stop

SEMANGAT Bupati Cirebon saat menyaksikan sepakbola. Foto Dariman, A. Md
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon sukses menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan penentuan gelar juara antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Bertempat di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) sore tersebut mengubah wajah stadion kebanggaan warga Cirebon menjadi lautan biru yang sangat megah dan penuh semangat.
 
Ribuan Bobotoh memadati tribun penonton hingga ke pinggir area lapangan, semua mata tertuju pada layar raksasa yang terpasang khusus. Suasana yang tercipta begitu hidup dan bergemuruh, persis seperti saat pertandingan berlangsung secara langsung di kandang Persib, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
 
Api semangat dan antusiasme pendukung Maung Bandung di Cirebon ternyata masih tetap membara hebat. Sepanjang jalannya pertandingan, sorak sorai, nyanyian dukungan, hingga teriakan yakin "Juara! Juara!" terus menggema memecah suasana sore itu, mengiringi laga yang berlangsung penuh gengsi dan tensi tinggi.
 
Kegiatan nobar ini merupakan hasil kerja sama antara komunitas Bobotoh Cirebon, KONI Kabupaten Cirebon, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Acara ini sukses menyedot perhatian masyarakat, tidak hanya dari Cirebon saja, tetapi juga yang datang dari berbagai wilayah di kawasan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Tribun stadion tampak seragam dengan warna biru dari jersey kebesaran Persib, sementara bendera dan syal terus dikibarkan setiap kali tim kesayangan mereka melancarkan serangan ke pertahanan lawan.
 
Sejak wasit membunyikan peluit awal, atmosfer di dalam stadion langsung terasa panas dan mendebarkan. Setiap kali Persib mendapatkan peluang, riuh tepuk tangan dan teriakan histeris langsung meledak dari ribuan penonton. Sebaliknya, saat Persijap mencoba memberikan tekanan balik, suasana seketika berubah hening dan dipenuhi rasa cemas yang menegangkan.
 
Momen demi momen yang berjalan di layar raksasa seolah menyatukan satu rasa dalam ribuan hati Bobotoh yang hadir. Tak sedikit dari mereka yang memilih berdiri sepanjang 90 menit pertandingan demi memberikan dukungan maksimal tanpa jeda kepada para pemain.
 
Di tengah euforia yang melanda stadion, terlihat Rudi, seorang Bobotoh yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Weru. Ia tampak larut dalam nyanyian-nyanyian kebanggaan bersama ribuan suporter lainnya. Ia mengaku rela meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir demi merasakan langsung atmosfer pertandingan penentu di musim ini.
 
"Walaupun kita tidak berada langsung di GBLA, suasananya di sini tetap luar biasa. Saya rela datang ke sini hanya untuk satu tujuan, yaitu mendukung Persib sampai akhir," ujar Rudi dengan mata berbinar penuh semangat.
 
Menurutnya, menonton bersama ribuan orang di stadion memberikan pengalaman yang jauh berbeda jika dibandingkan menonton sendirian di rumah maupun berkumpul di kafe-kafe. Gemuruh dukungan yang berpadu satu sama lain membuat rasa kebersamaan itu begitu kuat.
 
"Jujur saja saya tidak kebagian tiket ke Bandung. Tapi dengan nobar di stadion seperti ini, rasanya sama saja seperti menonton langsung di lokasi pertandingan. Serunya dapat, emosinya dapat, semuanya terasa lengkap di sini," tambahnya.
 
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Bobotoh dan masyarakat yang hadir. Ia mengaku bangga karena di tengah kerumunan massa yang sangat besar, ketertiban dan keamanan tetap terjaga dengan baik.
 
"Saya sangat mengapresiasi kedewasaan Bobotoh dan masyarakat yang hadir hari ini. Meskipun penuh semangat, mereka mampu menjaga kondusivitas dan ketertiban selama kegiatan berlangsung," ujar Agus. 
BARENG Bupati dan Wakil Bupati Cirebon saat bareng dalam menonton persib. Foto Dariman, A.Md
Ia juga menilai kegiatan ini memiliki makna positif, menjadi wadah bagi para pecinta sepak bola untuk berkumpul, bersatu, dan menikmati pertandingan bersama-sama. "Alhamdulillah, acara berjalan sangat lancar dari awal hingga selesai. Bobotoh dan masyarakat juga sangat tertib, ini membuktikan bahwa kita bisa bersenang-senang dengan cara yang berbudaya," tuturnya.
 
Kehadiran masyarakat dan Bobotoh juga diikuti oleh Bupati Cirebon, Imron, yang tampak duduk dan membaur langsung di tengah warga. Menurutnya, pemilihan lokasi di Stadion Watubelah sengaja dilakukan untuk menghadirkan suasana yang lebih meriah, hidup, sekaligus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
 
"Kita sengaja menggelar nobar di stadion supaya suasananya benar-benar terasa seperti menonton langsung. Selain untuk mendukung tim kebanggaan, ini juga menjadi ajang silaturahmi yang menyenangkan bagi masyarakat pecinta sepak bola," ungkap Bupati Imron.
 
Tak dapat dipungkiri, Bupati pun ikut terbawa suasana mendebarkan pertandingan tersebut. Beberapa kali ia terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil berteriak menyemangati saat Persib berhasil menciptakan peluang berbahaya ke gawang lawan.
 
"Tadi saya juga ikut berteriak-teriak sama seperti yang lain setiap kali Persib punya peluang cetak gol. Emosinya memang tidak bisa ditahan," katanya sambil tersenyum lebar.
 
Meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0, hasil tersebut ternyata sudah cukup dan menjadi penentu. Angka itu memastikan Persib Bandung keluar sebagai juara BRI Super League musim 2025/2026. Prestasi ini sekaligus mencatatkan sejarah manis bagi Maung Bandung yang sukses meraih gelar juara secara hat-trick atau tiga musim berturut-turut.
 
Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, Stadion Watubelah seketika bergemuruh luar biasa. Ribuan Bobotoh serentak bersorak kegirangan, bernyanyi lagu-lagu kemenangan, menyalakan kembang api atau flare, hingga saling berpelukan satu sama lain merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka kembali mengangkat trofi juara. 


Pewarta : Dariman. A. Md
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments: