![]() |
| Saat acara untuk menurunkan stunting. dokter. suarasemesta |
Dalam Rapat Koordinasi dan Paparan Program Perubahan Perilaku Kebersihan dalam Mendukung Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting yang digelar di Aula Kantor DPPPAPPKB Kota Cirebon, Jumat (26/9/2025), Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, hadir langsung bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, serta Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno dan jajaran perangkat daerah terkait.
![]() |
| Tim Pencegahan Stunting. dok. suarasemesta |
“Mulai dari calon pengantin, ibu hamil, hingga pola asuh terhadap balita, semuanya menjadi titik pendidikan edukasi,” ujar Wakil Wali Kota.
Ia menekankan bahwa delapan aksi konvergensi yang dijalankan Pemerintah Kota Cirebon dilakukan secara paralel dan sinergis. Mulai dari identifikasi sebaran stunting, perencanaan kegiatan, rembuk stunting, hingga data pengelolaan dan reviu kinerja program, semuanya diarahkan pada satu tujuan besar yakni zero stunting di Kota Cirebon.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil tidak kekurangan nutrisi, dan setiap posyandu memiliki layanan yang mampu mendeteksi potensi stunting dini. Kunci utamanya adalah kesadaran keluarga akan pentingnya gizi dan pola makan yang seimbang,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang telah berkolaborasi dalam percepatan penurunan stunting. Menurutnya, kerja bersama lintas sektor ini merupakan bagian dari ikhtiar menuju Asta Cita, serta mendukung visi Jabar Istimewa dan Setara Berkelanjutan di Kota Cirebon.
“Semoga ikhtiar kita ini bukan sekedar angka, melainkan menjadi langkah nyata yang terealisasi demi masa depan anak-anak Cirebon yang sehat dan berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, dalam paparannya menyampaikan bahwa angka stunting di Kota Cirebon menunjukkan penurunan signifikan dari 19,9% pada tahun 2023 menjadi 14,9% pada tahun 2024.
“Alhamdulillah, penurunan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Tahun ini, kami sedang fokus pada penentuan lokus intervensi yang tepat, terutama melalui program MBG (Makanan Bergizi) dengan alokasi 10% dari hasil MoU BKKBN bersama Badan Gizi. Ini ditujukan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” terang Suwarso.
Dengan semangat gotong royong, kerja kolaboratif, dan dedikasi tanpa henti, Kota Cirebon terus menapaki jalan panjang untuk menghapus jejak stunting dari bumi wali. “Karena setiap anak berhak tumbuh dalam tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, dan masa depan yang penuh harapan,” tutupnya.
Utoyo












Post A Comment:
0 comments: