Articles by "KPU"
stop

Tampilkan postingan dengan label KPU. Tampilkan semua postingan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
Cirebon, 5 Februari 2025, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon secara resmi menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pemilihan Umum 2024 melalui rapat pleno terbuka yang digelar di Hotel Patra Cirebon. Acara ini menjadi tahap akhir dari proses pemilihan sebelum memasuki agenda pelantikan.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilu telah berlangsung secara transparan dan akuntabel. "Hari ini, kami secara resmi menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih berdasarkan hasil pemungutan suara yang telah melalui proses rekapitulasi dengan jujur dan adil. Kami memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya dalam sambutannya.


Rapat pleno ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan partai politik, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung proses penetapan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya keterbukaan dalam penyelenggaraan pemilu.


Esya Karnia Puspawati juga mengapresiasi peran semua pihak yang telah mendukung kelancaran pemilu, mulai dari penyelenggara, pengawas, aparat keamanan, hingga masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga integritas pemilu ini. Kami berharap pasangan calon yang telah ditetapkan dapat mengemban amanah dengan baik dan membawa Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih maju," tambahnya.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu setelah proses pemilu selesai. "Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kini saatnya kita bersama-sama mendukung pemimpin terpilih demi kemajuan Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

Setelah penetapan ini, tahapan berikutnya adalah persiapan pelantikan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih, yang dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat.


(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta |
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon memberikan penghargaan kepada 16 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terbaik dalam acara Evaluasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Cirebon 2024. Acara ini berlangsung pada Minggu, 26 Januari 2025, di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon Kampus 2.

Berikut adalah daftar kategori penghargaan yang diberikan:

• Manajemen Keuangan Terbaik: PPK Pasaleman.

• Manajemen Kepemimpinan dan Manajemen Logistik Terbaik: PPK Arjawinangun.

• Pengolahan Data Tepat dan Akurat: PPK Arjawinangun.

• Penggunaan Aplikasi Sirekap Terbaik: PPK Sumber.

• Pelayanan Responsif Data Pemilih: PPK Pasaleman.

• Penyelenggaraan Pemungutan Suara Terbaik: PPK Plumbon.

• Penyelenggaraan Penghitungan Suara Terbaik: PPK Lemahabang.

• Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kecamatan Terbaik: PPK Astanajapura.

• Dokumentasi Tahapan dan Penghitungan Suara Terbaik: PPK Kedawung dan PPK Suranenggala.

• Pemenuhan Dokumen Perselisihan Hasil Pemilihan Terbaik: PPK Ciwaringin.

• Sosialisasi dan Pengelolaan Media Sosial Terbaik: PPK Sedong.

• Partisipasi Masyarakat (Parmas) Terbaik: PPK Dukupuntang.

• Rekrutmen dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Terbaik: PPK Kapetakan.

• Sekretariat Terbaik: Sekretariat PPK Kedawung.


Selain memberikan penghargaan, KPU Kabupaten Cirebon juga menyerahkan santunan kematian dan biaya pemakaman kepada ahli waris anggota Badan Adhoc Pilkada Serentak 2024 yang telah meninggal dunia. Berdasarkan data, sebanyak lima anggota Badan Adhoc meninggal dunia selama tahapan Pilkada, dengan rincian tiga orang akibat kecelakaan dan dua orang karena sakit.


Acara ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas kinerja PPK dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 sekaligus wujud empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

@Har/red
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | TEGAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal menetapkan Dedy Yon Supriyono dan Tazkiyyatul Muthmainnah sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal terpilih pada Pemilihan Serentak Tahun 2024.

Dedy Yon Supriyono dan Tazkiyyatul Muthmainnah dengan nomor urut 02 memperoleh 64.746 suara atau 46,30 persen dari total suara sah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berlangsung pada 27 November 2024. 


Penetapan keduanya dilaksanakan KPU pada Rapat Pleno Terbuka yang berlangsung di Aula KPU Kota Tegal, Kamis (9/1) siang dengan menandatangani berita acara penetapan dan menyerahkan Surat Keputusan kepada calon pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal terpilih. 

Hadir Penjabat Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tegal, Sartono Eko Saputro dalam Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Karyudi Prayitno didampingi oleh Komisariat KPU Kota Tegal. 

Karyudi Prayitno mengucapkan terima kasih kepada pemangku suksesnya terselenggara Pilkada Serentak tahun 2024.

“Maka saya berharap penyelenggaraan yang clear ini juga bisa berlanjut ke tahap selanjutnya, kami ucapkan apresiasi kepada pemangku kepentingan karena Pilkada berjalan lancar, masyarakat Kota Tegal juga saya ucapkan terima kasih karena angka prestasinya baik,” ungkap Karyudi.


Sementara itu, Dedy Yon Supriyono selaku Wali Kota Tegal Terpilih juga menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara Pilkada serta seluruh komisioner.

“Betul-benar mandiri, netral menjalankan tupoksi, sampai keadaannya kondusif, peran TNI, POLRI sampai tingkat kecamatan yang luar biasa,” ujar Dedy Yon. 

Dedy Yon juga mengutarakan bahwa dinamika politik di Kota Tegal sangat dinamis. 

“Atas dukungan dan doa restu dari orang tua, doa tokoh agama, ulama, dukungan masyarakat Kota Tegal sehingga saya dan Bu Iin dapat terpilih. Saya dan Bu Iin memperoleh 64.746 suara dan presentase 46,30 persen, ini hasil yang sangat memuaskan,” tambah Dedy. 

Dedy juga mengucapkan terima kasih kepada partai koalisi, relawan, tim sukses yang telah berjuang sehingga dapat terpilih menjadi Wali Kota Tegal. 

“Saya dan Mba Iin kedepan mempunyai PR yang sangat berat, PR ini melanjutkan beban yang belum selesai. Sesuai dengan visi misi kami, Kota Tegal Berdikari, pemerintah yang berkelanjutan, demokrasi, disiplin, kompeten, adaptif, inovatif,” ujar Dedy. 

Dedy Yon menyebutkan bahwa PR kedepan di antaranya terkait dengan penanganan solusi terbakarnya di Pelabuhan Kota Tegal, Pembangunan Poltek KP, terkait dengan inflasi, penanganan stunting, pembangunan Kantor KPU, fly over Tirus, dan lainnya. 

“Kedepan Kota Tegal akan lebih maju, menjadi kota idaman,” lanjut Dedy.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | Kota Cirebon, 9 Januari 2025 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon telah resmi menetapkan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota 2024. Penetapan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan pemilihan umum. Dengan keputusan ini, hasil pemilihan yang telah dilaksanakan pada 27 November 2024 diakui secara resmi dan menjadi bagian dari proses demokrasi yang berjalan di Kota Cirebon.

Rapat pleno terbuka yang diselenggarakan di Hotel Luxton pada Senin (8/1/2025) menjadi momentum penting dalam penetapan pasangan calon terpilih. Dalam rapat tersebut, KPU Kota Cirebon mengumumkan bahwa pasangan yang terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Cirebon untuk periode 2024-2029 adalah Effendi Edo dan Siti Aisyah. Penetapan ini mengakhiri rangkaian proses pemilu yang berlangsung sejak pelaksanaan pemungutan suara.


Meski demikian, hasil penetapan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian besar pendukung pasangan terpilih menyambut baik hasil ini dan berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan positif bagi Kota Cirebon. Namun, di sisi lain, ada sebagian masyarakat yang merasa tidak puas, terutama pendukung pasangan calon lainnya yang menganggap hasil pemilihan tidak mencerminkan suara mayoritas. Beberapa warga juga mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi konflik sosial dan ketidakpuasan pasca pemilihan.



KPU Kota Cirebon menyatakan komitmennya untuk mendengarkan masukan dan aspirasi dari masyarakat guna menjaga kelancaran proses demokrasi yang transparan dan berkeadilan. "Kami akan terus memastikan bahwa semua tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan akan terus berupaya menjaga transparansi serta integritas proses pemilu," kata Ketua KPU Kota Cirebon dalam pernyataan resminya.


Jumlah total suara sah yang terkumpul dalam pemilihan ini mencapai 77.755 suara, yang merupakan bagian dari rekapitulasi suara yang diumumkan dalam rapat pleno tersebut.

Dengan penetapan ini, proses pemilihan wali kota dan wakil wali kota Cirebon 2024 telah resmi selesai, dan perhatian kini beralih kepada upaya membangun Kota Cirebon yang lebih maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan Effendi Edo dan Siti Aisyah.


(Ramadhan)











Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
CIREBON – Rapat pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara Pilkada Kabupaten Cirebon akan berlangsung hari ini, Rabu (4/12/2024), di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menjadi tahap akhir dalam proses rekapitulasi suara Pilkada 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, menjelaskan bahwa rapat pleno ini merupakan kelanjutan dari proses rekapitulasi yang telah dilakukan di tingkat kecamatan. "Rapat pleno ini akan menjadi penentu dan dasar untuk menetapkan pasangan calon kepala daerah terpilih," ungkap Esya.


Seluruh pasangan calon, tim sukses, serta pemantau dari berbagai lembaga terkait telah diundang untuk menghadiri rapat pleno ini. Proses rekapitulasi di tingkat kecamatan sebelumnya berjalan dengan lancar, meski terdapat beberapa catatan kecil yang sudah diselesaikan melalui mekanisme yang ada.


Diharapkan, hasil akhir dari rapat pleno ini dapat diterima semua pihak dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap proses demokrasi. KPU Kabupaten Cirebon juga telah menyiapkan pengamanan ketat untuk memastikan jalannya acara berlangsung kondusif.

Dengan selesainya rapat pleno ini, masyarakat Kabupaten Cirebon akan segera mengetahui pasangan kepala daerah yang resmi terpilih untuk periode mendatang.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta
Cirebon, 20 November 2024 — Debat publik antara tiga pasangan calon Wali Kota Cirebon akan digelar pada Rabu, 20 November 2024, pukul 13.00 WIB di Hotel Prima, Cirebon. Debat ini akan menjadi ajang penting bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat visi, misi, serta program unggulan yang akan diusung oleh masing-masing pasangan calon dalam menghadapi Pemilihan Wali Kota (Pilkada) Cirebon 2024.

Tema Debat: Kesejahteraan Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan
Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah "Strategi Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan." Setiap pasangan calon diharapkan dapat memaparkan strategi dan kebijakan mereka terkait dengan sejumlah isu penting, seperti pengembangan ekonomi lokal, peningkatan layanan publik, perbaikan infrastruktur, serta solusi terhadap berbagai permasalahan sosial yang dihadapi warga Cirebon.



Debat ini juga akan menyoroti isu-isu krusial lainnya, seperti pengelolaan sumber daya alam, penyediaan lapangan kerja, serta pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cirebon secara keseluruhan.


Tiga pasangan calon yang akan berpartisipasi dalam debat ini adalah:

1. Dani Mardani-Fitria Pamungkaswati
2. Eti Herawati-Suhendrik
3. Effendi Edo-Siti Farida Rosmawati

Masing-masing pasangan calon akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka secara terstruktur, dengan fokus pada bagaimana mereka akan membawa perubahan positif bagi Kota Cirebon jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Format Debat dan Visualisasi Visi Misi
Dalam debat kali ini, setiap pasangan calon akan mempresentasikan visi dan misi mereka yang kemudian akan ditayangkan secara visual di layar monitor. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memahami secara detail program-program yang diusung oleh masing-masing calon. Warga Cirebon dapat mengamati dan membandingkan argumen serta komitmen yang disampaikan oleh para calon dalam memajukan kota ini.

Untuk menjaga kelancaran dan ketertiban selama debat, panitia penyelenggara telah menetapkan sejumlah aturan yang ketat. Salah satunya adalah larangan bagi para pendukung calon untuk membawa senjata tajam, alat peraga kampanye, atau barang-barang yang dapat mengganggu jalannya debat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan terhindar dari potensi kericuhan yang dapat merusak jalannya acara.

Selain pemaparan visi dan misi, debat ini juga akan diwarnai dengan sesi tanya jawab antara pasangan calon, yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk saling memberikan klarifikasi terkait program-program mereka. Tanya jawab ini juga memungkinkan masyarakat untuk menilai secara langsung kesiapan calon dalam menghadapi tantangan yang ada di kota Cirebon.

Debat publik ini diharapkan dapat menjadi platform yang efektif bagi masyarakat Cirebon untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai setiap pasangan calon dan program-program mereka. Melalui debat ini, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan bijak dalam memilih pemimpin yang akan memimpin Kota Cirebon untuk lima tahun ke depan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara Pilkada 2024, debat ini juga akan disiarkan secara langsung melalui beberapa media, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung di Hotel Prima tetap dapat mengikuti jalannya acara.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Cirebon, 20 November 2024 – Debat publik kedua calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon berlangsung hari ini, Rabu (20/11/2024), di sebuah hotel Aston yang terletak di Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Acara ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon 2024. Debat ini dibuka dengan semangat antusiasme dari masyarakat dan para pendukung paslon, yang sudah memadati ruang debat sejak pagi hari.

Debat ini memasuki segmen kedua, yang dituangkan dengan berbagai perbincangan mengenai topik-topik utama yang menjadi perhatian publik, antara lain: "Tata Kelola Pemerintahan, Reformasi Birokrasi, Kolaborasi Pembangunan, serta Keberpihakan Terhadap Kelompok Rentan dan Difabel." Dalam segmen ini, setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari panelis yang terdiri dari berbagai ahli dan profesional di bidang pemerintahan dan sosial.


Selama pemaparan visi dan misi, suasana di ruang debat sempat memanas dengan sorak-sorai dan tepuk tangan dari para pendukung masing-masing paslon. Meskipun demikian, panitia secara berkala mengingatkan agar para pendukungnya tidak terlalu bising dan menjaga agar jalannya perdebatan tetap lancar. “Kami mengimbau kepada seluruh pendukung untuk tetap menjaga suasana kondusif, agar debat ini dapat berlangsung dengan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata salah satu panitia.


Tampilan para pasangan calon (paslon) pun menjadi perhatian tersendiri. Paslon nomor urut 1, Rahmat Hidayat-Imam Saputra, tampil kompak dengan pakaian batik berwarna biru, simbol kedekatan mereka dengan tradisi dan budaya lokal. Paslon nomor urut 2, Imron-Agus Kurniawan, mengenakan kemeja putih dengan sweater batik Mega Mendung yang sangat identik dengan Kabupaten Cirebon. Sementara itu, paslon nomor urut 3, Wahyu Tjiptaningsih-Solichin, memilih mengenakan rompi berwarna biru muda, yang menggambarkan kesan segar dan profesional. Paslon nomor urut 4, Mohamad Luthi-Dia Ramayana, tampil dengan kemeja panjang hijau, sesuai dengan identitas mereka yang berslogan "Bahagia", mencerminkan harapan dan bagi kesejahteraan masyarakat Cirebon.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengungkapkan bahwa meskipun format debat kedua ini secara keseluruhan masih sama dengan debat pertama, ada beberapa perbedaan penting. Salah satunya adalah momen yang diberikan kepada paslon dalam memaparkan kembali visi, misi, dan program unggulan mereka dengan lebih bebas. Hal ini memberikan kesempatan bagi paslon untuk menjelaskan secara mendalam setiap kebijakan yang mereka tawarkan.

Lebih lanjutnya, Esya menjelaskan bahwa debat kali ini juga dilengkapi dengan beberapa subtema yang memiliki empat indikator masing-masing. Subtema tersebut meliputi topik penting yang akan menjadi perhatian dalam pemerintahan Cirebon ke depan. Beberapa subtema yang dibahas adalah:

1. Tata Kelola Pemerintahan – Menyoroti bagaimana setiap paslon akan mengelola birokrasi, mengoptimalkan pelayanan publik, dan meningkatkan transparansi pemerintahan.
2. Pencegahan Gerakan Ekstremisme – Membahas bagaimana paslon akan berupaya menjaga keamanan dan perdamaian di Kabupaten Cirebon, serta menanggulangi potensi ancaman radikalisasi dan ekstremisme.
3. Reformasi Birokrasi – Fokus pada upaya perbaikan dalam sistem birokrasi, agar lebih efisien, responsif, dan tidak berbelit-belit.
4. Keberpihakan terhadap Kelompok Rentan dan Difabel – Paslon diminta untuk menjelaskan kebijakan mereka dalam memberikan perhatian khusus terhadap kelompok-kelompok yang terpinggirkan, seperti penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak.

“Dari setiap subtema, ada empat indikator yang harus dijawab oleh setiap paslon. Semua subtema ini sudah diinformasikan kepada LO (Liaison Officer) dan para paslon jauh sebelum debat dimulai,” jelas Esya.

Selain itu, Esya juga menyampaikan bahwa KPU berupaya agar debat publik ini dapat menjadi ajang edukasi bagi masyarakat Cirebon, sehingga mereka dapat memilih calon pemimpin yang tidak hanya cakap dalam berbicara, tetapi juga memiliki program-program yang terukur dan tepat untuk mengatasi berbagai tantangan daerah.

Debat publik ini semakin menunjukkan kualitas demokrasi di Kabupaten Cirebon, di mana masyarakat diberikan kesempatan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai calon pemimpin mereka. Paslon-paslon tersebut diharapkan dapat memberikan solusi yang konkrit terhadap permasalahan daerah, serta menampilkan komitmen mereka untuk membawa Cirebon menuju kemajuan yang lebih baik, inklusif, dan berkeadilan.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Slawi, 14 November 2024 - Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Tegal dalam debat yang berlangsung di Gedung KORPRI Kabupaten Tegal semakin menunjukkan jati diri masing-masing pasangan. Pasangan nomor urut 01, Bima-Mujab, mengapresiasi bahwa penanganan UMKM sebaiknya pelaku usaha dibebaskan dari berbagai persyaratan agar tidak terbebani, kecuali syarat pokok yang menjadi nafas roda kegiatan. "Himbaunya."

Sementara itu, pasangan nomor urut 02, Iskhak-Kholid, akan menjadikan Obyek Wisata Guci sebagai Obyek Nasional yang mendunia karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki tempat lain. “Kita gali obyek-obyek lain agar mengikuti jejak OW Guci, memperdayakan lingkungan sekitar obyek wisata yang berimbas positif pada peningkatan ekonomi sekitar,” jelasnya.


Pasangan nomor urut 02, Iskhak-Kholid, juga menjelaskan bahwa jika terpilih nanti, mereka akan menghapus kepentingan yang bernuansa politik tidak pro rakyat. “Kami punya jaringan luas hingga pusat untuk bersinergi membangun Kabupaten Tegal 'Luwih Apik' (lebih baik),” jelasnya, disambut para pendukungnya dengan teriakan dan yel-yel khas.

Saling adu visi dan misi kedua calon memberikan janji-janji kepada masyarakat tentang program yang pro masyarakat. Calon Wakil Bupati nomor urut 2, Akhmad Kholid, menyampaikan bahwa "Kami bersama H. ​​​​Iskhak, calon Bupati, tetap menekankan tujuan awal yaitu meningkatkan pelayanan publik dan penyelarasan pembangunan daerah dan nasional. Masyarakat Kami bersama, ulama, dan umaroh bersinergi untuk Kabupaten Tegal yang kami sayang,” urainya.

Dengan slogan "Bisa," pasangan nomor urut 01, Bima-Mujab, yang berkoalisi dengan rakyat semakin percaya diri dan bersemangat menyampaikan program-programnya untuk menjadikan Kabupaten Tegal lebih maju, disambut sorak sorai pendukungnya.

(Yati)

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
Suara Semesta |

TEGAL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal mengadakan Debat Publik Terakhir untuk Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Tahun 2024 sebelum tibanya hari pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada hari Rabu (27/11/2024) mendatang.


Debat publik terakhir yang diikuti oleh paslon nomor urut 1, H. Edy Suripno, SH, MH dan H. Akhmad Satori, SE, paslon nomor urut 2, H. Dedy Yon Supriyono, SE, MM dan Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, SKM, M.Kes., serta paslon nomor urut 3, Faruq Ibnul Haqi, ST, M.RgnlUrbPlan dan Muhammad 'Ashim Adz-Dzorif Fikri, S.Ak. berlangsung di Gedung Pertemuan Hotel Bahari Inn, Rabu (13/11/2024) malam.


Dalam debat tersebut, paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan menyampaikan visi misi, program kerja, saling bertanya, dan beradu argumentasi.


Turut hadir dalam acara tersebut Penjabat Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, jajaran Forkopimda Kota Tegal, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.


Selain itu, hadir juga tim panelis yang terdiri dari:
1. Cokro Wibowo Sumarsono, S.Pd., M.AP, Budayawan, Koordinator Pusat Kajian Jawa dan Kearifan Lokal Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang;
2. Dr. I Made Suartika, A.TD, M.Eng.Sc, Pakar Transportasi, Dosen di Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD, Bekasi;
3. Fajar Saka, Praktisi Hukum, KPU Jateng 2008-2013, Bawaslu Jateng 2017-2022;
4. Drs. Moch. Sidik Sabri, M.Si, Komisioner KPU DKI Jakarta (2013-2018) dan KPU Kep. Seribu (2008-2013), Dosen Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta;
5. Ermy Sri Ardhyanti, S.Sos., CPM, CPDS, Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah;
6. Dr. Rindiansyah Elnofiansyah, SH, M.Kn., Notaris, Pakar Hukum.

Ketua KPU Kota Tegal, Karyudi Prayitno, dalam Perayaannya mengatakan bahwa debat publik yang diadakan oleh KPU Kota Tegal, mulai dari debat perdana sampai dengan debat terakhir, selalu dilaksanakan pada hari Rabu.

Menurutnya, hari Rabu dipilih sebagai pengingat bagi masyarakat Kota Tegal yang menyaksikan debat bahwa di hari Rabu ada momentum besar, yaitu momentum sejarah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Ketua KPU Kota Tegal juga berharap dalam Pilkada serentak, masyarakat Kota Tegal dapat mengikuti dengan gembira gembira sesuai dengan tagline Pilkada 2024 Kota Tegal, yaitu “Pilkada nyenengna dan gawe bungah”.

“Buktikan bahwa Kota Tegal akan menjadi contoh Pilkada serentak terbaik di Jawa Tengah, Pilkada yang berintegritas dan berkualitas. Jadi mohon pada pendukung sekali lagi percaya jangan mendengar isu-isu yang tak bertanggung jawab,” ujar Karyudi.

Sebelum debat dimulai, dilakukan penyampaian secara simbolis pertanyaan hasil rumusan para panelis oleh perwakilan tim panelis, Cokro Wibowo Sumarsono, S.Pd., M.AP., kepada Ketua KPU Kota Tegal.

(Yati)































Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan Pemilu 2024. Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, H Iing Daiman SIP MSi, turut hadir dalam kegiatan simulasi pengumpulan dan penghitungan suara, serta penggunaan aplikasi Sirekap di TPS 19 Kelurahan Sukapura, Kota Cirebon , Sabtu (9/11/2024). 


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta sekitar masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Kota Cirebon memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KPU Kota Cirebon, Bawaslu, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menyelenggarakan simulasi ini. 

Pj Sekda menegaskan bahwa kegiatan simulasi ini bukan sekedar uji coba teknis, tetapi juga sarana edukasi yang sangat penting bagi masyarakat. 

“Simulasi ini adalah bagian dari upaya kita untuk memastikan Pemilu 2024 berlangsung jujur, transparan, dan akuntabel. Selain itu, ini juga sebagai langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan seluruh tahapan Pemilu dengan matang,” ujarnya.

Simulasi pemungutan dan perhitungan suara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat, khususnya mengenai penggunaan teknologi dalam Pemilu. 

Salah satu elemen penting yang diujicobakan adalah aplikasi Sirekap, sebuah platform digital yang digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses rekapitulasi suara secara elektronik. 

Pj Sekda menyebutkan bahwa melalui penggunaan aplikasi ini, diharapkan proses pengiriman suara di seluruh TPS dapat dilakukan dengan lebih efisien, serta meminimalisir kesalahan dalam rekapitulasi.

Melalui simulasi ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilu, mulai dari petugas KPPS, pemilih, pengawas pemilu, hingga masyarakat umum, dapat memahami secara langsung bagaimana proses pemungutan suara dan penghitungan suara akan berlangsung di TPS, serta bagaimana aplikasi Sirekap akan digunakan untuk rekapitulasi suara secara digital,” ungkap Pj Sekda.

Di sisi lain, simulasi ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada petugas pemilu dan pengawas agar mereka siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul pada hari H Pemilu nanti. 

Pj Sekda menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap proses-proses teknis yang terlibat, agar petugas dapat melaksanakannya dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku.

Tidak hanya itu, Pj Sekda juga menyoroti perlunya dukungan teknologi yang memadai dalam proses Pemilu, baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, maupun infrastruktur yang mendukung kelancaran jaringan internet.

Simulasi ini, lanjut Pj Sekda, juga menjadi ujian sistem kesiapan yang akan digunakan dalam Pemilu 2024. 

"Simulasi ini sangat penting untuk menguji kesiapan kita dalam menghadapi volume data yang besar, serta memastikan semua pihak, baik petugas KPPS maupun masyarakat, dapat mengakses sistem dengan lancar tanpa kendala teknis," tambahnya. 

Ia juga berharap agar penggunaan teknologi dalam Pemilu dapat menciptakan transparansi yang lebih tinggi, sehingga masyarakat merasa lebih percaya terhadap integritas proses pemilu.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko, mengungkapkan bahwa simulasi ini menjadi gambaran nyata mengenai bagaimana pelaksanaan Pemilu akan berlangsung pada hari H nanti. 

"18 hari lagi kita menuju Pilkada, simulasi ini memberikan gambaran langsung kepada kami tentang bagaimana proses pemungutan suara dan perhitungan suara dilakukan. Kami berharap tidak ada kesalahan dalam setiap tahapan," jelas Mardeko.

Mardeko juga menekankan pentingnya kerjasama antara semua pihak yang terlibat dalam Pemilu 2024, baik KPU, Bawaslu, hingga petugas KPPS.

"Untuk menghindari pemungutan suara ulang, setiap elemen harus fokus dan bekerja sama dengan baik. Kami juga berharap agar semua pihak memaksimalkan potensi petugas KPPS dan memberikan yang terbaik dalam tugasnya," lanjut Mardeko.

Pemerintah Kota Cirebon juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024. Selain sebagai pemilih, masyarakat juga dapat berperan sebagai pengawas pemilu atau bahkan relawan pengawas yang akan membantu memastikan bahwa proses pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | Cirebon, 10 November 2024 – Debat publik kedua dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cirebon berlangsung di Hotel Aston pada Minggu siang. Debat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon ini mengangkat tema  “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Inovatif, Unggul, dan Toleran”

Tujuan dari debat ini adalah untuk menggali gagasan dan program yang akan dijalankan oleh ketiga pasangan calon terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kota tersebut, serta mencerminkan kesesuaian dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).


Debat dimulai pukul 13.00 WIB dan dibagi dalam enam segmen dengan tema utama yang berfokus pada pengembangan SDM yang lebih baik. Namun, suasana debat sempat memanas pada segmen pertama, saat para calon menyampaikan visi dan misi mereka.


Pasangan calon nomor urut 01, Dani Mardani dan Fitria Pamungkaswati, yang pertama kali memberikan penyampaian visi-misi, menyatakan bahwa mereka memiliki visi **“Religius, Maju, dan Sejahtera (Remaja)”**. Dalam penyampaiannya, Dani Mardani berharap agar Kota Cirebon dapat berkembang dengan tata kelola pemerintahan yang baik, profesional, dan adaptif. Selain itu, pasangan ini juga berencana untuk memperbaiki infrastruktur kota seperti jalan, trotoar, dan drainase, serta menyediakan layanan internet gratis untuk masyarakat.

Sementara itu, calon wali kota nomor urut 02, Hj. Eti Herawati, dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM untuk pembangunan kota. “SDM adalah hal utama dalam pembangunan. Kami berkomitmen untuk memberikan seragam gratis dan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cirebon,” ujar Hj. Eti, yang juga menyoroti pernyataan dari Menko PMK tentang pentingnya peningkatan pendidikan.

Pasangan calon nomor urut 03, Siti Farida Rosmawati, juga menyampaikan visi misi mereka dengan fokus pada pemerintahan yang kolaboratif. Siti Farida menyebutkan bahwa mereka akan melibatkan dewan pendidikan serta berbagai pihak dalam perencanaan pembangunan, dan mereka memiliki program **"Kartu Idola Pendidikan"** serta beasiswa untuk siswa kurang mampu dan berprestasi. Selain itu, mereka juga berencana untuk meningkatkan anggaran bagi Posyandu.

Namun, saat Siti Farida menunjukkan kartu yang disebutnya sebagai **"Kartu Idola Pendidikan"** kepada audiens, keributan terjadi. Hal ini memicu protes keras dari pendukung pasangan nomor urut 01 dan 02, karena penggunaan alat peraga kampanye, termasuk kartu, memang dilarang dalam debat publik sesuai dengan peraturan KPU. Meski demikian, pasangan nomor urut 03 belum selesai menyampaikan visi dan misinya ketika protes tersebut terjadi.

Suasana memanas dan beberapa peserta di ruangan mulai berteriak. Protes terus berlanjut, hingga akhirnya calon wali kota nomor urut 03, Effendi Edo, melanjutkan penyampaian visi misi hingga selesai.

Kericuhan tersebut sempat mengganggu jalannya debat, namun akhirnya debat dilanjutkan dengan ketegasan dari moderator dan pihak KPU untuk mengatur jalannya acara. Meskipun ada ketegangan, debat tetap berlangsung hingga akhir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Debat publik ini menjadi salah satu agenda penting dalam Pilkada Kota Cirebon, yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat lebih dekat program-program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon dalam upaya membangun Kota Cirebon yang lebih baik.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Kabupaten Cirebon, - Intan Sugihartini, SH., M.Si., Kasubag KPU Kabupaten Cirebon, menerima kunjungan dari 350 siswa-siswi SMPN 1 Gegesik yang ingin belajar tentang kepemiluan dan demokrasi. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelajaran P5 yang diajarkan di sekolah, dengan tujuan untuk mengenalkan generasi muda penerus bangsa pada proses demokrasi, 6 November 2024.


Dalam kunjungan ini, siswa-siswi SMPN 1 Gegesik dimulai dengan berbagai tahapan dalam pemilihan umum. Mereka mengajarkan tata cara pemilihan umum mulai dari tahap awal hingga tahap akhir, termasuk cara memasuki Tempat Pemungutan Suara (TPS). Siswa-siswi ini mendapatkan pengalaman langsung dengan mengikuti simulasi proses pemilihan di TPS yang disiapkan mulai dari TPS 1 hingga TPS 7. Selain itu, mereka juga diajak menonton video gemah gepita pemilu yang memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu.



Intan Sugihartini menjelaskan, “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa generasi muda kita memahami proses demokrasi dan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum. Kami berharap dengan pembelajaran ini, mereka akan lebih siap dan antusias dalam menggunakan hak pilih mereka di masa depan.”


Pelajaran P5 yang diajarkan di sekolah bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi tentang pentingnya demokrasi dan kepemiluan. Melalui kunjungan ini, diharapkan siswa-siswi mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara pemilihan tata umum dan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga demokrasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda kita akan lebih memahami pentingnya demokrasi dan berpartisipasi aktif dalam pemilu, sehingga mereka dapat menjadi pemilih yang bertanggung jawab di masa depan.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | Brebes, Jawa Tengah – Pesta demokrasi di seluruh Tanah Air, khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, semakin dekat. Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pemilu, sejumlah unsur pelaksana pemilu dilibatkan, termasuk pengawas TPS. Sebanyak 150 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, dilantik pada hari Minggu, 3 November 2024, oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Tanjung, Aris Munandar, S.Pd. Acara ini berlangsung di Aula Kantor MWC NU Tanjung.


Dalam sambutannya, Aris Munandar mengucapkan selamat bertugas kepada para pengawas dan mengingatkan agar mereka menjalankan tugas pengawasan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pelantikan ini dihadiri oleh seluruh PTPS yang telah lolos seleksi administrasi dan wawancara dari 18 desa di Kecamatan Tanjung, yaitu Luwung Gede, Sarireja, Kubang Putat, Mundu, Luwung Bata, Kedawung, Pejagan, Pengaradan, Kemurang Kulon, Kemurang Wetan, Sengon, Tanjung, Lemah Abang, Karangreja, Danareja, Tengguli, dan Krakahan.



Acara pelantikan juga dihadiri oleh Camat Tanjung, Kapolsek Tanjung, Danramil Tanjung, dan PPK Tanjung. Dalam kesempatan tersebut, Plt Camat Tanjung, Nanang Raharjo, S.IP, menyampaikan selamat kepada 150 PTPS yang baru dilantik. Ia berharap mereka dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, serta menjalankan wewenangnya secara efektif dalam menjaga pelaksanaan pemilu agar berlangsung tertib, aman, jujur, dan adil.


Nanang juga berpesan kepada seluruh PTPS untuk mensosialisasikan pemilihan umum yang akan diadakan pada hari Rabu, 27 November 2024, agar semua warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dapat menyalurkan hak suaranya.

(Danang)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Cirebon, 30 Oktober 2024 — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon menggelar debat publik pertama bagi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Hotel Prima, malam Rabu (30/10 ). Debat yang mengusung tema “Transformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Baik” ini dimulai tepat pada pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui Radar Cirebon TV serta saluran YouTube resmi KPU Kota Cirebon.

Tiga calon pasangan (paslon) yang ikut serta dalam debat ini adalah Dani Mardani dan Fitria Pamungkaswati (Nomor Urut 1), Hj. Eti Herawati dan H. Suhendrik (Nomor Urut 2), serta Effendi Edo dan Ida Farida Rosmawati (Nomor Urut 3). Masing-masing pasangan akan mengemukakan visi, misi, dan solusi mereka untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di Kota Cirebon. 


Pasangan calon nomor urut 1, Dani Mardani dan Fitria Pamungkaswati, telah menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi debat ini. Dalam konferensi pers yang digelar sebelumnya, Dani menjelaskan bahwa tim pemenangnya telah mempersiapkan materi secara matang dengan melakukan diskusi mendalam terkait strategi isu-isu yang akan dibahas. Dani juga pentingnya menjaga kondusivitas selama berlangsungnya perdebatan, sekaligus mengimbau para pendukung untuk tetap mengedepankan politik berbasis ide dan gagasan. 



“Debat ini bukan hanya tentang siapa yang paling berpengalaman, tetapi tentang siapa yang memiliki ide-ide baru dan realistis untuk mengubah Kota Cirebon ke arah yang lebih baik. Kami siap berdiskusi secara terbuka dan jujur ​​untuk menyampaikan rencana kami,” ujar Dani. 


Selain sebagai ajang adu gagasan, debat ini diharapkan menjadi momen penting bagi para pemilih dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada Cirebon. Dengan hadirnya tiga pasangan calon yang siap beradu program, masyarakat dapat menilai kesiapan masing-masing calon dalam menjawab tantangan pembangunan di Kota Cirebon. 

Debat publik ini merupakan salah satu rangkaian dari tahapan Pilkada Cirebon yang bertujuan memberikan ruang bagi para calon untuk memaparkan visi dan misi mereka secara terbuka. Ketua KPU Kota Cirebon, Mardeko .Sp.MM. menyatakan bahwa penyelenggaraan debat ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada masyarakat tentang program-program kerja para calon. 

“Kami berharap, melalui debat ini, masyarakat Kota Cirebon bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kualitas kepemimpinan dan ide-ide pembangunan yang ditawarkan oleh para calon,” kata Mardeko.

Debat publik pertama ini diharapkan dapat menjadi penentu arah bagi pemilih Cirebon dalam memilih pemimpin yang akan membawa perubahan nyata bagi Kota Cirebon.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | 
Slawi, 24 Oktober 2024, Ruang debat calon Bupati dan Wakil Bupati Tegal diisi oleh yel-yel dan sorak sorai pendukung dari masing-masing pasangan calon. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Dian ini dihadiri oleh ratusan warga yang mewakili 18 kecamatan dan 287 desa/kelurahan di Kabupaten Tegal, menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat.



Ketua KPU Kabupaten Tegal, Himawan Tripratiwi, membuka acara dengan pernyataan yang menekankan pentingnya perdamaian dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang pada 27 November 2024. "Kami berharap warga Kabupaten Tegal memahami pentingnya menjaga ketenangan di tengah pelaksanaan Pilkada. Debat damai ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif, tertib, dan aman,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa para peserta debat mewakili harapan seluruh lapisan masyarakat.

Tema perdebatan yang diusung adalah "Menciptakan Kesejahteraan Masyarakat dan Menyelesaikan Permasalahan di Kabupaten Tegal." Tema ini dinilai sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi daerah ini dan harapan akan pemerintahan yang lebih baik di masa depan.


Debat publik ini diikuti oleh dua pasangan calon: 
1. Nomor Urut 1 Bima-Mujab
2. Nomor urut 2:Iskhak-Kholid

Kedua calon pasangan mengungkapkan visi dan misi yang fokus pada pembangunan dan kemajuan Kabupaten Tegal. 

Acara yang dipandu oleh Dea Kartika, yang berhasil menghadirkan pertanyaan-pertanyaan berkualitas dari para penalis ternama. Dengan cermat, ia menanyakan berbagai isu penting yang menjadi perhatian masyarakat.

Paslon nomor urut 2, Iskhak-Kholid, memberikan penjelasan mendalam mengenai infrastruktur program yang mereka tawarkan. “Kami berkomitmen untuk memastikan jalan-jalan di Kabupaten Tegal mulus dan bebas lubang. Masyarakat tidak hanya ingin mendengar janji, tetapi juga melihat realisasi dari program-program yang dijanjikan,” tegas Iskhak.

Calon Wakil Bupati Akhmad Holid menambahkan, “Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami akan mempermudah proses perizinan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta pendidikan bagi semua warga. Hak-hak masyarakat harus dilayani dengan maksimal,” ujarnya di hadapan hadirin.

Semangat para pendukung terlihat jelas selama debat, dengan yel-yel khas yang menghidupkan suasana. Baik paslon nomor 1 maupun nomor 2 menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan, saling beradu argumen dengan penuh percaya diri.

Debat ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan visi dan misi masing-masing calon pemimpin, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih mengenal calon pemimpin mereka. Diharapkan, dengan adanya perdebatan ini, warga Kabupaten Tegal bisa lebih cerdas dalam menentukan pilihan pada Pilkada mendatang.

(Yati)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas


Suara Semesta | Kabupaten Cirebon – KPU Kabupaten Cirebon melaksanakan rapat pleno terbuka untuk pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pemilihan 2024. Acara berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Cirebon pada Senin, 23 September 2024.



Rapat pleno dihadiri oleh empat pasangan calon yang telah ditetapkan: Drs. H Imron, M.Ag dan H. Agus Kurniawan Budiman; Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si dan Dr. Solichin, SH, M.Kn; Mohamad Luthfi, ST. M.Si dan Dia Ramayana S.Thi, MM; serta Drs. Rahmat Hidayat dan Imam Saputra, S.Ik, M.Si. Selain calon dan perwakilan pendukung, hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Cirebon.



Rapat dipimpin oleh Ketua KPU Cirebon, Esya Karnia Puspawati, bersama anggota KPU lainnya. Sesuai dengan tata tertib yang mengacu pada Surat Edaran KPU RI 2045/PL.02.2SD/06/2024, penetapan nomor urut dilakukan dalam dua tahap: pengundian nomor antrian dan nomor urut pasangan calon.

Pada tahap pertama, calon wakil bupati melakukan pengundian antrian, dengan hasil Dia Ramayana S.Thi, MM sebagai nomor terkecil, diikuti H. Agus Kurniawan Budiman, Dr. Solichin, SH, M.Kn, dan Imam Saputra, S.Ik, M.Si. Untuk pengundian nomor urut, pasangan Drs. Rahmat Hidayat dan Imam Saputra, S.Ik, M.Si memperoleh nomor 1; Drs. H Imron, M.Ag dan H. Agus Kurniawan Budiman nomor 2; Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si dan Dr. Solichin, SH, M.Kn nomor 3; serta pasangan Mohamad Luthfi, ST. M.Si dan Dia Ramayana S.Thi, MM nomor 4. Penetapan ini tercantum dalam SK 1868 Tahun 2024.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Kampanye Damai, di mana para calon dan perwakilan partai pengusul serta relawan berkomitmen untuk melaksanakan kampanye secara damai. Terdapat tiga poin deklarasi, yaitu: mewujudkan pemilihan yang jujur dan adil; melaksanakan kampanye yang aman, damai, dan berintegritas; serta mematuhi peraturan yang berlaku.

Usai penandatanganan deklarasi damai, yang disaksikan KPU Kabupaten Cirebon, Bawaslu, dan Forkopimda, seluruh peserta menyanyikan lagu "Padamu Negeri" dan "Rumah Kita". Sebagai simbol perdamaian, 27 burung merpati putih dilepaskan, mengingatkan pada tanggal pemungutan suara, 27 November 2024.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta | Kabupaten Cirebon, 
Ketua KPU Kabupaten Cirebon Ibu Esya Karnia Puspawati,.SH menghadiri Kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas Dalam Upaya Menjaga Netralitas ASN, Pegawai Non ASN dan Kuwu di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Kabupaten Cirebon Tahun 2024. Bertempat di Pendopo Bupati Cirebon (20/09) sekira pukul 14.00 sampai selesai.


Selain itu, hadir Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menyampaikan dalam berbagai tekanan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada. Ia memastikan telah dibentuk tim khusus untuk mempertemukan dan menjaga agar ASN tetap netral.

“Netralitas ASN adalah suatu keharusan. Jika ada yang terbukti tidak netral, akan ada tindakan tegas,” tegasnya

“Kami telah membentuk tim khusus untuk memantau dan mengoordinasikan pelanggaran terkait netralitas ASN. Kami akan memastikan ASN tetap netral dan memberikan himbauan yang diperlukan,” tambahnya.

Dengan segala persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap proses Pilkada dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Dari sisi pengawasan Pemilu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat, S.Pd menyatakan bahwa gagal telah membuka saluran pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan kejadian.

Hotline Bawaslu dan posko pengaduan di setiap kecamatan telah disiapkan untuk memastikan hak pilih masyarakat dilindungi.

“Saat ini belum ada aduan dari masyarakat, karena kami masih dalam tahap penyusunan DPT. Posko pengaduan juga sudah tersedia di kecamatan untuk membantu masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT,” terang Sadaruddin.
@Red