stop

WISATA para pengurus ASPPI berfoto saat usai acara. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Cirebon Raya kembali menggelar West Java Tourism Exchange (WJTE) 4 2026 di Patra Cirebon Hotel & Convention, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertema “Building Connections, Growing Tourism” ini menjadi ajang pertemuan pelaku industri pariwisata untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus mendorong promosi destinasi wisata di berbagai daerah.

WJTE 4 2026 mempertemukan 120 buyer dari berbagai wilayah di Indonesia dengan 60 seller yang bergerak di sektor pariwisata, mulai dari pengelola destinasi wisata, restoran, hingga perhotelan.

Pertemuan tersebut dikemas melalui skema business to business (B2B) untuk membuka peluang kerja sama dan meningkatkan transaksi di antara para pelaku industri.

PENGEMBANGAN saat pengurus memberikan sambutan pada acara tersebut. Foto Ramadhan 
Ketua Pelaksana WJTE 4 2026, H. Rofi’i mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan keempat yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata, khususnya di Cirebon Raya dan Jawa Barat.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan para pelaku usaha pariwisata serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh seller dan pihak-pihak yang telah mendukung WJTE 4 2026. Kehadiran dan partisipasi semua pihak menjadi bagian penting agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan agenda yang telah direncanakan,” ujar Rofi’i.

Ia menjelaskan, WJTE tidak sekadar menjadi ajang pertemuan antarpelaku usaha, tetapi juga sarana untuk memperluas pemasaran produk dan paket wisata kepada jaringan pasar yang lebih luas.
Melalui pertemuan langsung antara buyer dan seller, masing-masing pelaku usaha diharapkan dapat menjajaki peluang kerja sama, memperkenalkan keunggulan destinasi, serta menciptakan transaksi yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata.

Rofi’i menilai, upaya memperkuat jejaring bisnis menjadi semakin penting di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, ia optimistis sektor pariwisata tetap memiliki peluang untuk berkembang apabila didukung kolaborasi dan promosi yang berkelanjutan.

“Melalui forum B2B ini, kami ingin mendorong agar para pelaku pariwisata tetap optimistis. Kami berharap pertemuan hari ini dapat membuka peluang bisnis baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan memberikan manfaat bagi industri pariwisata untuk jangka panjang,” katanya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap keberlanjutan kegiatan WJTE pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, sinergi antara komunitas pelaku usaha dan pemerintah daerah diperlukan agar potensi wisata setempat semakin dikenal luas.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPP ASPPI, Risang Megandaru menjelaskan organisasinya secara konsisten mendorong promosi pariwisata daerah melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh kepengurusan ASPPI di tingkat daerah.

Ia menyebut ASPPI memiliki 23 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Indonesia yang menjadi bagian dari upaya memperluas promosi destinasi wisata sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku industri.
“Melalui jaringan ASPPI di berbagai daerah, kami berupaya mendorong kegiatan promosi pariwisata secara berkelanjutan. Setiap daerah memiliki potensi yang perlu diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, sehingga kegiatan seperti WJTE menjadi salah satu sarana untuk mewujudkannya,” kata Risang.

Selain bekerja sama dengan pemerintah daerah, ASPPI juga menjalin kemitraan dengan Kementerian Pariwisata untuk mendukung promosi destinasi wisata Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat pertukaran gagasan mengenai strategi pengembangan pariwisata.

Khusus untuk wilayah Cirebon Raya dan Ciayumajakuning, Risang mengatakan penguatan kegiatan promosi dilakukan melalui koordinasi dengan DPD ASPPI Jawa Barat yang menaungi kepengurusan di tingkat daerah.

Menurutnya, pengembangan pariwisata di Jawa Barat perlu dilakukan secara merata dengan memperhatikan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah. Dengan demikian, promosi tidak hanya terpusat pada satu daerah, tetapi juga dapat mengangkat destinasi lain yang memiliki daya tarik tersendiri.

“Kami terus mendorong DPD ASPPI Jawa Barat agar kegiatan promosi pariwisata dapat memberikan manfaat bagi para anggota dan pelaku usaha di wilayahnya. Cirebon merupakan salah satu bagian dari potensi pariwisata Jawa Barat yang perlu terus dikembangkan bersama daerah lainnya,” ujarnya
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua I DPD ASPPI Jawa Barat, Hana Sujanan yang hadir mewakili Ketua DPD ASPPI Jawa Barat, Nadya, yang berhalangan hadir.

Hana menilai ASPPI Cirebon Raya menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kegiatan yang memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan dan mempromosikan produk wisata.

Menurutnya, penyelenggaraan WJTE yang telah memasuki tahun keempat menjadi salah satu bentuk inisiatif daerah dalam membangun ekosistem pariwisata melalui kolaborasi antarpelaku industri.

“Kami melihat ASPPI Cirebon Raya cukup aktif dan inovatif dalam menyelenggarakan kegiatan promosi pariwisata. WJTE menjadi salah satu contoh kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota di tingkat daerah, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha pariwisata yang lebih luas,” tutur Hana.

Ia berharap penyelenggaraan WJTE 4 2026 tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran informasi, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis yang konkret. Dengan begitu, kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi buyer maupun seller yang terlibat.

“Harapan kami, melalui kegiatan tabletop ini, ada transaksi yang benar-benar terjadi. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh para seller dan buyer, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata,” katanya. 


(Ramadhan)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments: