebih cepat daripada kompetitor yang ada, itu membuat kita tidak boleh nyaman dari kondisi yang ada pada saat ini. Sehingga teman-teman sekalian sebagai bagian yang digerakkan oleh sebuah kepimpinan harus adaptif yaitu harus menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” pungkas Agus Dwi.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
TEGAL – Penjabat (Pj.) Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono membuka Konferensi Kota PGRI Kota Tegal Masa Bhakti XXIII tahun 2025-2030 yang berlangsung di Gedung Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Sabtu (25/1/2025) pagi.

Acara pembukaan tersebut juga disertai oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, M. Ismail Fahmi, Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan Cabang Dinas Wilayah XI Provinsi Jawa Tengah serta Pengurus dan Anggota PGRI Kota Tegal.

Dalam Berbagainya Pj. Wali Kota Tegal mengutarakan bahwa ada tiga hal penting dalam Konferensi Kota PGRI yaitu tanggung jawab pengurus PGRI periode sebelumnya, perencanaan program kerja untuk lima tahun kedepan dan pemilihan ketua PGRI Kota Tegal.

“Dalam forum ini saya berharap seluruh angota PGRI bisa betul-betul memanfaatkannya dengan baik, jangan hanya formalitas dan pesan saya jangan fokus pada pemilihan ketua saja,” ujar Agus Dwi.


Menurutnya salah satu hal yang sering dilupakan dalam konferensi kota atau forum tertinggi ini yaitu tidak memanfaatkan untuk menuangkan ide-ide atau program-program yang menjadi ketegangan para anggota. Tetapi justru yang dimasukkan sebagai usulan program kerja lima tahun kedepan menjadi atensi setelah pemilihan ketua dan pengurus.


Dikatakan Pj. Wali Kota, ketika pemilihan ketua dan pengurus sudah dilakukan, maka seluruh anggota PGRI harus saling bahu membahu memberikan kontribusi untuk penguatan program yang telah disepakati di dalam konferensi kota yang diterjemahkan menjadi program tahunan sehingga nanti akan muncul soliditas.

“Mari kita bersama-sama jadikan hasil dari forum konferensi kota ini maju dari tiga hal tadi pertanggungjawaban, program perencanaan lima tahun ke depan, pemilihan ketua bisa melahirkan PGRI yang solid, PGRI yang saling bahu membahu sehingga tentu pemerintah Kota Tegal menunggu kontribusi dan sinergitas yang luar biasa dari PGRI Kota Tegal,” ujar Agus Dwi.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Tegal Kadarisman menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kota Tegal atas dukungan dan kolaborasi di setiap kegiatan PGRI Kota Tegal.

“PGRI tetap untuk Kota Tegal, harus berkolaborasi dengan pemerintah karena kita tidak punya izin kecuali mitra dan kerjasama. Jangan sampai dengan Pemerintah Daerah berseberangan,” ujarnya.


Perwakilan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Sakbani dalam Perayaannya menyampaikan terima kasih kepada PGRI Kota Tegal telah menaati aturan-aturan yang telah diberikan termasuk tertib dalam hal keuangan.


“Menurut catatan kami Kota Tegal masuk 10 besar pengelolaan administrasi keuangan terbaik se-Jawa Tengah. Terima kasih, mudah-mudahan nanti dijaga dan dilestarikan oleh pengganti Pak Kadarisman,” harap Sakbani.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
KOTA TEGAL - M. Ismail Fahmi resmi menjabat Ketua Dewan Pengurus Kota Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK IKAPTK) periode 2024-2029.

Ismail Fahmi dilantik oleh Ketua Dewan Pengurus Provinsi Jawa Tengah IKPTK Bergas Catursasi Penanggungan di Ruang Adipura, Komplek Balai Kota Tegal, Jum'at (24/1/2025) sore.

Pelantikan yang dibalut oleh Pj. Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal, Wali Kota Terpilih Dedy Yon Supriyono, Pj. Sekretaris Daerah Kota Tegal, Sartono Eko Saputro dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal serta Pengurus IKAPTK daerah sekitar.

Ketua Tim Formatur Joko Sukur Baharudin menyampaikan bahwa proses pemilihan kepengurusan DPK IKAPTK Tegal telah dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2024, melalui proses pemilihan yang demokratis sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga IKAPTK.

Saat ini anggota IKAPTK Tegal berjumlah 52 orang, yang terdiri dari 17 orang dari APDN/IIP angkatan 1 sampai dengan Angkatan 23 dan STPDN/IPDN angkatan 1 sampai 31 dan bertugas hampir di setiap OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.


hal. Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono selamat pada acara tersebut menyampaikan ucapan kepada Pengurus IKAPTK Tegal yang baru saja dilantik. Ia menyampaikan IKAPTK sebagai organisasi yang memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. Dalam kiprahnya, para anggota IKAPTK merupakan para pemimpin yang memiliki kapasitas dan komitmen terhadap pembangunan daerah.


“Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, saya yakin kolaborasi yang erat akan menjadi jalan bagi kita mencapai tujuan pembangunan yang telah tetapkan,” kata Pj. Wali Kota Tegal.

Agus Dwi Sulistyantono berharap DPK IKAPTK Tegal dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Tegal.


“Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang baik, saya yakin kita akan mampu mewujudkan Kota Tegal yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkas Pj, Wali Kota Tegal.


Ketua Dewan Pengurus Daerah Provinsi IKAPTK Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, sesaat setelah melantik menyampaikan bahwa IKAPTK ini merupakan wadah untuk lebih memperkuat menyatukan alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan.

Ia berpesan kepada IKAPTK untuk selalu berkarya tetap menjaga loyalitas, integritas dan profesionalitas, yang tidak terganggu dengan siklus lima tahunan, dan Ia berpesan agar IKAPTK dapat memberi kesuksesan pemimpin.

“Ambil peran itu, sukseskan pemimpin daerah, dan ini akan menjadi cerita bahwa kita pernah melakukan apa-apa untuk kesuksesan pemimpin,” ujar Ketua DPP IKAPTK Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, setelah dilantik, Ismail Fahmi berharap dengan Kepengurusan IKAPTK Tegal Periode 2024-2029 bisa lebih erat lagi barisan bersama-sama dengan Pemerintah Kota Tegal untuk bisa mensukseskan program-program Pemerintah Kota Tergal, termasuk program dari Wali Kota Tegal Terpilih lima tahun ke depan dan jangka panjang adalah memajukan masyarakat Kota Tegal.


(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
KOTA TEGAL – Gedung Niscala 5 Point Building Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal diresmikan oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, Kamis (23/1/2025).

Peresmian ditandai dengan penekanan layar pada gambar telapak tangan di LED secara bersama-sama oleh oleh Pj. Wali Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Wali Kota Tegal Terpilih Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Terpilih Tazkiyatul Mutmainah, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal M. Zaenal Abidin, dan Plt. Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, Haryo Teguh.


Kemudian pemecahan kendi dan pemotongan untaian bunga melati oleh Pj. Wali Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono dan Wali Kota Tegal Terpilih Dedy Yon Supriyono yang disaksikan oleh Forkopimda Kota Tegal, Sekda Kota Tegal dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal, Plt. Direktur RSUD Kardinah dan jajarannya, di salah satu pilar penyangga yang dililit kain batik depan gedung berlantai lima. Selanjutnya Pj Wali Kota


Pj. Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa kehadiran gedung baru ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya.

Pj. Wali Kota menjelaskan, progres pembangunan gedung baru RSUD Kardinah ini telah berjalan sesuai dengan rencana. “Alhamdulillah, gedung ini beroperasi untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya melalui ruang VIP, VVIP, Suite Room, dan Ruang Hemodialisa. dengan adanya fasilitas ini, saya optimis pelayanan kesehatan di Kota Tegal akan semakin berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pasien-pasien rujukan dari daerah lain,” Ujar Pj. Wali Kota Tegal.

Ia menjelaskan bahwa nama Niscala itu sengaja Ia pilih setelah berdialog dengan Wali Kota Tegal Terpilih, Dedy Yon Supriyono,  karena mengandung arti “Bangunan yang Kokoh dan Kuat”. Ia memberikan nama agar tidak hanya kuat secara fisik namun dengan terselesaikannya gedung ini adalah mengandung satu spirit kuat dan kokohnya mentalitas dan semangat dalam hal mewujudkannya. Nama tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol keteguhan dan keberlanjutan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik.


Pj. Wali Kota menyampaikan bahwa sebelumnya memang berencana agar bangunan gedung Niscala yang pembangunannya dimulai dari tahun 2022, selesai sebelum dimulai masa jabatan Dedy Yon S yang kedua dimulai.


Ia juga menambahkan, setelah Pemkot selesai dengan gedung baru RSUD Kardinah, akan fokus bagaimana agar ada sebuah Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Margadana Kota Tegal. Setelah ini pihaknya akan berusaha untuk segera mewujudkan cita-cita tersebut untuk akan menjadikan sebuah Rumah sakit tipe D di wilayah Kecamatan Margadana yang merupakan menjadi jejaring, atau mitra dari RSUD Kardinah.

Dalam acara yang sama, Plt. Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, Haryo Teguh memperkenalkan Gedung VIP serta VVIP sebagai fasilitas kesehatan unggulan yang dirancang untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. Gedung tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dengan kenyamanan dan privasi optimal.

Haryo Teguh menyampaikan Gedung Niscala dilengkapi fasilitas modern yang memenuhi standar pelayanan VIP dan VVIP, termasuk kamar rawat inap eksklusif, ruang tunggu yang nyaman, serta layanan medis dengan tenaga profesional berpengalaman. RSUD Kardinah terus berkomitmen untuk mengedepankan Kualitas layanan tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dan inklusivitas.

Pembangunan Gedung Pavilliun VIP dan VVIP RSUD Kardinah Kota Tegal tersebut merupakan langkah dalam memberikan pelayanan yang terbaik dengan melakukan penyempurnaan fasilitas saran dan prasana untuk masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya serta bagi pasien yang berasal dari luar kota.

Pembangunan Gedung Pavilliun VIP dan VVIP menyerap anggaran Rp35.825.114.000, yang berasal dari APBD dan BLUD. Anggaran yang berasal dari APBD Rp8.736.780.000 dan anggaran BLUD Rp27.688.334.000.

Gedung lima lantai tersebut akan difungsikan menjadi ruang penerimaan berada di lantai satu yang terdiri dari Ruang Informasi, Ruang Antiseptik Dis-pensing, Ruang Tunggu dan Lavatory untuk umum. Pelayanan pada lantai dua akan digunakan sebagai pelayanan Hemodialisa, dalam hal ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Tegal. Sedangkan lantai tiga sampai lima digunakan sebagai ruang rawat inap.

Room, 4 Ruang VVIP, 17 Ruang VIP dan 2 Ruang VIP Isolasi. Selain itu juga dilengkapi dengan Nurse Station, Ruang Dokter/Ruang Konsultasi, Ruang Perawat/Ruang Diskusi dilengkapi dengan Lavatory, Ruang Rotgen Mobile, Ruang Pantry Transit, Ruang Linen, Spool Hoek, Ruang Panel dan Gudang serta Lavatory Umum, dan saat ini RSUD Kardinah telah menyediakan layanan vaksin meningitis.

Selain itu juga untuk modernisasi peralatan hemodialisa dan kelayakan bangunan sesuai dengan standart dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ruangan hemodialisa dengan luasan kurang lebih adalah 445 m2, mampu menampung 35 unit alat hemodialisa.

Akses pelayanan kesehatan di gedung baru ini tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. terkait dengan penggunaan BPJS, Ia menegaskan bahwa ruang VIP di gedung baru ini dapat digunakan oleh pasien peserta BPJS. Ruang VIP sebelumnya, yaitu ruang cendana, dialihfungsikan menjadi ruang rawat inap standar, sehingga semakin memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat umum.

Gedung baru ini dilengkapi dengan total 25 kamar serta fasilitas pendukung seperti café kecil dan ruang tunggu yang nyaman. tidak hanya itu, suite room yang tersedia juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasien dari kalangan menengah ke atas, termasuk pasien dari luar daerah. fasilitas unggulan ini adalah langkah strategis untuk menjadikan rsud kardinah sebagai rumah sakit yang tidak hanya unggul secara lokal tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional.

Sedangkan untuk Tarif Akomodasi Kamar yaitu VIP Rp400 ribu per hari, VVIP Rp650 ribu per hari, Suite Room Rp950 ribu per hari.

“Saya yakin, keberadaan gedung baru ini akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan. oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan pembangunan gedung ini, termasuk jajaran RSUD Kardinah, Dinas vs Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Kesehatan Kota Tegal,” pungkas Plt. Direktur RSUD Kardinah Haryo Teguh.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | TEGAL - Penjabat (Pj.) Wali Kota Tegal,  Agus Dwi Sulistyantono secara resmi melaunching uji coba manajemen rekayasa lalu lintas satu arah di ruas Jalan R.A Kartini dan Jalan Cempaka Kota Tegal pada Rabu (15/1/2025) pagi pukul 06.00 WIB


Launching diawali Apel yang dipimpin Pj. Wali Kota Tegal dan dihadiri oleh Pj. Sekda Kota Tegal Sartono Eko Saputro, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tegal, Abdul Kadir dan jajarannya, jajaran Satpol PP Kota Tegal, dan Kasatlantas Polresta Tegal. Kemudian launching ditandai dengan pembukaan penutup rambu satu arah di Jalan R.A Kartini oleh Pj. Wali Kota Tegal didampingi Pj. Sekretaris Daerah Kota Tegal, Kepala OPD dan Kasatlantas Polresta Tegal.


Uji coba rekayasa lalu lintas tersebut selain memberlakukan lalu lintas satu arah pada Jalan R.A Kartini dari Timur ke Barat, juga memberlakukan lalu lintas satu arah pada Jalan Tentara Pelajar dari selatan ke utara, Jalan Cempaka dari barat ke timur, dan Jalan Melati dari Selatan ke utara.


Pj. Wali Kota Tegal  mengatakan bahwa Jalan Kartini merupakan jalan utama di Kota Tegal yang memiliki  mobilitas yang tinggi serta pada beberapa waktu terakhir ruas jalan tersebut sering menimbulkan kemacetan.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Tegal berupaya untuk mengurai kemacetan tersebut sehingga tidak menimbulkan implikasi negatif pada kegiatan masyarakat.


Dengan menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan R.A Kartini Kota Tegal diharapkan dapat memperbaiki kinerja Jalan Kartini sekaligus mengurangi potensi kemacetan di ruas jalan tersebut.


"Mulai hari ini tanggal 15 Januari 2025 Jalan Kartini akan diberlakukan satu arah dari arah timur ke arah barat di seluruh ruasnya," ujar Agus Dwi.

Sedangkan arus dari barat ke timur, Pj. Wali Kota Tegal mengatakan akan dialihkan ke beberapa ruas jalan yang sudah ada seperti Jalan Cempaka dan Jalan Melati.

Disampaikan Pj. Wali Kota, bahwa uji coba rekayasa lalu lintas satu arah tersebut akan terus dipantau serta di evaluasi kebermanfaatannya bagi masyarakat.

"Perlu saya tegaskan juga bahwa keberhasilan kebijakan ini membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak bukan hanya dari masyarakat tetapi juga para petugas yang ada di lapangan untuk kita bisa mengikuti aturan ini," pungkas Agus Dwi.

( Yati )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | Kota Cirebon
– Dalam upaya meningkatkan pengelolaan sampah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon telah menyalurkan bantuan berupa peralatan pendukung pengelolaan sampah ke sejumlah kelurahan dan RW. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala DLH Kota Cirebon, dr. Yuni Darti, Sp.GK. Rabu (15/01).


“Bantuan ini berasal dari dana bantuan keuangan provinsi yang kami alokasikan untuk pengadaan berbagai peralatan, seperti mesin komposter, tempat sampah terpilah, alat pencacah plastik, serta perangkat pencatatan digital,” ujar Yuni Darti.


Sebanyak 9 kelurahan yang tersebar di 5 kecamatan menjadi penerima bantuan ini. Selain itu, tujuh RW yang dinilai memiliki motivasi tinggi dan kinerja baik dalam pengelolaan sampah juga mendapatkan dukungan tambahan, termasuk seragam petugas dan alat pendukung lainnya.

“Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di masyarakat. Kami berharap hal ini dapat mendorong peningkatan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sampah secara optimal,” tambahnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen DLH Kota Cirebon untuk mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas




Suara Semesta | KOTA CIREBON – Nelayan di Kota Cirebon menghadapi tantangan besar terkait alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang jauh dari mencukupi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon menerapkan sistem skala prioritas dalam pendistribusian subsidi BBM, terutama bagi kapal berukuran 30 gros ton (GT).

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa alokasi subsidi BBM yang diberikan pemerintah pusat pada tahun 2024 sebesar 1.600 kiloliter, jauh di bawah kebutuhan riil nelayan yang mencapai 5.100 kiloliter.

“Alokasi tahun 2024 saja tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kapal nelayan berukuran 30 GT. Sayangnya, jumlah alokasi untuk tahun 2025 juga tidak berubah, tetap 1.600 kiloliter,” ujar Elmi usai rapat bersama perwakilan nelayan, Rabu (15/1/2025).

Menurut Elmi, kapal berukuran 30 GT ini membutuhkan sekitar 15 kiloliter subsidi BBM untuk sekali melaut. Dalam setahun, kapal-kapal ini biasanya melaut sebanyak tiga hingga empat kali, tergantung kondisi cuaca.

“Melaut selama tiga bulan biasanya membutuhkan subsidi BBM 15 kiloliter, dan itu cukup untuk memenuhi operasional kapal selama satu perjalanan. Namun, dengan keterbatasan alokasi, tidak semua kapal bisa memenuhi kebutuhannya,” jelas Elmi.

Ketimpangan Kebutuhan dan Alokasi

Jumlah kapal dan perahu nelayan di Kota Cirebon menjadi salah satu faktor utama tingginya kebutuhan subsidi BBM. Berdasarkan data DKP3, dengan total kebutuhan 5.100 kiloliter, selisih antara alokasi dan kebutuhan mencapai 3.500 kiloliter.

"Kami harus bijak dalam pendistribusian. Oleh karena itu, skala prioritas menjadi solusi agar alokasi yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal," tambah Elmi.

Skala prioritas yang diterapkan DKP3 memfokuskan pendistribusian subsidi BBM pada kapal yang layak berlayar, terutama kapal 30 GT. Hal ini disebabkan kapal berukuran tersebut sebagian besar dimiliki oleh pengusaha yang mengoperasikan banyak armada.

“Kami memastikan nelayan kecil tetap mendapatkan alokasi, tetapi untuk kapal 30 GT yang dimiliki pengusaha, kami memprioritaskan kapal yang benar-benar layak beroperasi,” tegasnya.

Upaya Tambahan Alokasi

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, DKP3 telah mengajukan permohonan tambahan alokasi subsidi BBM kepada BPH Migas melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Permohonan ini disampaikan dengan harapan agar pemerintah pusat dapat mengakomodasi kebutuhan nelayan subsidi BBM di Kota Cirebon.

"Kami sudah menyampaikan permohonan resmi. Harapan kami, pemerintah pusat dapat mendengar aspirasi ini dan segera memberikan tambahan alokasi subsidi BBM," ungkap Elmi.

(Ramadhan)