Articles by "Kab Cirebon"
stop

Tampilkan postingan dengan label Kab Cirebon. Tampilkan semua postingan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Bupati Cirebon Imron menghadiri acara kenal sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (26/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Imron menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan, penegakan supremasi hukum, serta pelaksanaan pembangunan daerah.

“Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon merupakan mitra kerja Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan visi daerah, yaitu terwujudnya Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, agamis, dan aman,” ujar Imron.

Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon diharapkan dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen meningkatkan kerja sama dan kebersamaan dalam upaya penegakan supremasi hukum serta peningkatan pembangunan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Agus Chandra, menyampaikan komitmennya untuk turut mendukung pembangunan daerah.

Selain menjalankan tugas dan fungsi penegakan hukum, Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon akan berperan dalam koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Selain melaksanakan tugas dan fungsi dalam rangka penegakan hukum, dengan keanggotaan kami di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kami beserta segenap jajaran akan berupaya melakukan hal-hal terbaik untuk bagaimana mewujudkan pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ujar Agus.


Agus menegaskan, kolaborasi dan sinergi seluruh unsur daerah menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita pembangunan serta memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Selanjutnya bersama-sama dengan kolaborasi dan sinergi yang solid untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh masyarakat Kabupaten Cirebon,” sambungnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga penegakan hukum di Kabupaten Cirebon dengan mengedepankan nilai-nilai integritas dan kejujuran.

“Mari bersama menjaga hukum di Kabupaten Cirebon dengan iman, jujur, dan hati yang murni,” pungkasnya.

Melalui acara kenal sambut tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon menegaskan komitmen untuk terus membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan sinergi dalam mendukung pemerintahan serta pembangunan daerah.
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
RAPAT konsolidasi antar pengurus dan anggota LMP. Foto suarasemesta 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Jumat, (05/11), bertempat di Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Cirebon di Taman Sumber Indah, Jl. Pangeran Cakrabuana, Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun. Kabupaten Cirebon melaksanakan konsolidasi antar pengurus dan anggota setelah mendapat Surat Keterangan Terdaftar dari Kesbangpol Kabupaten Cirebon.

Agistian MD selaku Ketua Marcab LMP Kabupaten Cirebon saat ditemui suarasemesta.co.id mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah awal dari rangkaian kegiatan LMP di Kabupaten Cirebon,Kami adakan pertemuan pengurus dan anggota Laskar Merah Putih dengan melakukan pengisian biodata pengumpulan sebagai salah satu agenda kegiatan LMP dari mulai Pusat hingga Cabang sebagai salah satu cara untuk dapat menginventarisir dan anggota yang masih aktif dan bersedia masih bergabung dengan ormas kami, Agus.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa anggota yang hadir dalam acara tersebut terdiri dari beberapa anggota yang berasal dari daerah di Kabupaten Cirebon sebagai salah satu bentuk kesiapan untuk bergabung dengan organisasi masyarakat tersebut.

Masto Anggriarto, selaku Sekretaris Markas Cabang LMP menyampaikan pula bahwa sistem pengumpulan yang harus dibenahi secara tertib administrasinya, "Dengan sistem rekrutmen anggota sesuai instruksi dari Markas Daerah setelah ormas LMP ini melebur menjadi satu dengan dikeluarkannya Kemenkumham yang baru sebagai salah satu kesatuannya ormas Laskar Merah Putih khususnya di Kabupaten Cirebon," ucapnya.

TERLIHAT beberapa anggota serius mengikuti rapat. Foto suarasemesta
Terlihat beberapa pengurus dan anggota saling memberikan masukan satu sama lain untuk menyusun program kerja jangka pendek, menengah dan panjang. Program kerja yang akan disusun berdasarkan terutama bidang sosial kemasyarakatan.

“Keaktifan dari masing-masing pengurus dan anggota merupakan salah satu tolok ukur seorang anggota tersebut mau bergabung atau tidak tentunya salah satunya adalah kehadiran dalam beberapa rapat organisasi,” ujar Agus.

Kegiatan yang merupakan agenda utama dalam ormas ini adalah sosial kemasyarakatan dengan memberikan bantuan terhadap masyarakat khususnya di Kabupaten Cirebon dan bidang lainnya. Mengingat agenda utama sosial dan kemasyarakatan sehingga dihimbau pula bagi masyarakat yang ingin meminta bantuan terkait hal tersebut agar dapat menghubungi di Markas Cabang LMP.

“Kami terbuka untuk menerima segala bentuk pengaduan masyarakat yang akan meminta bantuan terkait sosial kemasyarakatan dan lainnya ke Marcab, Taman Sumber Indah, Talun. Kamipun akan membantu semampu kami dan semoga kehadiran kami dapat diterima secara baik ditengah masyarakat tengah khususnya di Kabupaten Cirebon,” tambah Masto.

Pewarta : Koharrudin 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Bakesbangpol Kab. Cirebon menyerahkan SKT kepada LMP Marcab Kab. Cirebon. foto. suarasemesta
Suara Semesta, (Kabupaten Cirebon)

Salah satu organisasi masyarakat (Ormas_red) siang tadi menyambangi kantor Badan Kesatuan, Kebangsaan dan Politik (Bakesbangpol_red) Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Kamis, (30/10).

Dengan mengenakan seragam loreng khas yang didominasi warna merah dan putih sekira puluhan orang memasuki halaman kantor tersebut menggunakan dua kendaraan bermotor roda empat. Terlihat saat para penumpang turun dengan mengenakan seragamnya dan menanyakan kepada salah seorang petugas keamanan dikantor tersebut.

"Mas, Bu Kaban (Kepala Badan_red) ada tidak atau Kepala Bidang (Kabid_red), kami dari ormas Laskar Merah Putih Markas Cabang (Marcab_red) Kabupaten Cirebon hendak bertemu beliau," ujar salah seorang sembari mohon ijin untuk dapat memasuki kantor.

"Kebetulan Ibu Kaban sedang keluar mungkin kalau pejabat yang lain ada di dalam, Pak, silahkan masuk saja," ujar petugas keamanan kantor dengan santun.

Setelah masuk kantor, beberapa pegawai yang didalam kantor segera menyambut para anggota ormas tersebut dengan ramah. Tak berapa lama setelah menjelaskan kedatangannya tersebut. Salah seorang pegawai terlihat membawa map berwarna merah dengan surat yang terdapat di dalamnya.

Surat Keterangan Terdaftar (SKT_red), demikian surat yang ditunjukan pegawai tersebut kemudian beberapa anggota ormas tersebut terlihat membaca dengan seksama dan menyatakan bahwa ormas tersebut sudah terdaftar dan diakui sebagai salah satu ormas yang resmi berada di naungan Bakesbangpol Kabupaten Cirebon.

"Alhamdulillah, akhirnya SKT ormas Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Cirebon sudah terbit setelah kami menerima Surat Keputusan tentang Pengurus LMP yang baru dari Markas Daerah Propinsi Jawa Barat," ujar Agustian MD sebagai Ketua LMP Marcab Kabupaten Cirebon.

Ketua, Ketua Harian dan Sekcab LMP saat menerima SKT dari Bakesbangpol
Masih ditempat yang sama, Masto Argandhi, selaku Sekretaris Cabang LMP Marcab Kabupaten Cirebon menyampaikan bahwa bagi yang mau dan hendak bergabung dengan ormas LMP Marcab Kabupaten Cirebon agar dapat menghubungi dirinya atau datang langsung ke kantor yang berlokasi di Taman Sumber Indah, Ruko No. 5, Desa Wnasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. "Sejarah baru dalam organisasi di Laskar Merah Putih sudah terlahir kembali menjadi satu organiasi, dengan diterbitkannya Administrasi Hukum Umum (AHU_red) dari Kemenkumham yang menerangkan bahwa LMP sekarang sudah satu dan menyatu," terang pria yang aktif di berbagai organisasi ini.

"Setelah kita menyatu, mari kita kembali bersatu dan bersama sama dalam membangun Kabupaten Cirebon agar lebih baik dan berprestasi dan kedepan saya sangat berharap agar kebersamaan dan persatuan kita harus tetap kita jaga bersama tanpa adanya konflik yang tidak berarti, salam loyalitas tanpa batas," harap Agustian. MD.

Pewarta : Koharrudin

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon resmi memiliki nakhoda baru.

Kepengurusan KONI masa bakti 2025-2029 dikukuhkan langsung oleh Ketua KONI Jawa Barat, Muhammad Budiana dalam sebuah prosesi pelantikan terhadap 54 orang pengurus KONI Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (14/10/2025).

Dalam pengukuhan tersebut, Agus Kurniawan Budiman resmi dipercaya memimpin KONI Kabupaten Cirebon untuk empat tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Jigus sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kepengurusan baru ini berkomitmen kuat membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional dan berprestasi.

Ia menyoroti pentingnya pembinaan jangka pendek dan panjang demi melahirkan atlet unggulan yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.


“Kami ingin menciptakan iklim prestasi yang sehat dan berkelanjutan. Dalam waktu dekat, fokus kami adalah menghadapi ajang Pra Porprov,” ujar Jigus.

“Targetnya, ada 42 cabang olahraga (cabor) yang lolos ke babak kualifikasi, baik beregu maupun perorangan,” ucapnya menambahkan.

Jigus menyebut, sejumlah cabor andalan Kabupaten Cirebon telah menunjukkan potensi besar, seperti voli indoor dan angkat berat, yang diharapkan bisa menembus babak kualifikasi dan mengangkat peringkat Kabupaten Cirebon ke 12 besar pada ajang Porprov 2026 mendatang.

“Kami ingin pembinaan atlet lebih terarah. Tahun 2026 menjadi tahun pematangan agar atlet-atlet kita tampil maksimal di Porprov,” katanya.

Selain target jangka pendek, Jigus juga menyiapkan strategi jangka menengah yang bersinergi dengan pemerintah daerah, dimana pada tahun 2027 Kabupaten Cirebon akan menjadi tuan rumah dalam ajang Porsenitas.

Sehingga dengan sinergitas bersama pemerintah daerah bisa bersama-sama membina atlet dalam persiapan ajang Porsenitas.


“Tahun 2027 kami akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porsenitas, jadi kami akan lakukan pembinaan mulai saat ini bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Kemudian dalam jangka panjang, dirinya menargetkan peningkatan prestasi dalam ajang Porprov dan PON.

Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, akan membuat program training centre (TC) di masing-masing cabor. Program ini akan dijalankan sepanjang tahun sebagai persiapan matang.

Tidak hanya itu, dengan adanya tim kepengurusan dari unsur dunia pendidikan, Jigus memastikan dalam waktu dekat membuat peta jalan (road map) untuk 5 tahun kedepan.

Maka dengan peta jalan yang disiapkan ini bisa membangun prestasi olahraga dengan membina atlet dari usia muda.

Sehingga tongkat estafet atlet dari masing-masing cabor bisa menghasilkan regenerasi atlet yang mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Cirebon.

“Dengan adanya road map 5 tahun ke depan ini untuk memperjelas arah jangka panjang untuk menghasilkan atlet yang berprestasi,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada prestasi KONI Kabupaten Cirebon, Jigus juga secara tegas menata aspek kelembagaan dan infrastruktur.

Dalam keterangan resminya Jigus mengumumkan bahwa kantor sekretariat KONI akan segera dipindahkan ke Sport Center Watubelah (SOR Watubelah).

Langkah ini diambil untuk memanfaatkan aset daerah sekaligus memusatkan aktivitas olahraga di kawasan tersebut.

Ia juga menaruh harapan besar terhadap perbaikan fasilitas olahraga daerah, seperti Gedung Satria Laga yang menjadi pusat latihan cabang bela diri, serta SOR Watubelah agar segera direnovasi dan Ranggajati menjadi tempat latihan yang representatif bagi para atlet.

“Fasilitas yang memadai akan mendukung semangat dan kualitas latihan para atlet kita. Kami berharap dukungan pemerintah daerah terus mengalir untuk kemajuan olahraga Cirebon,” tutup Jigus.

Ketua KONI Provinsi Jawa Barat, Muhammad Budiana mengatakan, ketika seluruh pengurus KONI yang baru saja dilantik memiliki niat baik.

Maka dirinya yakin akan bisa meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Pengurus KONI harus bisa membawa arah prestasi olahraga lebih baik lagi dengan prestasi yang membanggakan daerah,” ungkapnya.

Ia menekankan, ketika KONI Kabupaten Cirebon ingin bercita-cita meningkatkan prestasi, maka pembinaan prestasi harus dilakukan dengan baik.

Oleh karena itu, untuk bisa membina organisasi yang baik, kedua hal itu harus dapat dilakukan karena keduanya sama seperti dua sisi mata uang.

“Pengurus jangan mau diurus, tapi harus mengurus organisasi dan memberikan layanan terbaik untuk cabang olahraga,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron, meminta dua hal kepada pengurus KONI periode 2025-2029, yakni meningkatkan prestasi atlet dan meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Cirebon untuk gemar berolahraga agar bisa meningkatkan kesehatan.

“Kalau masyarakat gemar olahraga, saya yakin olahraga akan candu,” terangnya.

Imron kembali menitipkan pesan, jika KONI ingin meningkatkan prestasi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, mulai dari faktor atlet dan keluarganya.


Kemudian dari para pelatih olahraga dan dari pengurus cabang olahraga, KONI dan pemerintah daerah.

“Target tahun depan harus masuk 15 besar dalam ajang Porprov,” tegasnya.

Kemudian, pengurus KONI harus menjaga kondusivitas agar bisa meningkatkan prestasi atlet guna membanggakan nama Kabupaten Cirebon dalam kancah olahraga.

“Dengan semangat KONI yang baru di bawah kepemimpinan Jigus, harus gemar olahraga, olahmikir, dan olahdzikir supaya seimbang dalam membawa kemajuan bagi para atlet,” tutupnya.

Dengan semangat baru dan target terukur, kepengurusan KONI Kabupaten Cirebon 2025-2029 diharapkan mampu membawa angin segar bagi dunia olahraga daerah, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Cirebon di kancah nasional. 

Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Salah satu hasil kreasi kapal laut. doc. suarasemesta
Suara Semesta, (Kabupaten Cirebon)

Kembali menjadi pusat perhatian dengan tradisi tahunan yang selalu dinantikan, yakni Ngunjung Buyut Nyi Masgandasari yang ke 104 tahun ini digelar di alun-alun Karang Mas, Desa Kasugengan Kidul Kecamatan Depok pada Minggu, (12 /10). 

Lokasi bersejarah tersebut menjadi saksi kemeriahan acara yang memadukan nilai budaya, religi, kuliner, sekaligus hiburan rakyat. terlihat ribuan masyarakat menyemut di sekitar jalan desa dari beragam umur untuk menonton berbagai hiasan hasil kreasi dari masing masing blok di desa tersebut dan sekitarnya.

Adi selaku Ketua ABK menerangkan bahwa bukan hanya perayaan keagamaan, melainkan juga pesta rakyat. pengunjung setiap tahun datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan tradisi ini. Karang Mas menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud kecintaan salah satu masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Area alun-alun, pengunjung dapat menikmati ragam kuliner khas Cirebon seperti manisan, nasi jamblang, empal gentong, hingga tahu gejrot. Suasana semakin meriah dengan hadirnya wahana permainan anak, lampu hias, serta hiburan malam yang penuh warna. Wahana populer seperti ombak banyu, kora-kora, hingga korsel menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga dan wisatawan.

Contoh dari kkreasi lainnya. doc. suarasemesta
Tak hanya hiburan, puncak acara ditandai dengan prosesi adat dan kegiatan religius, antara lain pembacaan sholawat, pengajian, serta arak-arakan panjang jimat yang sarat nilai spiritual. Perpaduan kearifan lokal dan ajaran Islam menjadikan tradisi ini tetap lestari hingga kini.
 

Lebih dari sekadar perayaan, juga berfungsi sebagai media perekat sosial. Warga lintas kalangan berkumpul, berinteraksi, dan merayakan warisan leluhur bersama. bagi wisatawan, karena Kabupaten Cirebon merupakan pengalaman budaya, kuliner, dan religiusitas yang tak boleh dilewatkan.
 

Mulyadi

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
Apel Kemah Pramuka. doc. suarasemesta
Suara Semesta, (Kabupaten Cirebon)
10 Oktober 2025 — Kegiatan Kemah Pramuka SMAN 1 Tengah Tani resmi digelar di lingkungan sekolah pada Jumat (10/10/2025). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di luar area sekolah, tahun ini kemah diadakan di halaman SMAN 1 Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, mulai dari kelas 10 A hingga 10 F. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Sekolah Hj. Euis Yeti Srinawati, para pembina Pramuka, Babinsa Sertu Asep Tri Saksaka, dan Bhabinkamtibmas Bripka Defan dari Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani.

Saat acara kemah pramuka. doc. suarasemesta
Kemah diawali dengan pembinaan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memberikan motivasi serta pembekalan kedisiplinan kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Hj. Euis Yeti Srinawati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran untuk membentuk kemandirian dan menjadi bekal hidup bagi anak-anak kami di masyarakat,” ujarnya.

Utoyo
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon menggelar bimbingan teknis penelusur Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di wilayah Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 25 September 2025 dan 6 s.d 8 Oktober 2025 di Aula Bapenda Kabupaten Cirebon tersebut didasari oleh Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 973/047 -P1 Tahun 2021 tentang Intensifikasi Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor.

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bapenda Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, dengan menghadirkan narasumber dari Kejari Kabupaten Cirebon, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon, Bapenda Provinsi Jawa Barat, Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Sumber dan Ciledug yang diikuti para penelusur sebanyak 260 peserta.

Menurut Erus, bimbingan teknis penelusur KTMDU didasari oleh pengoptimalan penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Cirebon.

Dengan adanya bimtek ini, harapnya, penerimaan pajak kendaraan bisa lebih meningkat.

”Saya berharap dengan bimbingan teknis penelusur KTMDU ini penerimaan pajak kendaraan di Kabupaten Cirebon lebih optimal,” ujar Erus.


“Pajak merupakan urat nadi pembangunan daerah. Roda pembangunan tidak akan berputar tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak,” tegasnya.

Program penelusuran pajak ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan sejak tujuh tahun terakhir, Samsat Ciledug dan Samsat Sumber sudah melibatkan petugas penelusur untuk mencari data kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang.

Para penelusur diberi tugas menelusuri alamat sesuai daftar dari Samsat, melakukan wawancara, serta mendokumentasikan kendaraan melalui foto dan memasukkan datanya ke dalam aplikasi resmi.


Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon memusnahkan barang bukti dari 119 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah di halaman kantor Kejari Kabupaten Cirebon, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Suhartono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni, serta unsur aparat penegak hukum lainnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Cirebon, Randy Tumpal Pardede menjelaskan, pemusnahan barang bukti ini merupakan bagian dari kewenangan Kejaksaan sesuai dengan amanat Pasal 30 C Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Pemusnahan ini kami laksanakan terhadap barang bukti dari perkara yang telah memiliki putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap dalam kurun waktu Maret hingga September 2025,” jelas Randy.


Ia menyebutkan, total barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 119 perkara, yang terdiri dari berbagai jenis tindak pidana. Adapun barang bukti yang dimusnahkan meliputi:

  • Narkotika jenis sabu seberat 146,9981 gram
  • Narkotika jenis ganja seberat 119,7766 gram
  • Obat-obatan sediaan farmasi tanpa izin edar sebanyak 19.303 butir
  • Senjata tajam berbagai jenis sebanyak 17 buah
  • Rokok tanpa izin edar sebanyak 6.085 bungkus
  • Minuman keras berbagai merek sebanyak 825 botol dan 1 jeriken
  • Berbagai jenis pakaian sebanyak 48 potong,
  • Alat komunikasi (telepon genggam) sebanyak 67 unit,
  • Serta barang bukti lainnya sebanyak 198 item.
Randy menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon dalam menegakkan hukum dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Pemusnahan ini adalah bagian penting dari proses penegakan hukum. Kami ingin memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana, sekaligus menunjukkan bahwa Kejari Kabupaten Cirebon terus bekerja dengan integritas dan profesionalisme dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya. 


Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berdaya terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Salah satunya melalui kegiatan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang digelar oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon Imron ini, menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan otoritas keuangan dalam memperkuat ekonomi masyarakat akar rumput.

Bupati Imron menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah PNM yang dinilainya telah banyak membantu pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon, baik dari sisi pembinaan maupun permodalan.

“Kami sebagai pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PNM. Banyak pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon yang terbantu, baik dari segi pembinaan maupun permodalannya,” ujar Imron.

Ia berharap dukungan serupa juga terus datang dari PNM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak-pihak lainnya agar para pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon bisa semakin berkembang.

“Kami berharap pembinaan seperti ini terus dilakukan, karena UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah,” ucapnya menambahkan.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut juga diberikan hadiah umrah bagi empat pelaku UMKM binaan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen mereka dalam mengembangkan usaha.

Menurutnya, sebagian besar pelaku UMKM tumbuh dari masyarakat dan menjadi penggerak utama perekonomian di berbagai wilayah. Dirinya berharap agar para pelaku UMKM terus dibina agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu memperluas pasar produknya.

“Kami ingin produk-produk lokal ini semakin dikenal. Kabupaten Cirebon bukan hanya dikenal karena sejarah dan wisatanya, tapi juga karena kreativitas pelaku UMKM-nya Maka, dengan pembinaan yang tepat, UMKM lokal bisa ikut memperkenalkan kekayaan Kabupaten lebih luas lagi,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Ketua PNM Cabang Cirebon, Erwin Sariyadi, menjelaskan bahwa kegiatan PKU merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi puncak dari serangkaian pelatihan dan pembinaan bagi pelaku usaha binaan.

Tahun ini, pihaknya menghadirkan sekitar 500 pelaku UMKM pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

“Kami bantu dari proses awal, mulai dari perizinan, sertifikasi halal, hingga pemasaran produk. Jadi bukan hanya modal, tapi juga pembinaan dan pendampingan agar usaha mereka bisa tumbuh berkelanjutan,” jelasnya.

Erwin menyebutkan, total nasabah PNM di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 180 ribu pelaku usaha, menjadikan daerah ini sebagai salah satu basis terbesar nasabah PNM di Jawa Barat.

“Kami berbeda dengan lembaga keuangan lainnya. PNM menerapkan konsep pembiayaan plus pembudayaan. Jadi, setiap pengembalian nasabah, kami kembalikan lagi dalam bentuk pelatihan dan kegiatan pengembangan kapasitas usaha,” tambahnya.

Ketua OJK Cirebon, Agus Mutholib, menegaskan pentingnya literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM.


Menurutnya, program PKU yang diinisiasi PNM sejalan dengan upaya OJK dalam meningkatkan kemandirian finansial masyarakat.

OJK, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pengawasan lembaga keuangan, tetapi juga berperan aktif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan profit, tapi juga bisa mengelola keuangannya dengan baik. Dengan begitu, mereka akan memiliki kemandirian finansial yang lebih kuat,” jelasnya.

Agus menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang rutin dilaksanakan setiap Oktober.

“Kami ingin masyarakat lebih percaya pada lembaga pembiayaan resmi seperti PNM dan perbankan. Jangan lagi terjebak pinjol atau rentenir. Dengan inklusi keuangan yang baik, ekonomi daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Sekretariat Daerah (Setda) secara simbolis menyerahkan 403 berkas arsip statis kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon.

Seremoni penyerahan berlangsung di Ruang Nyi Mas Rara Santang, Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (8/10/2025).

Dokumen yang diserahkan mencakup rentang waktu tahun 2003 hingga 2023, yang berasal dari tiga bagian pencipta arsip, yakni Bagian Hukum berupa produk hukum, Bagian Pemerintahan berupa laporan pertanggungjawaban bupati, dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan berupa dokumentasi kegiatan bupati.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Hadi Suryaningrat mengatakan, penyerahan arsip statis merupakan langkah strategis dalam menjaga jejak sejarah pemerintahan daerah serta memperkuat sistem tata kelola kearsipan.

“Penyerahan arsip statis bukan sekadar kewajiban administratif, tapi juga upaya menyelamatkan memori kolektif bangsa,” ujar Hadi.

“Ini penting untuk menjaga warisan dokumenter yang bernilai sejarah, serta memastikan akuntabilitas dan keterbukaan informasi,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar kegiatan penyusunan arsip dilakukan secara rutin dan berkala, mengingat volume arsip yang dihasilkan oleh Sekretariat Daerah cukup besar setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Mohamad Fery Afrudin, mengapresiasi langkah Setda yang telah mendukung pengelolaan arsip dengan menyediakan fasilitas ruang penyimpanan dan ruang kerja bagi tenaga fungsional kearsipan.


“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen dalam pemenuhan sarana pendukung kearsipan,” kata Fery.

“Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta Regulasi Daerah yang Mengatur Penyelenggaraan Arsip di Kabupaten Cirebon,” jelas Fery.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah untuk memperhatikan aspek penyelenggaraan kearsipan sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 4 Tahun 2020.

Salah satu poin penting adalah penyediaan sarana dan prasarana kearsipan sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan dokumen secara profesional.

Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Anugerah Desa Wisata Kabupaten Cirebon 2025 di Lapangan Desa Matangaji, Kecamatan Sumber.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/10/2025) ini, menetapkan secara resmi 30 desa wisata.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat desa sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mugni mengatakan, kegiatan ini merupakan program prioritas pemerintah daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Amin, sektor pariwisata dan UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kegiatan seperti ini akan terus diagendakan, karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari total 60 desa wisata yang ada, banyak yang sudah menunjukkan inovasi dalam mengelola potensi desanya.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono menjelaskan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Cirebon membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Selain itu, Syafrudin juga menyoroti potensi sektor transportasi di Kabupaten Cirebon yang dinilai mampu menunjang wisata.


“Tantangan memang banyak, tapi kami percaya dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, pariwisata desa bisa menjadi sumber pendapatan asli desa yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Mochamad Syafrudin, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menggerakkan sektor pariwisata.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan secara individual.

“Tidak bisa sendiri. Semua pihak harus bersinergi, dari pemerintah, pelaku usaha, sampai masyarakat,” katanya.

Ia berharap desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mendorong inovasi masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Cirebon.

“Desa wisata harus jadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. 

Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Bupati Cirebon Imron memastikan Kabupaten Cirebon siap mengembangkan tanaman sorgum, sebagai komoditas alternatif pangan yang dinilai memiliki potensi besar untuk masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan penanaman bibit sorgum di lahan milik Pemprov Jawa Barat seluas dua hektar di Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Padi dan Palawija Kecamatan Plumbon, Cirebon, Jumat (3/10/2025).

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cirebon, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan sorgum bisa semakin berkembang di Cirebon,” kata Imron.

Ia menjelaskan, sorgum memiliki banyak keunggulan, salah satunya hanya dengan sekali tanam dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun.


“Kalau padi harus dicabut dan ditanam ulang.Sedangkan sorgum cukup dipotong, nanti tumbuh kembali sampai tiga kali panen,” ujarnya.

Menurutnya, sorgum juga dapat ditanam di lahan tandus, sehingga menjadi peluang bagi masyarakat pemilik lahan kering untuk memanfaatkannya.

Selain itu, harga jual sorgum cukup tinggi. Dari percontohan yang ditunjukkan, harga sorgum bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram, lebih mahal dibandingkan beras.

Imron menambahkan, sorgum bermanfaat untuk kesehatan karena dapat menjadi pengganti beras bagi penderita diabetes maupun masyarakat yang menjalani diet.

Ia menilai kehadiran sorgum di Kabupaten Cirebon sekaligus memperkuat ketahanan pangan sebagaimana yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada daerah-daerah.

“Daerah-daerah harus bisa melindungi masyarakatnya dari ancaman krisis pangan. Sorgum ini salah satu definisinya,” kata Imron.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, pengembangan sorgum merupakan langkah inovatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.


“Sorgum cukup sekali ditanam dalam setahun dan bisa dipanen berulang kali. Ini sebuah inovasi yang dikembangkan bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Universitas Pasundan,” kata Erwan.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menambahkan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang mendapat dukungan penuh dari Pemprov Jabar.

Dikatakannya, nilai ekonomi sorgum cukup besar, karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, hemat udara, serta tahan terhadap penyakit, sehingga cocok dikembangkan di Jawa Barat.

“Kami sudah menyiapkan prototipe mesin pengolahan sorgum. Saat panen nanti, mesin itu akan digunakan agar hasil panen bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.

Editor : Har/Redaksi
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat koordinasi untuk membahas implementasi kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kegiatan tersebut berlangsung di Alam Manis, Kecamatan Beber, Kamis (2/10/2025). Rapat ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan kebijakan pro-rakyat sekaligus menganalisis dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menegaskan bahwa kebijakan pembebasan ini harus dipandang sebagai bagian dari strategi fiskal yang berkeadilan.

“Kebijakan ini berpihak sosial tanpa mengabaikan keberlanjutan keuangan. Namun, kita juga harus cermat, karena pembebasan BPHTB dan PBG diperkirakan berpotensi mengurangi PAD hingga Rp20 miliar,” ujar Hendra.

Hendra menyebut, potensi kehilangan pendapatan dari sektor BPHTB diperkirakan mencapai Rp15 miliar atau sekitar 17% dari total penerimaan BPHTB.



Sementara dari retribusi PBG, potensi kehilangan berkisar antara Rp4 hingga Rp5 miliar, atau 31% dari target Rp13 miliar.

“Maka diperlukan kecermatan dalam merancang kebijakan, agar daerah tetap mampu memenuhi kewajiban belanja publik, pelayanan, dan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Dalam rapat tersebut, ia juga menyampaikan, dasar hukum pelaksanaan kebijakan ini telah diatur melalui Peraturan Bupati Cirebon Nomor 1 dan 2 Tahun 2025.

Peraturan ini diterbitkan sebagai tindak lanjut atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait percepatan program pembangunan tiga juta rumah.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana menuturkan, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjalankan kebijakan pembebasan BPHTB dan retribusi PBG secara efektif.


“Kita ingin memastikan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan, seperti PPAT, notaris, asosiasi perumahan, hingga kepala OPD, memiliki pemahaman yang sama, baik dari sisi regulasi, teknis pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap PAD,” jelas Erus.

Ia menambahkan, terdapat empat tujuan utama dari rapat ini, yaitu menyampaikan dasar hukum dan teknis pelaksanaan kebijakan, mengidentifikasi dampak terhadap PAD, merumuskan langkah koordinatif yang berkelanjutan, dan memperkuat sinergi antarlembaga dalam pelayanan kepada MBR.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen, termasuk pejabat pembuat akta tanah (PPAT), notaris, asosiasi pengembang, serta kepala perangkat daerah dan badan terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta  (Kabupaten Cirebon) -
Teriakan sorak-sorai penyemangat dan keceriaan terdengar dari pinggir lapangan sekolah, Sabtu (27/9/2025), saat siswa-siswi SD Negeri 3 Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon sedang melaksanakan olahraga dan permainan yang menjadi bagian dari acara ‘Festival Olahraga dan Seni Inklusif’.

Festival Olahraga dan Seni Inklusif ini merupakan salah satu program dukungan dan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap implementasi penyelenggaraan pendidikan inklusif di wilayahnya.

Kegiatan ini merupakan sinergi dan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, Yayasan Wahana Inklusif Indonesia (YWII), serta didukung penuh oleh INOVASI yang diselenggarakan di enam sekolah dasar dan dua madrasah di Kabupaten Cirebon dari tanggal 20 hingga 30 September 2025.

Adapun sekolah dan madrasah tersebut adalah SDN 1 Weru Kidul, SDN 1 Weru Kidul, SDN 1 Trusmi Kulon, SDN 2 Kenanga, SDN 3 Tegalwangi, SDN 1 Cikulak Kidul, MIN 1 Cirebon dan MIN 9 Cirebon.


Kabupaten Cirebon bersama dengan Yayasan Wahana Inklusif Indonesia (YWII) saat ini tengah berupaya untuk terus memperkuat penyelenggaraan Pendidikan Inklusif untuk dapat memberikan kesempatan yang setara pada semua anak dari berbagai keragaman, termasuk anak penyandang disabilitas agar dapat bersekolah di sekolah umum.

Langkah penguatan ini antara lain dilakukan melalui pelaksanaan SK Bupati Nomor 800.1.11.1/Kep.506-Disdik/2024 tentang pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan, pendataan peserta didik penyandang disabilitas menggunakan aplikasi Profil Belajar Siswa (PBS), pelatihan guru, serta kampanye Pendidikan Inklusif.

Koordinator Proyek Yayasan Wahana Inklusif Indonesia, Nunu Nurdyana, menyampaikan bahwa di samping untuk menyosialisasikan pendidikan inklusif, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membangun persahabatan dan kerja sama antara peserta didik nondisabilitas dan peserta didik penyandang disablitas yang saat ini sudah ada di sekolah dan madrasah.

”Kami berharap agar anak-anak kita semakin mengenal teman-teman mereka yang disabilitas, demikian juga sebaliknya, sehingga lingkungan belajar yang inklusif itu bisa terus terbangun dan jadi budaya di sekolah dan madrasah,” ungkap Nunu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk terus menguatkan penyelenggaraan Pendidikan Inklusif agar lebih banyak lagi ruang bagi anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan selain di sekolah khusus.


Pada kegiatan Festival Olahraga dan Seni Inklusif di SDN 3 Tegalwangi ini, ditampilkan olahraga dan permainan yang dimainkan secara bersama-sama antara peserta didik penyandang disabilitas dan nondisabilitas, seperti permainan benteng, lompat tali, engklek, lempar bola dan gobak sodor.

Para guru berupaya mengadaptasi permainan agar tidak ada rintangan yang berarti pada peserta didik penyandang disabilitas untuk terlibat secara penuh.

Turut pula mengisi kegiatan tersebut perwakilan dari Forum Komunikasi Difabilitas Cirebon (FKDC) dan Oemah Cirebon Inklusif (OCI) yang mengenalkan pada peserta didik tentang siapa penyandang disabilitas dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka.

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta  (Kabupaten Cirebon) -
Halaman Mapolresta Cirebon pada Senin (29/9/2025) dipenuhi pemandangan tak biasa. Ribuan knalpot brong dan botol minuman keras menumpuk rapi, menunggu giliran untuk dimusnahkan.

Barang-barang sitaan itu merupakan hasil operasi Polresta Cirebon selama satu bulan terakhir.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, Imam Ustadi, yang mewakili Bupati Cirebon.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Cirebon mendukung penuh langkah kepolisian dalam pemberantasan miras maupun knalpot brong.


“Sesuai arahan Bupati, kami terus melakukan patroli penertiban di wilayah Kabupaten Cirebon. Para penjual miras akan kami tindak tegas, karena miras bisa merusak masa depan generasi muda. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Imam.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menjelaskan sedikitnya 2.560 knalpot brong berhasil disita dari pengguna jalan.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1.980 botol miras pabrikan, 7.347 botol ciu, dan 426 liter tuak.

Semua barang bukti itu dimusnahkan sebagai bukti nyata keseriusan aparat dalam menciptakan ketertiban di wilayah hukum Cirebon.

“Ini adalah komitmen kami. Penggunaan knalpot brong sudah sangat meresahkan masyarakat, karena menimbulkan polusi suara, sementara peredaran minuman keras jelas merusak generasi penerus. Kami tidak akan segan menindak tegas pengguna maupun penjualnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, instruksi tegas datang dari Kapolda dan adanya surat edaran Gubernur Jawa Barat untuk memberantas penggunaan knalpot brong serta pemberantasan peredaran minuman keras.

Polisi pun rutin melakukan penyisiran di titik-titik rawan, baik di pusat kota maupun pelosok jalan. Langkah serupa juga diterapkan pada penjual miras yang kerap menjadi sumber keresahan warga.


Suasana pemusnahan berlangsung khidmat sekaligus memberi pesan kuat kepada masyarakat. Suara knalpot brong yang biasanya bising kini berganti dengan suara gerinda pemusnah, sementara ribuan botol miras dihancurkan menggunakan kendaraan berat jenis stum.

Dengan operasi berkelanjutan ini, Polresta Cirebon berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga ketertiban dan kesehatan lingkungan.

“Mari bersama-sama kita ciptakan Kabupaten Cirebon yang tertib, aman, dan nyaman untuk semua,” tutupnya.

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta  (Kabupaten Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi memulai program Cirebon Smart Village 2025 dengan menggelar kegiatan Trainer of Training (ToT) dan Kick Off Meeting di Aula Diskominfo, Selasa (30/9/2025).

Agenda ini menjadi langkah awal percepatan transformasi digital di tingkat desa, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi pelayanan publik.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, serta dihadiri perangkat desa dan Relawan TIK (RTIK) Kabupaten Cirebon.

Mereka dipersiapkan sebagai “kader digital” yang akan menerapkan konsep Smart Village di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan, Smart Village bukan sekadar pemanfaatan teknologi, melainkan transformasi tata kelola desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.


“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengakselerasi digitalisasi desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Bambang juga menekankan tujuan utama program adalah membangun desa profesional, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.


Desa diharapkan mampu mengelola potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk memperkuat implementasi program, kegiatan ToT menghadirkan narasumber dari Relawan TIK Kabupaten Cirebon, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Sinergi lintas sektor ini diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan konsep desa cerdas yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan perencanaan pembangunan daerah.

Kick off ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Cirebon dalam mempersiapkan desa menghadapi era digital. 

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Bupati Cirebon Imron mendorong agar Festival Literasi yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus)Kabupaten Cirebon dijadikan agenda rutin untuk menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Festival Literasi perdana di Gedung Perpustakaan Daerah, Sumber, Rabu (24/9/2025).

Menurut Imron, membaca merupakan dasar pokok dalam kehidupan, karena menjadi pintu masuk bagi lahirnya ilmu dan perubahan pola pikir masyarakat.

“Kalau bisa kegiatan ini diadakan satu atau dua kali dalam setahun, supaya anak-anak terbiasa datang ke perpustakaan dan membaca hingga menjadi budaya,” katanya.

Ia menegaskan, berbagai program pembangunan seperti peningkatan ekonomi, kesejahteraan, dan keamanan tidak akan tercapai tanpa masyarakat yang terbiasa membaca.

Ia mengingatkan bahwa wahyu pertama dalam Islam, yakni perintah ‘Iqra’ atau membaca, menjadi dasar penting bagi umat untuk terus belajar.

“Membaca merupakan aktivitas memperoleh informasi, tetapi menjadi jalan lahirnya pola pikir kritis untuk menjawab persoalan hidup,” ujarnya.

Imron berharap, kebiasaan membaca sejak dini dapat membentuk generasi berilmu yang siap membawa Kabupaten Cirebon maju, sekaligus ikut mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

“Anak-anak kita yang sekarang masih duduk di bangku SD dan SMP, kelak 20 tahun lagi akan melanjutkan kita semua. Mereka harus dibekali ilmu sejak dini,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Mohamad Fery Afrudin, menyampaikan festival tersebut merupakan yang pertama kali digelar di daerahnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan Bupati Imron agar Festival Literasi digelar secara berkelanjutan.

Selain itu, lanjut Fery, penyelenggaraan festival tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pembangunan literasi, serta tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Cirebon.

“Insyaallah kami upayakan bisa rutin, karena kegiatan ini memberi manfaat besar bagi peningkatan budaya literasi dan kegemaran membaca masyarakat,” kata Fery. 

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Sosialisasi dan Kurasi Produk dalam Rangka Peningkatan Akses Pemasaran Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aula DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha pengolahan dan pemasaran produk perikanan dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung visi dan misi Bupati Cirebon, yaitu mewujudkan masyarakat yang maju melalui pengembangan potensi daerah.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan melalui pembinaan branding digital, legalitas usaha, dan inovasi kemasan agar produk siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Sudiharjo.


Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu perwakilan dari Direktorat Pemasaran Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memaparkan mekanisme kurasi produk UMKM perikanan, serta dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cirebon yang memberikan materi penguatan branding digital melalui media sosial.

Sudiharjo menekankan pentingnya identitas produk, legalitas, dan kemasan yang menarik. Menurutnya, identitas yang jelas memudahkan produk dikenali, legalitas usaha menjamin keamanan konsumen, dan kemasan yang baik menjadi daya tarik pertama di pasar.

Ia berharap hasil kurasi yang dilakukan dapat menjadi tolok ukur peningkatan mutu produk UMKM perikanan di Kabupaten Cirebon, sehingga mampu menembus pasar modern, platform digital, hingga pasar ekspor.

Acara ditutup dengan penyampaian materi narasumber dan sesi diskusi interaktif bersama peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan ekosistem usaha perikanan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Dandim Cup II di Kabupaten Cirebon, Kamis (25/9/2025).

Turnamen yang digelar oleh Kodim 0620/Kabupaten Cirebon ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 TNI.

Dalam sambutannya, Wabup Jigus sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodim 0620/Kabupaten Cirebon yang telah menyelenggarakan turnamen ini.

Menurutnya, sepak bola bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan membangun semangat kebersamaan, terutama di kalangan generasi muda.

“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wahana untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menanamkan nasionalisme,” kata Jigus.

“Melalui sepak bola, kita bisa membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan bersemangat juang dengan nilai yang sejalan dengan jiwa TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, bermain dengan semangat persaudaraan, dan menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

“Menang atau kalah itu hal biasa. Yang lebih penting adalah kebersamaan dan semangat yang kita bangun bersama melalui kegiatan ini,” ucapnya.

Jigus berharap turnamen ini berjalan lancar, aman, dan mampu melahirkan bibit atlet sepak bola yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Cirebon di level lebih tinggi.


Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, menjelaskan bahwa turnamen Dandim Cup II digelar pada 25 September hingga 11 Oktober 2025.

Ajang ini diikuti oleh 16 tim sepak bola yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bandung hingga Jawa Tengah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mencari bibit atlet sepak bola. Kami ingin turnamen ini memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga,” jelas Yusron.

Menurutnya, Dandim Cup telah menjadi agenda rutin. Setelah sukses pada gelaran pertama, tahun ini diharapkan turnamen kedua bisa memberikan energi baru bagi perkembangan sepak bola lokal, sekaligus menjadi wadah silaturahmi antarwilayah.

“Kami berharap turnamen ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

Suara Semesta (Kabupaten Cirebon) -
Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, memimpin Apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 yang dirangkaikan dengan Apel Kebangsaan di Taman Parkir Sumber, Jumat (19/9/2025).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Jigus menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon yang telah menginisiasi apel bersama tersebut.

“Apel ini menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Cirebon. Tema Harhubnas tahun ini, ‘Bhakti Transportasi untuk Negeri’, selaras dengan semangat kebangsaan bahwa transportasi adalah urat nadi kehidupan,” kata Jigus.

Ia menuturkan, transportasi memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian sekaligus perekat persatuan bangsa.

Menurut dia, sistem transportasi yang baik dapat memperlancar arus barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.


“Dengan transportasi maju, daerah bisa saling terhubung, kesenjangan antarwilayah berkurang, dan masyarakat semakin mudah mengakses pendidikan, kesehatan, maupun peluang ekonomi,” ujarnya.

Jigus menambahkan, apel kebangsaan yang digelar bersamaan, menjadi ruang untuk memperkuat sinergi menjaga persatuan, terutama dalam situasi politik saat ini.

Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap berkomitmen menjaga kondusivitas Kabupaten Cirebon.

“Kita juga punya kewajiban mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpancing melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan,” tuturnya.

Selain itu, ia mengajak insan perhubungan, aparatur sipil negara, pelaku usaha, serta masyarakat untuk terus bersinergi dan berinovasi dalam memajukan sektor transportasi.

“Mari jadikan sektor perhubungan sebagai lokomotif pembangunan daerah dan bangsa, serta momentum Harhubnas ini untuk memperkuat rasa syukur dan cinta tanah air,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah digelar dalam rangka Harhubnas 2025.

Kegiatan tersebut antara lain, bakti sosial berupa pembagian sembako kepada sopir angkot, pengusaha jasa transportasi, hingga pengemudi ojek daring, serta pembagian helm gratis bagi masyarakat.

Dishub pun menggelar edukasi keselamatan lalu lintas untuk meningkatkan kesadaran tertib jalan dan menekan angka kecelakaan.


“Kami mengampanyekan pentingnya keselamatan lalu lintas agar masyarakat lebih disiplin di jalan,” ujar Hilman.

Ia menekankan, bahwa transportasi menjadi urat nadi pembangunan sekaligus berpengaruh terhadap inflasi. Karena itu, kata dia, penyediaan transportasi publik yang layak harus menjadi perhatian bersama.

“Harapan kami seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga sektor swasta dapat bersama-sama memikirkan ketersediaan transportasi publik yang memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. 

Editor : Har/Red
Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon