Articles by "Kabupaten Kuningan"
stop

Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Kuningan. Tampilkan semua postingan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
AKRAB Acara sinergitas dengan ngopi pagi. Foto Humas 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi kemasyarakatan (ormas), Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Kuningan. Acara dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Yustina Engelin Kalanggit, SH, M.Hum., beserta jajaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan media, LSM, dan ormas di Kabupaten Kuningan. Pengurus Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kuningan yang diketuai Ahmad Nurcahya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Coffee Morning berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang komunikasi antara jajaran Kejaksaan Negeri Kuningan dengan insan pers dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, berlangsung pula dialog dan penyampaian berbagai masukan terkait hubungan komunikasi antara lembaga penegak hukum dengan media. Salah satu hal yang pembahasan menjadi adalah pentingnya keterbukaan informasi serta respon terhadap pemberitaan yang disampaikan oleh media.

Sekwil FWJI Korwil Kuningan, Wawan Irwanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah pemberitaan dari media yang belum mendapatkan tanggapan atau tanggapan dari pihak terkait.

Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat berjalan secara jelas, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Wawan berharap komunikasi antara media dan Kejaksaan Negeri Kuningan dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal pemberian informasi, klarifikasi, maupun tanggapan terhadap pemberitaan yang membutuhkan penjelasan.

Penyampaian aspirasi tersebut menjadi bagian dari dialog dalam kegiatan Coffee Morning yang diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan hubungan kemitraan antara Kejaksaan dengan insan pers.

Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya, bersama jajaran pengurus yang hadir ikut mengikuti rangkaian kegiatan dan diskusi. Kehadiran FWJI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta sinergi antara organisasi pers dengan aparat penegak hukum.

Melalui kegiatan Coffee Morning ini, diharapkan hubungan silaturahmi dan komunikasi antara Kejaksaan Negeri Kuningan, media, LSM, dan ormas dapat terus terjalin dengan baik.

Selain mempererat hubungan antarlembaga dan elemen masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dalam mendukung keterbukaan informasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat Kabupaten Kuningan.

( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BAGIKAN becak listrik yang dibagikan kepada pengemudi becak. Foto IKP 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Kuningan, Sabtu (5/9/2026). Bantuan tersebut terutama menyasar para pengemudi becak lanjut usia agar tetap dapat bekerja dan mencari nafkah tanpa harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak secara manual.

Serah terima bantuan berlangsung di Hutan Kajene, Jalan Siliwangi Cigembang Nomor 50, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional tersebut antara lain Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn., Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM, unsur Forkopimda, serta jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan apresiasi atas bantuan 200 unit becak listrik tersebut.

Menurut Dian, bantuan itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional kepada masyarakat Kuningan, khususnya mereka yang masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari dengan menggunakan becak.

UNIT salah satu unit becak listrik yang dibagikan. Foto IKP
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi ke-528 Kuningan

“Pertama-tama, selamat hari ulang tahun yang ke-528 Kuningan. Ini usia yang cukup panjang bagi kita untuk bekerja sama membangun Kuningan,” ujar Dian.

Dian menyebut Kuningan sebelumnya juga telah menerima sejumlah bantuan dari Presiden Prabowo, mulai dari sektor pertanian hingga bantuan air bersih.

“Beberapa bulan lalu ada bantuan alat-alat pertanian seperti hand sprayer, traktor, dan lainnya. Sebelumnya juga bantuan air bersih di daerah Kuningan Timur yang sangat bermanfaat saat kekeringan,” katanya.

Menurutnya, bantuan becak listrik menjadi tambahan manfaat bagi masyarakat, terutama para pengemudi yang membutuhkan sarana untuk tetap produktif.

“Bantuan becak listrik ini adalah anugerah. Ini membuktikan Pak Prabowo tulus memberikan bantuan kepada rakyat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dian juga menilai penggunaan becak listrik sejalan dengan upaya mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan tenaga listrik.

“Becak ini juga menjadi komitmen untuk mewujudkan hemat energi dengan beralih ke energi listrik,” ujarnya.

Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana, mengatakan bantuan becak listrik tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi sebagai pengemudi becak.

“Masyarakat Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo yang atas kesekiannya memberikan bantuan kepada masyarakat.Sekarang bantuan berupa becak listrik,” ujar Nuriana.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya untuk mengubah becak konvensional menjadi kendaraan bertenaga listrik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan penerimanya.

“Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekedar transformasi dari konvensional menjadi modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” katanya.

Nuriana menjelaskan, penggunaan becak listrik untuk tahap awal diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata. Hal itu disesuaikan dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata,” katanya.

Ia juga membuka peluang bagi para kusir delman lanjut usia untuk menjadi penerima manfaat apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Saya juga nanti mungkin kalau berkenan akan menawarkan kepada para kusir delman, kalau mereka mau,” ujar Nuriana.

Untuk pengisian daya, masyarakat tidak perlu khawatir. Menurut Nuriana, sistem pengisian baterai becak listrik cukup sederhana.

“Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian baterai.

Sebanyak 200 unit becak listrik yang disalurkan di Kuningan merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad.

Nuriana juga menyampaikan pesan kepada para penerima agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Ia menegaskan agar becak listrik tidak diperjualbelikan.

"Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dijaga dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah," ujarnya.

Selanjutnya, Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM menjelaskan bahwa program becak listrik tersebut secara khusus memberikan perhatian kepada para pengemudi becak yang telah berusia lanjut.

Ia mengatakan, di sejumlah daerah penerima bantuan becak listrik rata-rata merupakan pengemudi berusia 60 tahun ke atas. Apalagi, kata dia, pernah ada penerima bantuan di Malang yang berusia 100 tahun dan masih bekerja menarik di becak.

“Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lanjut usia,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, kondisi para pengemudi becak lansia menjadi perhatian karena mereka masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja, termasuk ketika harus menghadapi cuaca panas.

“Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka,” katanya.

Rokhmat berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekonomi sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar.

Ia juga menyebut Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pelatihan dan pengawasan terhadap penggunaannya.

“Sehingga becak listrik ini bisa menjadi sarana ekonomi, mempermudah transportasi, serta dari sisi keamanan dan keselamatan juga terjaga sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang ada,” ujarnya.

Rokhmat mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berusia lanjut agar tetap produktif.

“Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain membantu aktivitas ekonomi, keberadaan becak listrik juga diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata di Kabupaten Kuningan.

“Ini bukan sekadar becak, tapi harapan untuk masa depan warga Kuningan yang lebih baik,” kata Rokhmat.

Dalam Berbagai Penutup, Rokhmat Kembali menekankan bahwa bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, tetapi berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan para penerimanya.

“Ini bukan soal becak saja, ini tentang masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, perhatian Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak usia lanjut berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat yang tetap bekerja meski kondisi fisiknya sudah tidak memiliki pemikiran terlebih dahulu.

Rokhmat juga menyampaikan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan dan penyediaan gizi anak yang menurutnya menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

"Terakhir, mohon becaknya dirawat. Ini buatan lokal dari Pindad. Jangan dijual, atau dipindahkan tangankan," katanya.

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 


( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PERINGATI Hari Kemerdekaan dan Harjad Desa saat berlangsungnya acara. Redaksi Foto
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Riuh tepuk tangan, warna-warni kostum, kreativitas warga, hingga lantunan musik tradisional dan hiburan artis nasional mewarnai Semarak Pesta Rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.

Selama beberapa hari, Desa Cikancas berubah menjadi ruang perayaan kebersamaan. Bukan sekadar memeriahkan momentum kemerdekaan, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan sekaligus mengenang sejarah berdirinya Desa Cikancas.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari turnamen olahraga seperti catur, bulutangkis, dan bola voli, hingga perlombaan khas Agustusan seperti balap karung, makan kerupuk, balap bakiak, serta berbagai permainan rakyat lainnya.

Namun, salah satu momen yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah Karnaval Budaya Desa Cikancas, Sabtu (22/8/2026).

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Karnaval Budaya

Sejak pagi, suasana Desa Cikancas semakin semarak. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan karnaval budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai blok di Desa Cikancas.

Setiap blok menampilkan kreativitas dan atraksi terbaiknya. Beragam penampilan menjadi gambaran bagaimana masyarakat memaknai perayaan kemerdekaan sekaligus menunjukkan kekayaan kreativitas warga desa.

HADIR Kepala Desa diiringi perangkat saat hadir di acara. Redaksi Foto
Karnaval pun bukan hanya menjadi tontonan. Dibalik kemeriahan kostum dan penampilan warga, terselip pesan tentang kebersamaan.

Masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang berbaur dalam satu perayaan.

Semangat gotong royong terasa begitu kuat. Warga bersama-sama mempersiapkan penampilan, mengikuti iring-iringan, dan memberikan dukungan kepada peserta karnaval.

Bagi masyarakat Desa Cikancas, perayaan tersebut menjadi ruang untuk bertemu, bersilaturahmi, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka.

Lola KDI Hibur Warga Desa Cikancas

Kemeriahan berlanjut pada malam hari. Setelah seharian disuguhkan berbagai penampilan dalam karnaval, masyarakat kembali berkumpul untuk menikmati hiburan musik.

ARTIS Lola artis yang turut menghibur acara tersebut. Foto Redaksi
Artis nasional Lola Bandha KDI tampil menghibur masyarakat bersama sejumlah artis lainnya dengan iringan Pandawa Lima Music Entertainment.

Suasana pesta rakyat semakin hidup. Warga dari berbagai kalangan menikmati hiburan musik yang menjadi salah satu puncak hiburan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas.

Kehadiran Lola KDI dan para pengisi acara lainnya membuat malam perayaan semakin meriah.

Panggung hiburan menjadi titik berkumpulnya masyarakat setelah rangkaian kegiatan sejak pagi.

Hari Jadi Desa Cikancas Ditutup dengan Ziarah dan Jaipongan

Semarak pesta rakyat belum berakhir. Rangkaian kegiatan kembali digelar pada Rabu (26/8/2026), yang sebelumnya telah disepakati sebagai Hari Jadi Desa Cikancas.

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur dan pendiri Desa Cikancas, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.

Ziarah menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan tersebut. Masyarakat diajak kembali mengingat sejarah dan jasa para leluhur serta pendiri desa yang telah meletakkan dasar bagi kehidupan masyarakat Cikancas hingga saat ini.

Usai ziarah, acara diakhiri dengan syukuran dan doa bersama. 

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat berkumpul untuk mengumpulkan doa dan mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan Desa Cikancas.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pentas seni tradisional Jaipongan.

Pentas seni tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa perayaan hari jadi desa tidak hanya menghadirkan hiburan modern, tetapi juga memberikan ruang bagi seni dan budaya tradisional untuk terus hidup di tengah masyarakat.

Kuwu Cikancas : Jangan Sampai Masyarakat Terpecah

Kuwu Desa Cikancas, Yayan Tony Heryanto, A.Md., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut bukan sekedar agenda perayaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat.

Ia mengajak seluruh warga Desa Cikancas untuk bersama-sama mencintai tanah air sekaligus menjaga desa sebagai tempat tinggal dan bagian dari identitas masyarakat.

“Acara ini dalam rangka memperingati HUT ke-81 dan Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu menyatukan tanah air dan desanya. Saya tidak ingin masyarakat terpecah belah,” ujar Yayan.

Dengan tegas ia menyampaikan semangat persatuan yang menjadi pesan utama dalam perayaan tersebut.

“NKRI Harga Mati, Desa Cikancas Harga Mati !” tegasnya.

Yayan juga menyampaikan terima kasih kepada Karang Taruna Suara Remaja selaku panitia acara, lembaga desa, perangkat desa, para ketua RT/RW, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan.

Karang Taruna : Cikancas Harus Jadi Barometer Desa Lain

Semangat menjaga persatuan juga disampaikan Ketua Karang Taruna Suara Remaja Desa Cikancas, Suara Mahardika, S.Pd., Gr., didampingi Ketua Panitia Acara, Ferry Purnama Iswara, S.Pd.
Suara Mahardika mengatakan, Semarak Pesta Rakyat merupakan agenda rutin yang digelar sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat rasa persatuan.

“Acara ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan. Kami ingin seluruh masyarakat terus menjaga persatuan,” ujar Suara Mahardika.

Ia menegaskan, masyarakat Desa Cikancas memiliki semangat kebersamaan yang harus terus dipertahankan. 

Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting untuk membangun desa agar semakin maju.

“Kami ingin Desa Cikancas menjadi barometer bagi desa-desa lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan bahwa Desa Cikancas mampu menjadi contoh dalam menjaga kekompakan dan persatuan.

“Kita menunjukkan masyarakat Desa Cikancas kompak dan bersatu!” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemeriahan perayaan bukan hanya diukur dari banyaknya acara, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat menjaga kebersamaan.

Ketika Tradisi, Kreativitas dan Hiburan Menjadi Satu

Semarak Pesta Rakyat Desa Cikancas pada akhirnya bukan hanya tentang panggung hiburan atau kemeriahan karnaval.

Di dalamnya terkandung semangat gotong royong, kreativitas anak muda, tradisi yang terus dijaga, rasa hormat kepada para leluhur, serta kebanggaan masyarakat terhadap desa tempat mereka tumbuh dan tinggal.

Dari perlombaan olahraga dan permainan rakyat, meriahnya Karnaval Budaya, penampilan Lola KDI bersama Pandawa Lima Music Entertainment, hingga ziarah leluhur dan pentas Jaipongan, seluruh rangkaian kegiatan menjadi potret kebersamaan warga Desa Cikancas.

Di tengah perubahan zaman, masyarakat tetap memiliki ruang untuk merayakan kemerdekaan sekaligus menjaga identitas budaya dan sejarah desa.

Semarak Pesta Rakyat HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-76 Desa Cikancas pun menjadi lebih dari sekadar perayaan: sebuah panggung kebersamaan warga untuk menjaga persatuan, budaya, dan kecintaan terhadap desa.

Koharrudin / Redaksi
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
GILING kegiatan WBP Lapas IIA Kuningan di pasar. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui inovasi program unggulan bernama GILING – Giatja Keliling, kali ini tim Lapas Kuningan membawa berbagai hasil karya warga binaan untuk dipasarkan langsung di tengah masyarakat Pasar Tumaritis, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah Kabupaten Kuningan, sekaligus mempererat hubungan sinergis antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat umum. 
 
Kegiatan pemasaran keliling ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan, didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta sejumlah staf dari Seksi Kegiatan Kerja yang telah terlibat aktif dalam mendampingi proses pembinaan keterampilan dan budidaya warga binaan. Kehadiran tim di Pasar Tumaritis bukan sekadar menawarkan produk untuk dijual, melainkan membawa misi yang lebih besar: memperkenalkan secara langsung kepada masyarakat bahwa di balik dinding lembaga pemasyarakatan, terdapat warga binaan yang terus berusaha berubah, bekerja keras, dan menghasilkan karya yang layak dibanggakan, memiliki kualitas tinggi serta nilai jual yang kompetitif.
 
Program GILING sendiri dirancang khusus sebagai solusi atas keterbatasan akses pemasaran yang sering dihadapi oleh produk hasil pembinaan warga binaan. Dengan memanfaatkan mobil operasional yang telah disiapkan khusus sebagai sarana pemasaran bergerak, tim Lapas Kuningan dapat membawa produk unggulan ke berbagai titik keramaian, pasar tradisional, maupun pusat kegiatan masyarakat di wilayah Kuningan. Kegiatan di Pasar Tumaritis ini merupakan salah satu rangkaian perjalanan program GILING di tahun 2026, yang diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antar wilayah dalam mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan.
 
Pada kesempatan kali ini, mobil GILING membawa beragam produk hasil kerja keras dan keterampilan warga binaan yang telah melalui proses pembinaan dan pengawasan ketat. Produk-produk tersebut meliputi hasil budidaya pertanian yang segar dan berkualitas tinggi, yaitu sebanyak 55 buah selada bokor yang ditanam dengan sistem pertanian organik di lahan lingkungan Lapas Kuningan, 16 buah melon yang dipanen saat tingkat kematangan sempurna, serta 25 buah pepaya yang manis dan sehat. Selain produk pertanian, juga tersedia 5 buah peci buatan tangan yang dikerjakan dengan teliti dan penuh ketekunan sebagai hasil pembinaan keterampilan kerajinan tangan. Seluruh produk ini bukan hasil beli dari luar, melainkan seluruhnya dikerjakan, ditanam, dan dirawat secara berkelanjutan oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pengawasan ketat para pembina di Lapas Kelas IIA Kuningan, mulai dari tahap persiapan, proses pembuatan atau penanaman, hingga pengemasan yang rapi dan higienis.
 
MEMBELI masyarakat membeli hasil panen dalam kegiatan GILING. Foto Humas
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Program GILING merupakan wujud nyata upaya lembaga dalam memecahkan tantangan utama yang dihadapi dalam program kemandirian, yaitu terbatasnya akses untuk memperkenalkan dan memasarkan produk warga binaan kepada masyarakat luas. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki warga binaan tidak akan memiliki arti maksimal jika tidak diiringi dengan kesempatan untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada orang banyak dan mendapatkan apresiasi berupa nilai ekonomi yang layak.
 
"Program GILING ini adalah jembatan yang kami bangun antara warga binaan dengan masyarakat. Selama ini banyak yang belum tahu bahwa di Lapas Kuningan, kami tidak hanya melakukan pembinaan karakter dan kepatuhan aturan, tetapi juga melatih berbagai keterampilan produktif yang bermanfaat. Melalui kegiatan keliling ini, kami ingin menghilangkan pandangan negatif bahwa warga binaan hanya sebagai beban, melainkan mereka adalah manusia yang berpotensi, mampu berkarya, dan siap berkontribusi jika diberi kesempatan. Kami berharap produk-produk yang ditawarkan tidak hanya dinilai dari harga jualnya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang kami laksanakan berhasil membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian pada diri setiap warga binaan. Ke depannya, keterampilan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali bermasyarakat nanti," ujar Sukarno Ali dengan penuh harap.
 
Sementara itu, antusiasme masyarakat Pasar Tumaritis dan pengunjung pasar lainnya yang melihat kehadiran mobil GILING sangatlah tinggi. Banyak warga yang mendatangi lokasi, menanyakan asal usul produk, hingga memuji kesegaran dan kualitas barang yang ditawarkan. Produk pertanian seperti selada bokor, melon, dan pepaya menjadi yang paling diminati karena dinilai masih segar, bebas bahan kimia berbahaya, serta harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Tidak sedikit pula warga yang bertanya tentang proses pembuatannya, hingga memberikan dukungan dan apresiasi kepada warga binaan yang telah bekerja keras menghasilkan karya tersebut.
 
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan menyampaikan bahwa respons positif yang datang dari masyarakat menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi seluruh tim pembina maupun warga binaan. Setiap senyum, pujian, dan dukungan yang diberikan masyarakat menjadi bukti bahwa masyarakat menerima dan mendukung upaya pemulihan serta pembinaan warga binaan.
 
"Kami sangat terharu dan bangga melihat antusiasme warga. Banyak yang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga ingin memberikan dukungan moral kepada warga binaan. Hal ini tentu menjadi motivasi terbesar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk, menambah variasi jenis barang yang dihasilkan, serta memperluas jangkauan Program GILING ke lebih banyak tempat lagi di wilayah Kuningan, Cirebon, maupun daerah lain. Keberhasilan pemasaran ini juga akan berdampak langsung pada keberlangsungan program pembinaan, karena hasil penjualan akan digunakan untuk pengembangan usaha warga binaan, perbaikan sarana produksi, serta tabungan persiapan kemandirian mereka saat bebas nanti. Semakin dikenal produknya, semakin besar pula peluang bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi," ungkap beliau.
 
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan. Dukungan masyarakat baik melalui pembelian produk maupun memberikan kesempatan kerja bagi warga binaan yang telah bebas merupakan bentuk dukungan nyata agar mereka dapat berintegrasi kembali dengan baik dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
 
Ke depannya, Program GILING dijadwalkan akan kembali berkeliling ke berbagai pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga wilayah sekitar seperti Indramayu dan Majalengka. Lapas Kelas IIA Kuningan juga berencana untuk menambah jenis produk yang ditawarkan, antara lain hasil kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk budidaya perikanan yang juga sedang dikembangkan oleh warga binaan.
 
Dengan demikian, diharapkan Program GILING dapat terus menjadi sarana promosi yang efektif, meningkatkan daya saing produk karya warga binaan, serta mewujudkan visi pembinaan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan diterima baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
 


Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
CKG Kegiatan Cek Kesehatan yang dilakukan yayasan. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Suara Semesta Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Pusat Rehabilitasi Penyalahgunaan NAPZA, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Jumat Berkah yang digelar pada Jumat (3/7/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Jalan Raya Kelurahan No. 5, RT 19 RW 008, Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.

Program sosial tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap, S.H., sebagai wujud nyata kepedulian yayasan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan sekitar.

Pelayanan kesehatan gratis diberikan oleh dr. A. Cindra RF, MARS bersama tim medis melalui pemeriksaan kesehatan bagi warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut.

Selain pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jaya Artasena Keluarga juga menyalurkan 150 nasi box kepada masyarakat melalui program Jumat Berkah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya yayasan untuk menumbuhkan budaya berbagi dan mempererat hubungan dengan masyarakat.

Warga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap program sosial seperti cek kesehatan gratis dan Jumat Berkah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

IKUTI beberapa warga saat mengecek kesehatan. Foto Ramadhan
Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap, S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yayasan dalam membangun kepedulian terhadap sesama.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat. Yayasan tidak hanya berfokus pada pelayanan rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Jaya Artasena Keluarga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam bidang rehabilitasi, kesehatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan saling mendukung. 

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
LEPAS saat acara pelepasan. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan menyelenggarakan acara pelepasan pegawai yang memasuki masa purnabakti serta pegawai yang menerima amanah alih tugas, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan hangat di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan, menjadi wujud nyata penghormatan organisasi atas kesetiaan, ketekunan, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.
 
Acara dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas IIA Kuningan, para pejabat struktural, seluruh staf pelaksana, unsur regu pengamanan, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta Calon Pegawai Negeri Sipil guna mengikuti rangkaian kegiatan ini secara lengkap.
 
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi dilepas tiga orang pegawai yang mendapat penugasan baru, yaitu Bayu Budhi Santoso, Iqbal Maulana, dan M. Fajar Rizki Alfianto. Selain itu, juga disampaikan penghormatan mendalam kepada Elpri Yunior Usman yang mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara setelah mengabdi lama dan bertanggung jawab menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha.
 
Rangkaian acara tersusun rapi dan berjalan tertib: dimulai dengan pembukaan resmi, dilanjutkan penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa memohon keberkahan dan keselamatan, penyampaian kesan serta pesan dari pegawai yang dilepas baik purnabakti maupun alih tugas, sambutan pimpinan, penyerahan tanda kenang‑kenangan, ucapan selamat dan doa keberhasilan, hingga ditutup dengan ramah‑tamah dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.
 
APRESIASI Kalapas bersama istri saat acara. Foto Humas
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi‑tingginya atas segala sumbangan pikiran, tenaga, serta keteladanan yang ditunjukkan selama masa pengabdian.
 
“Masa purnabakti bukanlah titik akhir pengabdian, melainkan babak baru kehidupan yang penuh keberkahan dan ketenangan. Demikian pula bagi rekan‑rekan yang melaksanakan alih tugas, semoga mampu membawa pengalaman dan sikap kerja baik yang telah terbina untuk terus berkarya dan berprestasi di tempat penugasan baru. Terima kasih atas kesetiaan, kedisiplinan, serta dedikasi yang terus ditunjukkan demi kemajuan Lapas Kelas IIA Kuningan. Semoga tali silaturahmi dan kebersamaan yang terjalin tetap terpelihara erat selamanya,” tegas Sukarno Ali.
 
Mewakili rekan‑rekan yang dialihkan tugas, Bayu Budhi Santoso menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas bimbingan serta dukungan yang diperoleh selama bertugas.
 
“Lapas Kelas IIA Kuningan telah menjadi tempat yang penuh kenangan, sarana pembelajaran berharga, serta rumah kedua yang hangat bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Kepala Lapas, seluruh jajaran pimpinan maupun rekan kerja atas bimbingan, kerja sama, dan kebersamaan yang terjalin baik selama ini. Mohon dukungan dan doa restu agar saya dapat mengemban amanah baru dengan sebaik‑baiknya, penuh tanggung jawab dan integritas. Semoga hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat dan Lapas Kelas IIA Kuningan senantiasa semakin maju dan kokoh dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan,” ujarnya.
 
Sementara itu, Elpri Yunior Usman menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIA Kuningan.
 
“Saya merasa bersyukur dapat menyelesaikan seluruh masa pengabdian di lingkungan yang penuh kebersamaan dan saling mendukung. Terima kasih kepada pimpinan, rekan‑rekan, serta seluruh unsur yang telah bekerja sama dengan baik. Banyak pelajaran dan kenangan berharga yang akan selalu saya simpan sebagai bekal kehidupan selanjutnya. Semoga semangat kerja sama tetap terjaga, kekompakan terus diperkuat, dan Lapas Kelas IIA Kuningan senantiasa maju pesat serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin prima dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya dengan penuh haru dan keikhlasan.
 
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan ingin terus menanamkan dan memperkuat semangat kekeluargaan, kebersamaan, serta budaya kerja yang profesional dan berintegritas di kalangan seluruh insan pemasyarakatan. Momen pelepasan ini menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang tulus akan selalu meninggalkan jejak positif dan nilai luhur yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi maupun pelayanan kepada masyarakat.
 
(Dariman A. Md)
 
 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PURNA Kalapas lepas pegawai yang purna bhakti. Foto Humas
Suara Semesta, Kuningan 
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan melaksanakan kegiatan apel rutin pagi yang dirangkaikan dengan acara sakral pelepasan pegawai yang memasuki masa purnabakti serta penganugerahan penghargaan bagi pegawai yang berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik pada periode Juni 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib di halaman utama Lapas Kelas IIA Kuningan pada hari yang ditentukan, dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Bapak Sukarno Ali, dan dihadiri serta diikuti secara penuh oleh seluruh unsur pimpinan struktural, pejabat pengawas, seluruh staf pegawai, serta Calon Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di lingkungan satuan kerja ini.
 
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian penting dan terpadu dari rangkaian program pembinaan sumber daya manusia, penguatan disiplin kerja, pembentukan budaya organisasi yang sehat, serta upaya nyata dalam memberikan apresiasi dan penghargaan kepada setiap insan pemasyarakatan yang telah menampakkan dedikasi tinggi, integritas yang kokoh, ketaatan pada aturan, serta kinerja yang unggul dan konsisten dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi lembaga pemasyarakatan sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan yang berlaku.
 
Pada kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan secara resmi dan penuh penghormatan melepas Bapak Elpri Yunior Usman, Kepala Subbagian Tata Usaha, yang telah memasuki batas usia pensiun dan mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara setelah melaksanakan pengabdian yang panjang dan berkesinambungan bagi dinas serta negara. Prosesi pelepasan berlangsung dalam suasana khidmat dan haru, diisi dengan ungkapan penghormatan mendalam sebagai wujud pengakuan organisasi atas segala pengabdian, kesetiaan, keteladanan, semangat kerja, serta sumbangan pemikiran dan tenaga yang telah diberikan almarhum‑selama masa tugasnya di berbagai jenjang jabatan maupun di satuan kerja Lapas Kelas IIA Kuningan.
 
Selain momen pelepasan pegawai purnabakti, dalam kegiatan apel juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada pegawai yang dinilai berprestasi unggul dan berdedikasi tinggi sepanjang bulan Juni 2026. Berdasarkan hasil penilaian kinerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan secara objektif dan menyeluruh, ditetapkan penerima penghargaan yaitu: Bapak Sentosa sebagai Pegawai Terbaik Periode Juni 2026, serta Ibu Andi Aprylia Hijriana Darwis sebagai Pegawai Pelayanan Terbaik Periode Juni 2026. Penganugerahan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi nyata sekaligus dorongan semangat atas keteladanan dalam bekerja, kepatuhan terhadap ketentuan kedinasan, rasa tanggung jawab yang tinggi, dan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, sopan, jujur, serta profesional kepada masyarakat maupun pihak‑pihak yang berkepentingan.
 
AMANAT Kalapas saat memberikan amanat saat apel. Foto Humas
Dalam amanat yang disampaikan saat memimpin apel, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan kembali bahwa pemberian penghargaan dan apresiasi tersebut merupakan bukti nyata komitmen organisasi dalam membangun dan memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, serta berorientasi pada hasil dan kinerja yang berkualitas tinggi demi kemajuan lembaga pemasyarakatan secara keseluruhan.
 
“Pemberian penghargaan kepada rekan‑rekan yang berprestasi merupakan wujud penghormatan dan pengakuan atas segala ketekunan, dedikasi, kejujuran, serta integritas yang senantiasa ditunjukkan dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan. Besar harapan kami, penghargaan ini menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Kuningan untuk terus meningkatkan tingkat profesionalisme kerja, menjaga dan mengokohkan kedisiplinan, memegang teguh prinsip integritas, serta berupaya memberikan pelayanan publik yang semakin prima bagi masyarakat luas.
 
Kepada Bapak Elpri Yunior Usman yang hari ini kami lepas memasuki masa purnabakti, kami sampaikan penghormatan yang setinggi‑tingginya dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian yang tulus, kesetiaan, dan keteladanannya selama bertahun‑tahun mengabdi di lingkungan dinas pemasyarakatan. Semoga segala dedikasi dan karya beliau menjadi teladan serta pedoman baik bagi seluruh insan pemasyarakatan yang masih terus melaksanakan tugas, demi menjaga nama baik lembaga dan melayani masyarakat dengan sebaik‑baiknya,” tegas Sukarno Ali dalam amanatnya.
 
Pada kesempatan yang sama pula, Bapak Elpri Yunior Usman menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta rasa terima kasih mendalam kepada seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIA Kuningan mulai dari pimpinan, rekan‑rekan pejabat, seluruh staf pegawai hingga Calon Pegawai Negeri Sipil, atas kebersamaan yang hangat, dukungan moril maupun materiil, serta kerja sama yang terjalin erat sepanjang masa pengabdiannya.
 
“Saya merasa sangat bangga dan berbahagia dapat mengakhiri masa pengabdian saya bersama keluarga besar Lapas Kelas IIA Kuningan yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Terima kasih yang sebesar‑besarnya atas segala dukungan, bimbingan, kerja sama, serta keakraban yang telah terjalin selama saya menjalankan tugas dan tanggung jawab. Besar harapan saya, seluruh jajaran pegawai senantiasa menjaga kekompakan, keharmonisan, integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian yang tinggi demi kemajuan organisasi dan penyelenggaraan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta kepentingan dinas pemasyarakatan di masa mendatang,” ujar Elpri Yunior Usman dengan penuh haru dan keikhlasan.
 
Sementara itu, Bapak Sentosa selaku penerima penghargaan Pegawai Terbaik Periode Juni 2026 menyampaikan ucapan terima kasih dan menyatakan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
 
“Penghargaan ini menjadi dorongan semangat dan motivasi yang sangat besar bagi saya untuk terus bekerja lebih baik lagi, dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan tinggi, serta senantiasa menjunjung tinggi integritas dan kejujuran dalam setiap langkah kerja. Keberhasilan dan penghargaan ini tidak dapat saya capai semata‑mata atas usaha sendiri, melainkan berkat arahan dan bimbingan pimpinan serta dukungan baik dari seluruh rekan kerja yang saling melengkapi dan bekerja sama dengan baik. Semoga penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Kuningan untuk saling berlomba‑lomba berbuat kebaikan dan memberikan kontribusi terbaik demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin efektif, efisien, dan berkualitas tinggi,” ungkap Sentosa.
 
Dalam amanat yang disampaikan pada akhir kegiatan apel, Kepala Lapas kembali mengingatkan dan mengajak seluruh unsur jajaran untuk senantiasa memegang teguh prinsip kedisiplinan, profesionalisme, kesetiaan, serta integritas yang tak tergoyahkan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari‑hari. Selain itu, seluruh pegawai juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan dan ketelitian demi menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan satuan kerja secara menyeluruh. Perkuatan komunikasi, kerja sama, dan sinergi yang erat antarsesama unsur maupun antarbagian menjadi hal penting lainnya yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Seluruh insan pemasyarakatan juga didorong untuk senantiasa berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang ramah, sopan, cepat, transparan, dapat dipertanggungjawabkan, serta berpusat pada kepuasan masyarakat dan pihak‑pihak yang berhubungan dengan lembaga.
 
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk terus membangun budaya organisasi yang berprestasi, unggul, dan berkelanjutan melalui serangkaian langkah nyata mulai dari penguatan kedisiplinan, pembinaan sumber daya manusia yang terarah, pemberian penghargaan atas prestasi kerja, hingga penghormatan yang layak bagi insan pemasyarakatan yang telah selesai melaksanakan pengabdian bagi bangsa dan negara. Semangat yang terbangun dari kegiatan ini diharapkan senantiasa hidup dan tumbuh menjadi dorongan kuat bagi seluruh jajaran dalam mewujudkan penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang profesional, berintegritas tinggi, tertib, aman, serta semakin bermanfaat dan mendekatkan diri kepada masyarakat luas sesuai dengan arah kebijakan utama yang ditetapkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
 
(Dariman. A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PANEN melon hasil tanam di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian milik Lapas Kuningan. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus berupaya mewujudkan tujuan utama sistem pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang berguna. Salah satu bukti nyata dari upaya tersebut terlihat dari kegiatan panen melon yang berhasil dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian milik Lapas Kuningan, pada hari Kamis (18/06).
 
Kegiatan panen ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, didampingi oleh para pejabat struktural, staf pengawas, serta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertugas di lingkungan Lapas Kuningan. Tanaman melon yang dipanen ini merupakan hasil kerja keras dan ketekunan warga binaan selama masa penanaman hingga perawatan, yang berlangsung secara rutin di bawah bimbingan dan pengawasan ketat dari petugas yang memiliki keahlian di bidang pertanian.
 
Setelah melalui proses perawatan yang meliputi penyiraman, pemupukan, pengendalian hama, dan pemangkasan yang tepat, tanaman melon akhirnya tumbuh subur dan siap dipanen. Dari lahan yang dikelola tersebut, diperoleh hasil panen sebanyak 20 kilogram melon dengan kualitas yang cukup baik. Hasil ini bukan sekadar angka kuantitas, melainkan menjadi bukti konkret bahwa program pembinaan kemandirian yang diterapkan berjalan sesuai harapan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi warga binaan untuk memahami siklus pertanian serta membekali mereka dengan keahlian teknis yang bisa digunakan saat nanti bebas dan kembali bermasyarakat.
 
PETIK tanaman yang sudah dipanen. Foto Humas
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat aspek pembinaan kemandirian, tetapi juga turut mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah.
 
“Melalui kegiatan pertanian seperti ini, kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi. Selain memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, program ini juga berperan penting dalam membentuk karakter, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian dalam diri warga binaan,” ujar Sukarno Ali.
 
Keberhasilan panen melon kali ini menjadi dasar semangat baru bagi seluruh pihak untuk terus mengembangkan potensi yang ada. Ke depannya, Lapas Kuningan berencana untuk memperluas lahan pertanian yang tersedia, memperbaiki sarana dan prasarana pendukung, serta melakukan diversifikasi jenis tanaman agar hasil panen semakin beragam dan meningkat jumlahnya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan secara individu maupun bagi lingkungan Lapas secara keseluruhan.
 
Dengan konsistensi menjalankan berbagai program pembinaan yang berkelanjutan dan terukur, Lapas Kuningan menegaskan komitmennya untuk melaksanakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi lebih mengedepankan aspek pembinaan. Harapannya, program-program ini dapat melahirkan warga binaan yang mandiri, memiliki keterampilan kerja, dan siap untuk kembali berkontribusi secara positif serta bermanfaat bagi lingkungan masyarakat setelah masa binaannya selesai.

 (Dariman. A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KERJASAMA saat acara berlangsung dengan BNN. Foto Ramadhan 

Suara Semesta, Kabupaten Kuningan 
Yayasan Jaya Artasena Keluarga yang beralamat di Kelurahan Cirendang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, resmi menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dalam bidang rehabilitasi konservasi narkoba. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Kantor BNN Kuningan, Jalan Aruji Kartawinata No. 27, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Selasa ,09 Juni 2026.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap,.SH., dengan Kepala BNN Kuningan, Agus Mulya,.S.Pd.,M.Si.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Yayasan Jaya Artasena Keluarga dan BNN Kuningan dalam memberikan layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan pemulihan dari pengkodean narkoba.

Ketua Yayasan Jaya Artasena Keluarga, Misbahul Anwar Harahap, SH, menyampaikan rasa terima kasih atas terjalinnya kerja sama tersebut. Dikatakannya, kolaborasi dengan BNN Kuningan merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya rehabilitasi dan pemulihan para korban yang menerima narkoba agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan pengampunan.

DISKUSI saat pembahasan program kerjasama. Foto Ramadhan 

“Alhamdulillah, kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap rumah rehabilitasi yang dikelola Yayasan Jaya Artasena Keluarga dapat menjadi sarana pemulihan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam penanganan penularan narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kuningan, Agus Mulya, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Jaya Artasena Keluarga dalam mendukung program rehabilitasi. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemerintah dan yayasan rehabilitasi merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan rehabilitasi yang berkualitas bagi masyarakat.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan program rehabilitasi, pelatihan, serta berbagai kegiatan pencegahan narkoba di Kabupaten Kuningan.

Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS tersebut, Yayasan Jaya Artasena Keluarga dan BNN Kuningan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu proses pemulihan para klien rehabilitasi, sekaligus mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkoba (P4GN) demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Kuningan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyapuan narkoba.

Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS tersebut, Yayasan Jaya Artasena Keluarga dan BNN Kuningan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu proses pemulihan para klien rehabilitasi, sekaligus mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkoba (P4GN) demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Kuningan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyapuan narkoba.


( Ramadan )